Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cerita Model Berhijab yang Dapat Pelayanan Eksklusif di Pemotretan H&M

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 28 Sep 2015 15:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. H&M
Jakarta - Masih ingat dengan Mariah Hidrissi yang menjadi model berhijab pertama untuk kampanye terbaru H&M? Sejak pertengahan September lalu, hijabers yang berdomisili di London, Inggris itu masih terus menjadi sorotan media massa. Wanita 23 tahun ini mengaku sangat bangga bisa menjadi model untuk kampanye yang diberi nama 'Close the Loop' dengan menampilkan koleksi terbaru H&M.

Ketika menjadi model iklan H&M, Mariah tetap berpakaian tertutup, longgar, dan mengenakan jilbab. Dalam kampanye tersebut, wanita berdarah Pakistan-Maroko itu mengenakan setelan celana palazzo hitam dan blouse putih. Penampilannya juga dilengkapi oversized blazer dan keffiyeh scarf.

Mariah menjadi model berhijab pertama yang tampil di kampanye label busana high street asal Swedia itu. Wanita yang mengenakan hijab sejak berusia 17 tahun ini mengatakan H&M merupakan retailer terkemuka di dunia yang berani menampilkan sosok muslimah modern, karena biasanya wanita berhijab seringkali diabaikan dalam dunia fashion.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wanita yang memakai hijab biasanya selalu 'diabaikan' terutama dalam dunia mode, jadi sangat menakjubkan ketika brand besar mulai mengakui cara kita memakai jilbab bisa menjadi bagian dari fashion," papar Mariah seperti dilansir dari Daily Mail.

Ketika menjadi model pertama yang mengenakan jilbab untuk H&M, Mariah bercerita kalau ia diperlakukan secara eksklusif. Karena ia berhijab maka tim H&M berusaha menghormatinya dengan menyiapkan tim pemotretan yang hampir semuanya wanita.

Beberapa tim pria juga diperintahkan untuk tidak menyentuh Mariah selama pemotretan. Bahkan ia disediakan ruang ganti pribadi yang eksklusif agar bebas membuka jilbabnya. "Mereka (tim H&M) sangat menghormati saya selama pemotretan," tambah Mariah.

Sebelum menjalani pemotretan tersebut, wanita yang memiliki bisnis rumah kecantikan di London itu mengatakan sempat bimbang awalnya karena takut menjadi kontroversi. Namun setelah bercerita dan meminta restu orangtua, ia baru yakin bahwa ini akan menjadi peluang bagus untuk kariernya serta bisa menjadi cerminan baik buat memicu para muslimah lain di dunia agar bisa mengeksplor diri lebih maksimal.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads