Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pelari Wanita Ini Ingin Jadi Hijabers Pertama yang Tampil di Sampul Majalah

Arina Yulistara - wolipop
Kamis, 30 Jul 2015 18:06 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ist.
Jakarta - Hijab tidak lagi menjadi kendala untuk beraktivitas. Bahkan banyak hijabers yang memilih untuk menjadi atlet sesuai dengan minatnya. Seperti Rahaf Khatib yang merupakan seorang atlet lari asal Amerika dan tidak pernah merasa terganggu dengan jilbabnya.

Wanita 31 tahun itu dikenal sebagai atlet lari asal Dearborn, Michigan, Amerika Serikat. Ia pernah mengikuti beberapa lomba lari marathon di Amerika seperti Detroit Free Press Marathon dan Bank of America Chicago Marathon. Tak jarang Rahaf memenangkan berbagai perlombaan lari yang pernah diikutinya.

Di awal bulan ini, wanita kelahiran Damaskus, Suriah, itu tak ingin hanya sekadar menjadi pelari dalam lingkup nasional namun juga international. Oleh sebab itu, ia tertarik mengikuti kontes pemilihan model untuk menjadi sampul majalah Runner's World, sebuah majalah olahraga untuk komunitas atlet lari dunia yang sering menjadi panduan untuk latihan hingga pengukuran gizi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontes tersebut mengandalkan voting dan kini ia menempati peringkat kedelapan. Penentuan suara akan berlangsung pada Agustus mendatang. Ia berharap bisa memenangkan kontes dan menjadi hijabers pertama yang berada di sampul depan majalah Runner's World.

"Aku ingin memfokuskan energiku untuk ini karena tidak pernah sebelumnya sampul menampilkan seseorang yang memakai hijab," tutur Rahaf seperti dikutip dari Arabamericannews.

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Rahaf memenuhi persyaratan untuk mengikuti kontes tersebut karena pernah banyak kejuaran lari dalam beberapa tahun belakangan ini. Rahaf juga berharap bisa menjadi pemenang agar bisa memotivasi hijabers lainnya. Ia ingin menunjukkan bahwa dengan memakai hijab tidak akan membatasi aktivitas seorang wanita.

Rahaf bercerita kalau ia tidak pernah melihat hijabers yang mengikuti kompetisi lari. Banyak orang berpikir kalau hijabers tidak bisa menjadi atlet lari karena busana yang serba tertutup. Oleh karena itu, ia ingin mengubah stigma tersebut agar masyarakat tidak lagi memandang wanita berhijab dengan sebelah mata.

"Mungkin beberapa orang berpikir bahwa wanita berhijab tidak bisa menjadi pelari karena harus serba tertutup. Namun aku merasa memakai jilbab seharusnya tidak menghentikan Anda terhadap apa yang memang Anda sukai," tambah Rahaf.

Wanita lulusan Wayne State University itu juga mengatakan kalau ia telah menjadikan lari menjadi gaya hidup. Dikatakannya, lari bisa membuat hidup menjadi lebih sehat. Ia selalu setia melakoninya walaupun mengenakan hijab.

 (aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads