Mahasiswi Berprestasi Ini Ditolak Wawancara Kerja karena Berhijab
Perilaku diskriminasi terhadap wanita berhijab masih terjadi di beberapa negara. Seperti dialami oleh Fatima Mohammadi, mahasiswi berprestasi asal New Zealand yang ditolak wawancara kerja karena menggunakan jilbab.
Fatima bercerita bahwa ia melamar pekerjaan di salah satu toko perhiasan di Henderson Mall, New Zealand. Kemudian ia dipanggil oleh pihak toko tersebut untuk wawancara kerja. Dengan senang hati, wanita 20 tahun ini mempersiapkan diri lalu datang dengan pakaian rapi.
Sesampainya di toko perhiasan itu, mahasiswi jurusan hukum dan seni di Auckland University ini langsung ditolak untuk melakukan wawancara kerja. Belum sempat diwawancara, Fatima sudah diminta pulang karena ia datang menggunakan jilbab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fatima diminta pulang oleh manager toko karena hijab tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan. Jika memang ingin mengikuti wawancara dan bekerja ia harus melepas jilbabnya. "Dia bilang aku harus melepas jilbabku bila ingin bekerja di sana," tambahnya.
Fatima mengaku sedih dan menangis saat sampai di rumah karena masih terkejut akan sikap diskiriminasi tersebut. Padahal ia sudah berharap mendapatkan pekerjaan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Wanita asal Afganistan ini sudah tujuh tahun tinggal di New Zealand. Ia bisa berbahasa Inggris dengan lancar serta mempunyai banyak prestasi di kampus. Fatima telah menuai prestasi baik dalam pendidikan mupun kegiatan ekstrakurikulernya seperti sepak bola, tennis, hingga adu debat.
Fatima juga mengambil pekerjaan sebagai guru les untuk matematika, sejarah, dan bahasa Inggris di kampusnya. Dengan kemampuannya tersebut, anak kedua dari lima bersaudara ini berharap bisa mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan.
Sayangnya ketika pertamakali melamar kerja, ia malah mengalami kejadian yang tak menyenangkan. Meski demikian, Fatima mengaku tidak trauma dan akan mencoba di tempat lain. Namun yang masih membuatnya merasa buruk mengapa hal itu terjadi karena jilbabnya bukan pengaruh pengalaman bekerja atau hal lain yang lebih bisa diterima alasan perusahaan menolaknya.
"Aku memang belum pernah bekerja sebelumnya tapi itu bukan karena kurangnya pengalamanku tapi langsung melihat ke jilbabku. Jadi aku hanya bisa pergi dengan perasaan buruk," pungkasnya.
(aln/aln)
Home & Living
Upgrade Lampu Rumah! Rekomendasi Bohlam Lampu LED untuk Sambut Lebaran 2026
Home & Living
Siap Open House Lebaran? Upgrade Ruang Tamu dengan Sarung Bantal Sofa Estetik Ini!
Perawatan dan Kecantikan
Wajah Tetap Bersih Setelah Seharian Silaturahmi, Andalkan Cleansing Foam dari Korea yang Lembut di Kulit!
Elektronik & Gadget
Mudik Tanpa Drama Baterai Habis, Ini 2 Powerbank Mini Praktis yang Wajib Dibawa!
Indah Nada Puspita Rilis 'Sweet Eid' Koleksi Baju Lebaran Nuansa Pastel
Berburu Tas ala Gen Z untuk Tampil Estetis Saat Hari Raya di Bazar Rendezvous
8 Warna Hijab yang Bikin Wajah Cerah, Semakin Glowing
Tren Warna Baju Lebaran 2026, Begini Kata Owner Brand Hijab
Baju Lebaran 2026
Tren Baju Lebaran Cheongsam Harga Rp 200 Ribu, Ratusan Koleksi Ludes Terjual
Detik-detik Shalom Razade Operasi Plastik, Hidung Dicoret-coret Dokter
7 Brand yang Rilis Baju Lebaran Couple Keluarga, Modelnya Sesuai Tren 2026
Ramalan Zodiak 11 Maret: Keuangan Capricorn Meningkat, Pisces Terancam
Makna Negatif di Balik Nama Gamis Bini Orang yang Jadi Tren Baju Lebaran 2026











































