Toko Busana di Paris Melarang Masuk Pelanggannya Karena Berhijab
Intan Kemala Sari - wolipop
Senin, 23 Nov 2015 14:04 WIB
Jakarta
-
Brand busana retail asal Spanyol, Zara tengah menjadi sorotan karena tidak memperbolehkan wanita berhijab masuk dan berbelanja di dalam salah satu butiknya yang berada di Paris. Kejadian ini menjadi viral setelah beredar video yang yang memperlihatkan petugas pengamanan di butik tidak mengizinkan masuk wanita yang mengenakan hijab.
Wanita tersebut mengatakan ia hanya ingin berbelanja, tetapi sang petugas bersikeras tidak memperbolehkannya masuk. Kemudian manajer toko tersebut mengatakan bahwa salah satu kebijakan butik adalah tidak mengizinkan masung orang-orang yang menggunakan penutup kepala.
"Apabila ada kebijakan yang diubah, mereka akan mengubahnya. Bukan saya yang membuat aturan itu," ujar sang manajer. Ia menambahkan bukan hanya penggunaan hijab saja yang tidak diperbolehkan masuk, tetapi juga penggunaan topi, masker, selendang, serta aksesoris lainnya yang menutupi wajah.
Tidak ada sumber pasti yang menyebutkan kapan kejadian ini terjadi. Tetapi video tersebut diunggah pada 14 November, sehari setelah serangan mematikan dan teror bom di Paris.
Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Pada September 2010 silam, pemerintah Prancis melarang warganya untuk menutupi wajah di depan umum. Larangan itu berlaku untuk penutup kepala seperti topi rajut, masker, helm motor, dan burqa. Meski demikian, hijab yang dikenakan wanita tersebut tidak termasuk ke dalam aksesoris yang dilarang untuk dikenakan di depan publik karena tidak menutupi wajah.
Atas kejadian ini, pihak Zara di Paris telah meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan pegawainya dan telah mengeluarkan manajer toko serta petugas keamanan tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa pihak keluarga dari wanita berhijab tersebut telah menghargai keputusan perusahaan.
"Perwakilan kami di Prancis telah menghubungi pelanggan ini secara pribadi untuk meminta maaf atas insiden tersebut. Untuk menandakan ketidaksetujuan kami atas perbuatan yang sangat berlawanan dengan prinsip-prinsip perusahaan kami, kedua staf keamanan dan manajer toko yang terlibat telah diberhentikan," ujar Zara dalam pernyataan resminya.
Pernyataan resmi tersebut juga menuliskan, Zara adalah perusahaan multikultural yang memiliki karyawan serta pelanggan dari berbagai kebangsaan, budaya, bahasa, dan keyakinan yang berbeda sehingga perusahaan itu tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi yang dilakukan.
(int/int)
Wanita tersebut mengatakan ia hanya ingin berbelanja, tetapi sang petugas bersikeras tidak memperbolehkannya masuk. Kemudian manajer toko tersebut mengatakan bahwa salah satu kebijakan butik adalah tidak mengizinkan masung orang-orang yang menggunakan penutup kepala.
"Apabila ada kebijakan yang diubah, mereka akan mengubahnya. Bukan saya yang membuat aturan itu," ujar sang manajer. Ia menambahkan bukan hanya penggunaan hijab saja yang tidak diperbolehkan masuk, tetapi juga penggunaan topi, masker, selendang, serta aksesoris lainnya yang menutupi wajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 50 Foto Before-After Selebriti yang Operasi Plastik
Pada September 2010 silam, pemerintah Prancis melarang warganya untuk menutupi wajah di depan umum. Larangan itu berlaku untuk penutup kepala seperti topi rajut, masker, helm motor, dan burqa. Meski demikian, hijab yang dikenakan wanita tersebut tidak termasuk ke dalam aksesoris yang dilarang untuk dikenakan di depan publik karena tidak menutupi wajah.
Atas kejadian ini, pihak Zara di Paris telah meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan pegawainya dan telah mengeluarkan manajer toko serta petugas keamanan tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa pihak keluarga dari wanita berhijab tersebut telah menghargai keputusan perusahaan.
"Perwakilan kami di Prancis telah menghubungi pelanggan ini secara pribadi untuk meminta maaf atas insiden tersebut. Untuk menandakan ketidaksetujuan kami atas perbuatan yang sangat berlawanan dengan prinsip-prinsip perusahaan kami, kedua staf keamanan dan manajer toko yang terlibat telah diberhentikan," ujar Zara dalam pernyataan resminya.
Pernyataan resmi tersebut juga menuliskan, Zara adalah perusahaan multikultural yang memiliki karyawan serta pelanggan dari berbagai kebangsaan, budaya, bahasa, dan keyakinan yang berbeda sehingga perusahaan itu tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi yang dilakukan.
(int/int)
Home & Living
Bingung Simpan Sepatu yang Numpuk? Cek Rekomendasi Rak Sepatu Anti Debu & Hemat Tempat di Sini!
Pakaian Wanita
Nggak Perlu Mahal-Mahal Nails Art! Pakai Fake Nails Ini untuk Tampilan Kuku Lebih Cantik
Olahraga
Latihan Harian atau Game Akhir Pekan, Ini 3 Bola Voli yang Tetap Nyaman di Lapangan
Hobi dan Mainan
Commuting Tiap Hari atau Sering Butuh Fokus? Soundcore by Anker Q20i Bisa Redam Bising dan Nyaman Dipakai Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Most Popular
1
Foto Cantik BCL-Alyssa Daguise Hadiri Pernikahan 'Pangeran Jaksel' di Maroko
2
7 Gaya TWICE Jadi Model Victoria's Secret Usai Viral Istilah 'Tzuyu Bra'
3
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
4
Tak Terduga, Ternyata Ini Inspirasi di Balik Nama Blue Ivy Putri Beyonce
5
Emily Ratajkowski Berhijab Sambut Wali Kota Muslim New York, Unggahan Dikritik
MOST COMMENTED











































