Ini yang Dirasakan Para Wanita Kanada Saat Coba Berhijab Pertamakali
Arina Yulistara - wolipop
Senin, 30 Nov 2015 14:49 WIB
Jakarta
-
Serangan haters terhadap masyarakat muslim masih sering terjadi di negara barat, terutama setelah insiden di Paris, Prancis, beberapa waktu lalu. Banyak penganut Islamophobia di Kanada yang melakukan 'serangan' acak terhadap masyarakat muslim.
Seperti dikutip dari The Canadian Press, berdasarkan laporan setelah serangan di Paris, masjid di Kanada ada yang dirusak dan dibakar. Salah seorang wanita berhijab juga mendapatkan serangan ketika sedang menjemput anaknya di sekolah. Tidak hanya itu, beredar video mengenai ancaman seorang pria yang akan membunuh wanita berhijab setiap minggu di Quebec.
Melihat semakin banyak diskriminasi yang terjadi terhadap wanita berhijab khususnya, komunitas muslim di Halifax menggelar 'Hijab Day'. Acara yang berlangsung pada akhir pekan kemarin itu memiliki tujuan untuk merangkul masyarakat agar mengenal lebih dekat dengan Islam.
Acara yang digelar di Halifax Central Library tersebut mengajak para wanita yang sedang berada di sekitar perpustakaan untuk mencoba mengenakan jilbab. Dr. Abdelkader Tayebi selaku imam Masjid Ummah di Halifax, berharap Hijab Day bisa memberikan pengalaman pertama yang berkesan bagi wanita non-muslim untuk mencoba mengenakan jilbab.
Tayebi ingin menunjukkan bahwa wanita berhijab sama seperti wanita normal lainnya yang tidak ada niat menyakiti atau mengandung unsur kekerasan. Ia juga berusaha meluruskan anggapan wanita berhijab sebagai korban penindasan.
"Saya pikir sulit bagi sebagain orang karena pengaruh rasisme, melalui acara ini kita mencoba menyingkirkan rasisme dan menunjukkan bahwa kita semua sama. Saya harap kita bisa saling menerima perbedaan," tutur Tayebi.
Baca juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Penasaran seperti apa yang dirasakan para hijabers sehari-hari, beberapa wanita non-muslim datang dengan sukarela ke Hijab Day untuk mencoba mengenakan jilbab. Seperti Edith Croft, salah satu wanita dewasa yang mencoba mengenakan hijab untuk pertamakalinya. Ia mengaku suka memakainya.
"Saya suka mencoba hal-hal baru, ini (berjilbab) juga ada dalam daftar pengalaman yang ingin saya coba," ujar Edith.
Ada pula seorang karyawan perpustakaan Halifax Central Library, Ashley Levy, yang mencoba memakai jilbab saat istirahat makan siang. Ia mengatakan wanita berhijab itu terlihat berbeda dan menarik. Tidak hanya itu, jilbab juga membuat diri sendiri merasa lebih hangat.
Para wanita Kanada yang telah mencoba berhijab dalam acara tersebut juga meninggalkan kesannya di atas lembaran post-it. Mereka mengatakan berhijab membuat wajah terlihat semakin cantik hingga merasakan ketenangan.
"Saya merasa cantik, terima kasih telah berbagi, saya merasa lebih tenang," tulis beberapa wanita yang mengikuti Hijab Day.
Acara tidak hanya mengajak para wanita mencoba berjilbab tapi juga ada sesi talkshow dan diskusi. Beberapa wanita mengisahkan pengalaman pribadi masing-masing terkait penggunaan jilbab. Hampir semuanya mengatakan bahwa jilbab adalah sesuatu yang mereka pilih sendiri bukan karena paksaan orang lain. Sama seperti ketika wanita non-muslim tertarik mencoba mengenakan jilbab di acara Hijab Day.
MMadison Holmans selaku salah satu penyelanggara yang masuk Islam sejak tiga tahun lalu juga mengatakan bahwa banyak orang berpikir bahwa wanita berhijab perlu diselamatkan karena mereka dipaksa menggunakannya. Padahal wanita yang konsisten berhijab sudah memilih berdasarkan diri sendiri dan tanpa paksaan orang lain.
"Hijab itu wajib di agama bagi wanita muslim tapi itu juga pilihan yang diambil secara pribadi. Sama seperti ketika saya benar-benar memutuskan tidak minum alkohol maka saya tidak harus meminumnya. Tidak ada yang mamaksa saya untuk meminumnya lagi, sama seperti halnya dengan hijab," jelas Holmans.
(aln/aln)
Seperti dikutip dari The Canadian Press, berdasarkan laporan setelah serangan di Paris, masjid di Kanada ada yang dirusak dan dibakar. Salah seorang wanita berhijab juga mendapatkan serangan ketika sedang menjemput anaknya di sekolah. Tidak hanya itu, beredar video mengenai ancaman seorang pria yang akan membunuh wanita berhijab setiap minggu di Quebec.
Melihat semakin banyak diskriminasi yang terjadi terhadap wanita berhijab khususnya, komunitas muslim di Halifax menggelar 'Hijab Day'. Acara yang berlangsung pada akhir pekan kemarin itu memiliki tujuan untuk merangkul masyarakat agar mengenal lebih dekat dengan Islam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tayebi ingin menunjukkan bahwa wanita berhijab sama seperti wanita normal lainnya yang tidak ada niat menyakiti atau mengandung unsur kekerasan. Ia juga berusaha meluruskan anggapan wanita berhijab sebagai korban penindasan.
"Saya pikir sulit bagi sebagain orang karena pengaruh rasisme, melalui acara ini kita mencoba menyingkirkan rasisme dan menunjukkan bahwa kita semua sama. Saya harap kita bisa saling menerima perbedaan," tutur Tayebi.
Baca juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Penasaran seperti apa yang dirasakan para hijabers sehari-hari, beberapa wanita non-muslim datang dengan sukarela ke Hijab Day untuk mencoba mengenakan jilbab. Seperti Edith Croft, salah satu wanita dewasa yang mencoba mengenakan hijab untuk pertamakalinya. Ia mengaku suka memakainya.
"Saya suka mencoba hal-hal baru, ini (berjilbab) juga ada dalam daftar pengalaman yang ingin saya coba," ujar Edith.
Ada pula seorang karyawan perpustakaan Halifax Central Library, Ashley Levy, yang mencoba memakai jilbab saat istirahat makan siang. Ia mengatakan wanita berhijab itu terlihat berbeda dan menarik. Tidak hanya itu, jilbab juga membuat diri sendiri merasa lebih hangat.
Para wanita Kanada yang telah mencoba berhijab dalam acara tersebut juga meninggalkan kesannya di atas lembaran post-it. Mereka mengatakan berhijab membuat wajah terlihat semakin cantik hingga merasakan ketenangan.
"Saya merasa cantik, terima kasih telah berbagi, saya merasa lebih tenang," tulis beberapa wanita yang mengikuti Hijab Day.
Acara tidak hanya mengajak para wanita mencoba berjilbab tapi juga ada sesi talkshow dan diskusi. Beberapa wanita mengisahkan pengalaman pribadi masing-masing terkait penggunaan jilbab. Hampir semuanya mengatakan bahwa jilbab adalah sesuatu yang mereka pilih sendiri bukan karena paksaan orang lain. Sama seperti ketika wanita non-muslim tertarik mencoba mengenakan jilbab di acara Hijab Day.
MMadison Holmans selaku salah satu penyelanggara yang masuk Islam sejak tiga tahun lalu juga mengatakan bahwa banyak orang berpikir bahwa wanita berhijab perlu diselamatkan karena mereka dipaksa menggunakannya. Padahal wanita yang konsisten berhijab sudah memilih berdasarkan diri sendiri dan tanpa paksaan orang lain.
"Hijab itu wajib di agama bagi wanita muslim tapi itu juga pilihan yang diambil secara pribadi. Sama seperti ketika saya benar-benar memutuskan tidak minum alkohol maka saya tidak harus meminumnya. Tidak ada yang mamaksa saya untuk meminumnya lagi, sama seperti halnya dengan hijab," jelas Holmans.
(aln/aln)
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Tetap Bersih Setelah Seharian Silaturahmi, Andalkan Cleansing Foam dari Korea yang Lembut di Kulit!
Elektronik & Gadget
Mudik Tanpa Drama Baterai Habis, Ini 2 Powerbank Mini Praktis yang Wajib Dibawa!
Elektronik & Gadget
3 Rekomendasi Produk di Blibli Ramadan Day, Diskon Sampai 25%
Elektronik & Gadget
Earphone Open-Ear Lagi Tren! Ini 2 Pilihan TWS Nyaman untuk Kerja, Olahraga, dan Aktivitas Sehari-hari!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Indah Nada Puspita Rilis 'Sweet Eid' Koleksi Baju Lebaran Nuansa Pastel
Berburu Tas ala Gen Z untuk Tampil Estetis Saat Hari Raya di Bazar Rendezvous
8 Warna Hijab yang Bikin Wajah Cerah, Semakin Glowing
Tren Warna Baju Lebaran 2026, Begini Kata Owner Brand Hijab
Baju Lebaran 2026
Tren Baju Lebaran Cheongsam Harga Rp 200 Ribu, Ratusan Koleksi Ludes Terjual
Most Popular
1
Potret Kebersamaan Vidi Aldiano Bareng Adik-adiknya yang Kini Tinggal Kenangan
2
Kontroversi Iklan Underwear Wacoal x Nanno, Dituding Seksualisasi Seragam SMA
3
Dilanda Panik, Rihanna Perketat Keamanan Usai Rumah Dihujani 10 Tembakan
4
Hermes Tolak Jual Tas Kelly Langka untuk North West, Putri Kim Kardashian
5
7 Potret Bio One Perdana Belajar Balet, Pakai Legging & Sepatu Balet
MOST COMMENTED











































