Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ashton Kutcher Komentar Soal Hijabers yang Jadi Siswi Berbusana Terbaik

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 25 Agu 2015 11:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Facebook
Jakarta - Masih ingat dengan hijabers muda asal Amerika yang mendapatkan penghargaan sebagai siswi terbaik di sekolah pada Juli lalu? Ya, Abrar Shahin merupakan siswi dari Clifton High School, Clifton, New Jersey, Amerika yang dinobatkan sebagai siswi berbusana terbaik karena selalu tampil stylish dengan gaya jilbabnya.

Penobatan Abrar tersebut menarik perhatian media massa serta para pengguna jejaring sosial di seluruh dunia. Pemberitaan mengenai penghargaan yang diberikan kepada gadis 18 tahun itu masih terus dipublikasikan oleh sejumlah media massa. Bahkan aktor tampan Ashton Kutcher pun ikut berkomentar soal hal tersebut.

Dalam akun Facebook pribadi bintang film 'No Strings Attached' itu, Ashton menulis status mengenai pemberitaan Abrar yang berhijab tapi bisa terpilih sebagai siswi berbusana terbaik. Ashton menulis status berupa dukungan kepada Abrar disertai pemberitaan mengenai gadis yang berencana akan melanjutkan pendidikannya ke Rutgers University itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Worry about how you feel, not what other people say," tulis Ashton di Facebook.

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Dukungan yang dituliskan oleh pasangan aktris cantik Mila Kunis ini menuai banyak komentar positif dan disukai oleh para penggemarnya. Terdapat lebih dari 20 ribu like dan 1.643 shares di halaman Facebooknya. Tidak hanya itu, lebih dari 400 pengguna Facebook lainnya memberikan komentar positif akan status Ashton.

Seperti dikutip dari Daily Commercial, kisah Abrar menjadi populer di internet karena ia mengenakan jilbab. Jika penghargaan tersebut diberikan kepada gadis lainnya mungkin akan menjadi hal yang biasa di Amerika. Para gadis muda baik yang berjilbab maupun tidak memberikan dukungan mereka kepada Abrar untuk tetap terus konsisten dengan jilbabnya agar terus menjadi inspirasi dalam berbusana.

Mendengar banyak pemberitaan serta respon masyarakat yang mendukungnya, Abrar mengaku senang bisa menjadi inspirasi. "Aku senang melihat bagaimana orang-orang yang jauh dan tidak mengenalku tapi mereka mendukungku. Aku pikir itu karena banyak orang yang senang melihat sesuatu berbeda dan bisa mengubah kesalahpahaman tentang muslimah muda Amerika," tuturnya dalam sebuah wawancara.

Keluarga serta teman-teman sekolahnya juga mengaku bangga dengan penghargaan yang diterima oleh Abrar. Bahkan beberapakali kisahnya juga menjadi contoh dalam kuliah Islam bagaimana untuk bisa merepresentasikan diri sekaligus agama dengan baik meski hanya lewat gaya busana.

Editor in chief salah satu majalah remaja populer Amerika, Michelle Tan, menuturkan bahwa kisah Abrar bisa menginspirasi wanita berhijab lainnya untuk tetap menjadi diri sendiri dan sukses walaupun banyak pemberitaan buruk mengenai hijabers.

"Banyak pemberitaan soal Islam yang diisi dengan kebenciaan dan kekecewaan terkait peristiwa yang terjadi di seluruh dunia, Abrar bisa menjadi harapan baru dan penerimaan masyarakat agar wanita berhijab tak lagi dipandang sebelah mata. Gaya busananya dia sangat cantik dengan pemakaian jilbabnya dan pembaca kami juga senang melihatnya," tutur Tan.

Engy Abdelkader, seorang pengacara HAM yang berbasis di New Jersey menilai respon positif dari masyarakat dunia terhadap Abrar bisa mematahkan larangan berhijab saat bekerja atau di sekolah yang masih terjadi di Eropa Barat.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads