Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Liputan dari New York

Anniesa Hasibuan Puas Busana Karyanya Diapresiasi di New York

Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 21 Sep 2015 07:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Aldi Photo/Wolipop
Jakarta -

Desainer Anniesa Hasibuan telah sukses menampilkan karyanya di Couture Fashion Week, New York. ‎Anniesa juga melakukan serangkaian pemotretan dan syuting video iklan di kota metropolitan tersebut.

‎Selama kurang lebih dua minggu berada di New York, Anniesa mengaku puas dengan perjalanannya bersama timnya. "Semuanya sudah berjalan dengan baik. Kita juga sudah menampilkan yang terbaik di Couture Fashion Week. Kalaupun ada suka dan duka semua itu sebuah perjalanan yang bisa membuat tim kita semakin solid," ujar desainer 28 tahun itu saat berbincang dengan Wolipop di Hotel Ritz Carlton, Central Park, New York, Minggu (20/9/2015).

‎Anniesa merasakan banyak pengalaman berkesan selama berada di New York. Hal yang paling membuatnya bahagia adalah ketika karyanya banyak mendapat apresiasi dari orang-orang di salah satu kota terpadat dunia itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap photoshoot orang-orang asing di sana melihat kita terus. Mereka bilang desainku ini unik karena ‎memadukan middle east dan javanese. Mereka kagum dan mengapresiasi sekali," tutur desainer yang sebelumnya sudah sukses berbisnis jasa travel First Travel bersama sang suami, Andika Surachman itu.

Anniesa bersama timnya melakukan pemotretan di sejumlah ikon New York seperti Central Park dan Brooklyn Bridge. Pemotretan dilakukan bersama Sarah Azka, model Indonesia yang dibawa khusus Anniesa‎ dari Tanah Air. Penampilan Sarah yang berkulit eksotis dengan busana glamour karya sang desainer membuat turis dan warga lokal tertarik dan memperhatikan pemotretan yang berlangsung.

Sebelumnya selain pemotretan, Sarah juga menjadi model utama saat Anniesa memperlihatkan karyanya di Couture Fashion Week 2015. Model 22 tahun itu didapuk mengenakan koleksi masterpiece Sasikirana karya desainer yang membuka butik di kawasan Kemang, Jakarta Selatan itu.

Berkaca dari pengalamannya tersebut, Anniesa merasa membawa Sarah atau model dari Indonesia untuk memakai koleksi couture, adalah keputusan yang tepat. "Model dari Indonesia jauh lebih bagus, jalannya dihayati. Dia juga bisa masuk dalam karakter baju yang dipakainya. Model di sini (New York) hanya sekadar memakai, tidak meresapi," jelasnya.

(eny/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads