Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

'My Freedom, My Right', Film Pendek untuk Ubah Stereotipe Wanita Berhijab

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 24 Agu 2015 16:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. YouTube
Jakarta - Wanita berhijab masih sering dipandang sebelah mata di luar negeri, terutama yang mengenakan burqa atau niqab --pakaian muslim yang menutup seluruh tubuh termasuk wajah kecuali mata--. Oleh karena itu, banyak hijabers yang berusaha untuk mengubah pandangan miring tersebut dengan membuat sesuatu yang positif.

Joni Clarke merupakan salah satu wanita berhijab muda asal Inggris yang ingin menghilangkan pandangan buruk akan hijabers. Lewat film pendek berjudul 'My Freedom, My Right', wanita 22 tahun itu berpesan agar jangan menilai orang hanya dari penampilan saja. Dalam film tersebut, hadir beberapa orang dengan latar belakang berbeda-beda yang seringkali 'terpinggirkan' dan mendapatkan tindakan diskriminasi.

"Saya membuat film ini untuk menyoroti bagaimana orang-orang yang berjuang dan mendapatkan diskriminasi setiap hari hanya karena penampilannya namun jarang diberitakan oleh media," tutur Clarke seperti dikutip dari Buzz Feed.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Film menggambarkan orang-orang yang kerap dipandang sebelah mata seperti pria berjanggut lebat, wanita penuh tato, serta Clarke sendiri yang mengenakan niqab hitam. Ia berharap video tersebut dapat mematahkan anggapan buruk tentang hijab dan mempengaruhi masyarakat untuk tidak menilai orang lain hanya lewat penampilan mereka.

Wanita yang berdomisili di London ini mengaku membuat film pendek itu karena terinspirasi dari pengalaman pribadi. Wanita yang menjadi mualaf di usia 17 tahun itu mulai memakai niqab setelah belajar tentang sejarah Islam. Sejak menggunakan niqab, Clarke mengaku beberapakali mendapatkan perilaku tidak menyenangkan dari orang lain.

Ia pernah diejek, diancam, hingga diserang oleh sekelompok masyarakat karena gaya busananya yang selalu tertutup hingga wajah. Bahkan saat ia hamil dan sedang berjalan-jalan di sekitar rumahnya, ia pernah diteriaki teroris.

"Saat aku hamil dan berjalan ke rumah tiba-tiba seorang pria meneriakiku, 'Terrorist go home!'. Beberapa orang juga mengusirku agar kembali ke negaraku," cerita Clarke.

Bukan hanya diteriaki, Clarke juga hampir celaka karena beberapa orang tiba-tiba menyundutnya dengan rokok agar jilbabnya terbakar. Awalnya Clarke merasa buruk akan hal tersebut namun seiring berjalannya waktu ia menjadi terbiasa dan lebih waspada. Namun kemudian ia berpikir masih banyak wanita di dunia ini yang memiliki pengalaman buruk karena mereka memilih memakai jilbab.

Clarke lalu terpikir untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat agar bisa memandang wanita berhijab normal seperti wanita pada umumnya, ia mengumpulkan teman-temannya untuk membuat film yang berisi puisi serta imbauan kepada masyarakat agar lebih menghargai akan adanya perbedaan.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads