Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Desainer Cantik Ini Diserang Haters karena Rancang Jilbab untuk Polisi Swedia

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 28 Okt 2015 13:41 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Aljazeera (model)
Jakarta - Penerapan hijab masih menjadi kontroversi di beberapa negara. Masih ada kelompok masyarakat yang benci terhadap muslim atau biasa disebut Islamophobia. Para haters yang tidak suka dengan wanita berhijab akan melakukan beragam tindakan kurang menyenangkan.

Desainer hijab Iman Aldebe menjadi salah satu wanita yang sudah kebal diserang haters terkait akan karya maupun hijabnya. Seperti dilansir dari Aljazeera, Iman bercerita kalau ia mulai mendapatkan kritik sejak memodifikasi jilbab agar terlihat lebih modern di 2001 silam.

Kala itu ia masih berusia 16 tahun dan baru belajar tentang fashion di sekolahnya. Iman menyadari kalau ia jatuh cinta terhadap fashion dan bisnis. Setelah belajar fashion di sekolah, Iman mulai mencoba merancang busana sendiri dan mendapatkan pesanan dari teman-teman serta keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring berjalannya waktu, wanita berdarah Yordania itu mengatakan penjualannya semakin berkembang. Pada 2006, ia pun diundang bersama beberapa desainer lainnya menjadi bintang tamu di salah satu televisi lokal, Sweden's TV4 untuk membahas gaya jilbab modern.

Setelah diundang ke televisi, Iman mengatakan koran Swedia pun berusaha untuk mengajukan permintaan ke department store apakah mereka ingin menjual busana muslim dan jilbab? Jawabannya tidak ada yang menerima.

Melihat hal tersebut, wanita yang lahir di Swedia ini mulai berpikir serius untuk mengambangkan bisnis fashion muslimnya. Ia ingin membuktikan kepada toko-toko ritel yang menolaknya bahwa busana muslim bisa eksis. Iman mulai mempelajari pangsa pasar dan merilis jilbab turban.

Iman mengeluarkan lini turban instan yang dinamakan 'Happy Turban' dengan desain unik sehingga membuat penampilan terlihat eksentrik. Hasil karyanya kemudian disukai oleh para wanita Swedia baik muslimah maupun non-Muslim. Dan pada 2007, Iman mendapatkan pesanan untuk membuat topi jilbab yang sekarang menjadi bagian dari seragam resmi polisi wanita muslim di Swedia.

Tak hanya itu, Iman juga merancang jilbab militer untuk tentara wanita muslim di Swedia. Bahkan ia mendapatkan pesanan merancang jilbab buat petugas apoteker serta rumah sakit. Iman merasa senang akan hal itu, ia pun mengatakan memanfaatkan fashion sebagai alat untuk menghilangkan stereotip buruk tentang wanita berhijab.

"Aku memanfaatkan mode sebagai alat untuk menghilangkan prasangka terhadap masyarakat muslim. Aku ingin mengangkat citra wanita muslim yang tertindas di negara Barat agar tidak merasa terisolasi saat hidup di tengah masyarakat luas," tutur Iman.

Setelah merancang jilbab untuk polisi, Iman mengaku mendapatkan banyak ancaman dari haters. Dia diancam melalui telepon, pesan teks, Facebook, email, hingga komentar di blog pribadinya. Beberapa haters memberikan ancaman seperti 'Be careful, you might slip and die while you are on your balcony'.

Beberapa orang yang membencinya juga berusaha membangun komunitas di internet dengan membuka forum yang membahas soal dirinya. Mereka mengatakan bahwa Iman tidak layak hidup.

Meski mendapatkan kebencian dari berbagai pihak namun Iman tidak mundur. Ia bahkan merasa bangga bisa menjadi pelopor dalam menciptakan jilbab untuk seragam resmi polisi wanita muslim.

"Aku bangga melihat wanita berjilbab di kantor polisi Swedia. Ini tidak mudah menjadi pelopor tapi ini menjadi tanggung jawab besar untukku dan tim," tambahnya.

Selain label untuk jilbabnya, Iman kini juga sudah memiliki clothing line dengan nama 'Aldebe Haute Couture'. Karyanya sudah dijual di beberapa toko-toko besar serta e-commerce manca negara. Ia berharap rancangannya bisa masuk ke pasar Inggris.

Wanita lulusan bidang jurnalistik penyiaran dan hukum tersebut mengatakan bahwa kini ia merasa senang busana muslim sudah bisa diterima oleh masyarakat dunia. Ia juga telah membuktikan bisa menang terhadap orang-orang yang bersikap skeptis kepada dirinya.

"Beberapa orang yang sangat kritis waktu itu kepadaku sekarang telah menjadi klienku," tandasnya.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads