Sunsilk Hijab Hunt 2016
Foto: Keseruan Peserta Sunsilk Hijab Hunt Saat Menghias Gerabah di Banyumulek
Arina Yulistara - wolipop
Minggu, 03 Apr 2016 15:39 WIB
Jakarta
-
Rangkaian audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 akan berakhir hari ini, Minggu (3/4/2016). Seluruh peserta ajang pencarian hijabers berbakat tersebut tidak lagi melakukan unjuk bakat melainkan pergi jelajah Lombok. Selain bakat, mereka juga dinilai berdasarkan kepribadian dan pembawaan diri masing-masing.
Acara hari ini diawali dengan pergi ke kawasan kerajinan gerabah di Desa Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dhini Aminarti dan Ninda Putri Laili selaku dua juri utama Sunsilk Hijab Hunt 2016 di Lombok turut mendampingi 20 peserta. Beberapa hijabers akan diminta untuk menunjukkan kreativitasnya dalam menghias gerabah. Berikut keseruan saat Dhini Aminarti, Ninda, dan para peserta di Desa Banyumulek:
Tiba di Banyumulek
Ini suasana ketika para peserta Sunsilk Hijab Hunt 2016 tiba di Banyumulek, Kediri, Lombok Barat. Kedua puluh peserta tampak antusias mengerubungi pengrajin yang sedang membuat gerabah. Dhini dan Ninda pun dengan seksama memperhatikan para pengrajin membuat gerabah.
Menghias Gerabah
Dhini bersama peserta mencoba menghias gerabah. Istri Dimas Seto itu memamerkan keahliannya dalam kreativitas seni.
Ninda Mencoba Jadi Guide
Ninda sebagai warga asli Lombok mencoba memandu acara dengan menjelaskan mengenai kerajinan gerabah. Wanita 20 tahun itu mengatakan salah satu bentuk dari kerajinan gerabah yang menjadi favorit adalah kendi untuk wadah air minum. Para peserta tampak antusias mendengarkan penjelasan dari Ninda.
Kunjungan ke Desa Banyumulek memakan waktu sekitar satu jam. Setelah dari Desa Banyumulek, 20 peserta Sunsilk Hijab Hunt 2016 akan diajak ke Desa Sukarara untuk melihat kerajinan tenun khas Lombok, NTB. (aln/kik)
Acara hari ini diawali dengan pergi ke kawasan kerajinan gerabah di Desa Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dhini Aminarti dan Ninda Putri Laili selaku dua juri utama Sunsilk Hijab Hunt 2016 di Lombok turut mendampingi 20 peserta. Beberapa hijabers akan diminta untuk menunjukkan kreativitasnya dalam menghias gerabah. Berikut keseruan saat Dhini Aminarti, Ninda, dan para peserta di Desa Banyumulek:
Tiba di Banyumulek
![]() |
Ini suasana ketika para peserta Sunsilk Hijab Hunt 2016 tiba di Banyumulek, Kediri, Lombok Barat. Kedua puluh peserta tampak antusias mengerubungi pengrajin yang sedang membuat gerabah. Dhini dan Ninda pun dengan seksama memperhatikan para pengrajin membuat gerabah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Dhini bersama peserta mencoba menghias gerabah. Istri Dimas Seto itu memamerkan keahliannya dalam kreativitas seni.
Ninda Mencoba Jadi Guide
![]() |
Ninda sebagai warga asli Lombok mencoba memandu acara dengan menjelaskan mengenai kerajinan gerabah. Wanita 20 tahun itu mengatakan salah satu bentuk dari kerajinan gerabah yang menjadi favorit adalah kendi untuk wadah air minum. Para peserta tampak antusias mendengarkan penjelasan dari Ninda.
Kunjungan ke Desa Banyumulek memakan waktu sekitar satu jam. Setelah dari Desa Banyumulek, 20 peserta Sunsilk Hijab Hunt 2016 akan diajak ke Desa Sukarara untuk melihat kerajinan tenun khas Lombok, NTB. (aln/kik)













































