Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cerita Manis Hijabers yang Menikah di Tengah Ribuan Pengungsi Suriah

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 25 Agu 2015 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. YouTube
Jakarta - Tak sedikit wanita ingin memiliki pesta pernikahan yang intim dan hanya dihadiri oleh keluarga. Namun beberapa di antaranya ingin mengundang ribuan kerabat ke pernikahan mereka. Tidak hanya kerabat, hijabers ini bersama pasangannya menggelar pesta pernikahan bersama ribuan pengungsi.

Wanita cantik berhijab Esra Polat bersama pasangannya Fethullah Uzumcuoglu menggelar pesta pernikahan yang dikelilingi oleh ribuan pengungsi Suriah. Keduanya merayakan hari bahagia mereka di tengah 4.000 pengungsi di kota Kilis, dekat perbatasan Suriah.

Ide perayaan pernikahan tersebut datang dari ayah mempelai pria yang mengatakan untuk apa membuat pesta besar-besaran sementara masih banyak orang yang membutuhkan makanan. Dengan alasan itu, sang ayah menyarankan agar berbagi kebahagiaan bersama orang-orang yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berpikir membuat pesta dengan banyak makanan lezat dengan keluarga dan teman-teman itu tidak perlu, sementara kita tahu kalau banyak saudara kita yang lebih membutuhkan," tutur Ali, ayah dari mempelai pria kepada Independent.

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Ali kemudian memberitahukan ide tersebut kepada anaknya. Tanpa banyak pertimbangan, Fethullah dan Esra pun langung setuju dengan rencana itu. Setelah kedua keluarga juga menyetujuinya, Ali meminta bantuan kepada badan amal Kimse Yok Mu untuk menjalankan 'misi' mereka.

Semua anggota keluarga yang hadir saat resepsi pernikahan berkemah di sekitar pengungsi untuk membantu melayani makanan. Bahkan kedua mempelai pun membantu membagikan makanan sambil memakai busana pengantin.

Esra tampak cantik dan anggun menggunakan gaun putih dilengkapi kerudung dan tudung pengantin warna off white. Sementara Fethullah memakai setelan jas dan celana putih yang dilengkapi dasi hitam. Kedua mempelai membagikan makanan kepada para pengungsi yang sudah antre panjang.

Esra mengaku awalnya terkejut dengan ide dari ayah mertuanya. Namun ia berpikir kenapa tidak coba dilakukan tentu akan menjadi pengalaman yang seru berbeda dari pernikahan lainnya.

"Aku senang memiliki kesempatan untuk berbagi makanan di pernikahanku dengan orang-orang yang benar-benar membutuhkan," tutur Esra dikutip dari Telegraph.

Menambahkan pernyataan sang istri, Fethullah, menuturkan bahwa ia merasa sangat bahagia bisa berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan di hari pernikahannya. Ia berharap apa yang dilakukannya bersama istrinya bisa menginspirasi masyarakat lainnya untuk berbagi dengan sesama.




(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads