Pertamakali Pergi Umrah, Dian Pelangi Menangis Hingga Sujud di Kaki Ibu

Arina Yulistara - wolipop Jumat, 27 Nov 2015 14:05 WIB
Foto: Moza Wahyu/Wolipop
Jakarta - Tak sedikit muslimah muda di Indonesia yang sudah melakukan perjalanan umrah untuk meningkatkan amalan ibadah mereka. Bahkan beberapa muslimah pergi umrah lebih dari satu kali karena mendapatkan manfaat yang signifikan.

Desainer busana muslim muda dan sukses Dian Pelangi mengaku sudah empat kali pergi umrah. Dian mengatakan umrah membuat diri lebih tenang dan ibadahnya semakin rajin. Wanita 24 tahun itu bercerita pertama pergi umrah karena diajak orangtua, tepatnya setelah ia lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) di 2007.

Perjalanan pertamanya pergi umrah menjadi pengalaman yang paling berkesan. Dian mengatakan saat pertama melihat Ka'bah dari dekat, pikirannya langsung melayang jauh. Ia tidak mengingat apa pun selain dosa-dosa yang pernah diperbuatnya terutama terhadap sang ibunda, Hernani Mansyur. Pada waktu yang sama, Dian langsung menangis hingga sujud di kaki ibu.

"Salah satu momen mengharukan buat aku saat umrah pertama. Pertamakali lihat Ka'bah tiba-tiba nggak ingat apa-apa lagi selain dosa-dosaku, aku ingat dosa sama orangtua. Aku langsung sujud sama ibu sambil nangis, aku bilang 'Maafin Dian, Bu', aku langsung peluk ibu," cerita Dian saat dihubungi Wolipop, Kamis (26/11/2015).

Wanita yang awal 2015 kemarin baru saja pamer karya di Amerika itu mengatakan umrah memang membuat orang lebih sadar akan kesalahannya di masa lalu. Tidak hanya itu, Dian juga merasa umrah bisa membuat hatinya menjadi lebih bersih dan tenang karena pernah beberapakali mendapatkan 'teguran' secara langsung saat menjalani ibadah di Tanah Suci.

Mengenang perjalanannya selama umrah, Dian bercerita kalau ia pernah 'ditegur' karena memiliki perasaan kesal dengan orang lain saat pergi tawaf. Kala itu, wanita berdarah Palembang ini mengaku mengeluh dan merasa kesal dengan orang lain. Saat itulah, ia diberikan 'teguran' yang membuatnya kembali intropeksi diri.

"Saat berangkat tawaf ramai sekali, aku jadi badmood. Pas mau masuk lift juga desak-desakkan, aku kesal sudah tahu lift-nya kecil tapi kenapa pada masuk semua nanti kalau rusak gimana. Terus tiba-tiba aku kejebak di dalam lift karena mendadak berhenti. Aku kaget itu jadi kayak teguran langsung buat aku agar jangan cepat sebal sama orang. Hati-hati banget deh kalau di sana perbuatan apa pun bisa langsung ditegur sama Allah," kenang wanita lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta itu.

Pengalaman yang didapatkannya selama melakukan ibadah umrah diakuinya bisa membuat diri lebih baik. Oleh sebab itu, ia tidak pernah menolak bila diajak pergi umrah. Dian mengatakan perjalanan umrah kedua dilakukan bersama suami setelah ia menikah dengan Tito Haris pada 2011. Sedangkan perjalanan umrah ketiga dan keempat bekerjasama dengan biro travel untuk menemani masyarakat muslim dari Indonesia yang ingin beribadah ke Tanah Suci di 2012 dan 2015. Meski pergi umrah untuk menemani jamaah, Dian mengatakan niatnya tetaplah ibadah.

Wanita kelahiran 14 Januari 1991 itu menuturkan selama pergi umrah ia tidak memiliki niat lain seperti belanja atau jalan-jalan. Tujuannya pergi umrah memang karena ingin beribadah.

(aln/eny)