Ini Cara Remaja Amerika Lawan Bullying karena Berhijab
Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 15 Jul 2015 15:00 WIB
Jakarta
-
Sebagian masyarakat Amerika masih menganut Islamophobia. Oleh sebab itu, beberapa wanita berhijab yang mengidentitaskan seorang muslimah masih sering mengalami diskriminasi. Tidak hanya berlaku pada wanita dewasa, anak-anak pun mengalaminya.
Remaja Amerika berusia 13 tahun, Sumaiya Mahee, mengaku beberapakali di-bully oleh teman-teman sebayanya karena berhijab. Bahkan tak jarang ia disebut sebagai teroris karena tak pernah melepas jilbabnya ketika pergi ke sekolah. Beberapa temannya juga menjauhinya karena identitasnya sebagai seorang muslim.
"Sulit memang untuk menghadapinya terutama ketika saya dipandang sebagai teroris oleh mereka (teman-temannya)," tutur Sumaiya seperti dikutip dari OnIslam.
Sumaiya pun berkisah, ketika ia, kakaknya, dan temannya pulang dari masjid di suatu malam dengan menggunakan jilbab, mereka kemudian diteriakkan oleh dua orang tak dikenal, "Danger! It's the Muslims!". Hal tersebut tentu membuat mereka ketakutan takut akan tindakan negatif dari orang lain yang tidak suka dengan hijabnya.
Awalnya Sumaiya merasa sedih namun lambat laun ia menjadi semakin kuat. Bahkan sikap diskriminasi tersebut mendorong Sumaiya untuk melawan stereotip yang terjadi di masyarakat Amerika. Ia kemudian menulis esai berjudul 'You're Not Who You Say You Are: Beyond the Single Story' untuk tugas sekolah.
Esai tersebut berisi tentang stereotip mengenai wanita muslim di dunia. Sumaiya menuliskan kalau ia hanyalah gadis lugu yang ingin menjalankan hidup layaknya masyarakat lainnya. Ia bukan seseorang yang akan menyakiti dunia dengan kekerasan.
"Pemboman di Boston Marathon mungkin dilakukan oleh seorang anak laki-laki dari Bangladesh jadi aku terlihat seperti para teroris yang telah melakukan itu. Aku muslim dan dari Bangladesh, tapi itu tidak berarti aku adalah seorang teroris atau seseorang yang akan menyakiti masyarakat," tulisnya.
Tak disangka esai yang ditulis oleh siswi Kennedy-Longfellow School itu menjadi populer hingga dipublikasikan di Public Radio International’s Global Nation Education. Setelah diterbitkan, Sumaiya semakin dikenal dan ia kian berani untuk menyuarakan kepada anak-anak lainnya agar berusaha merepresentasikan seorang muslim yang baik ketika mendapatkan prilaku diskriminasi.
Sumaiya pun berharap sekolah-sekolah di Amerika mulai mengajarkan adanya keragaman dan mendorong para siswa untuk membuat dialog terbuka. Menurutnya, ini juga menjadi salah satu cara untuk mengubah pandangan sebelah mata mengenai Islam di masyarakat.
"Dibutuhkan waktu lama untuk mengubah pola pikir masyarakat. Sekolah harus memberikan siswanya sarana untuk melihat kalau kita adalah sama walaupun dibesarkan dalam latar belakang berbeda. Itu langkah pertama untuk membuat perubahan," ujarnya kemudian.
(aln/aln)
Remaja Amerika berusia 13 tahun, Sumaiya Mahee, mengaku beberapakali di-bully oleh teman-teman sebayanya karena berhijab. Bahkan tak jarang ia disebut sebagai teroris karena tak pernah melepas jilbabnya ketika pergi ke sekolah. Beberapa temannya juga menjauhinya karena identitasnya sebagai seorang muslim.
"Sulit memang untuk menghadapinya terutama ketika saya dipandang sebagai teroris oleh mereka (teman-temannya)," tutur Sumaiya seperti dikutip dari OnIslam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya Sumaiya merasa sedih namun lambat laun ia menjadi semakin kuat. Bahkan sikap diskriminasi tersebut mendorong Sumaiya untuk melawan stereotip yang terjadi di masyarakat Amerika. Ia kemudian menulis esai berjudul 'You're Not Who You Say You Are: Beyond the Single Story' untuk tugas sekolah.
Esai tersebut berisi tentang stereotip mengenai wanita muslim di dunia. Sumaiya menuliskan kalau ia hanyalah gadis lugu yang ingin menjalankan hidup layaknya masyarakat lainnya. Ia bukan seseorang yang akan menyakiti dunia dengan kekerasan.
"Pemboman di Boston Marathon mungkin dilakukan oleh seorang anak laki-laki dari Bangladesh jadi aku terlihat seperti para teroris yang telah melakukan itu. Aku muslim dan dari Bangladesh, tapi itu tidak berarti aku adalah seorang teroris atau seseorang yang akan menyakiti masyarakat," tulisnya.
Tak disangka esai yang ditulis oleh siswi Kennedy-Longfellow School itu menjadi populer hingga dipublikasikan di Public Radio International’s Global Nation Education. Setelah diterbitkan, Sumaiya semakin dikenal dan ia kian berani untuk menyuarakan kepada anak-anak lainnya agar berusaha merepresentasikan seorang muslim yang baik ketika mendapatkan prilaku diskriminasi.
Sumaiya pun berharap sekolah-sekolah di Amerika mulai mengajarkan adanya keragaman dan mendorong para siswa untuk membuat dialog terbuka. Menurutnya, ini juga menjadi salah satu cara untuk mengubah pandangan sebelah mata mengenai Islam di masyarakat.
"Dibutuhkan waktu lama untuk mengubah pola pikir masyarakat. Sekolah harus memberikan siswanya sarana untuk melihat kalau kita adalah sama walaupun dibesarkan dalam latar belakang berbeda. Itu langkah pertama untuk membuat perubahan," ujarnya kemudian.
(aln/aln)
Fashion
Butuh Tas yang Bikin Penampilan Makin Elegan? Tas Kulit dari ROUNN Ini Harus Kamu Miliki Sekarang!
Health & Beauty
Kenapa Diet Gagal Terus? Ternyata Kamu Butuh Belance Fat Burner Max untuk Boost Metabolisme
Fashion
Polo Rajut Jadi Senjata Rahasia Cowok yang Keliatan Rapi Low Effort
Health & Beauty
Rekomendasi 3 Laneige Neo Cushion Favorit Banyak Orang, Kulit Auto Flawless dan Tahan Seharian!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Most Popular
1
6 Artis Libur Tahun Baru 2026 ke Luar Negeri Bareng Pacar, Makin Lengket
2
Ramalan Zodiak Aquarius 2026: Karier Bersinar, Asmara Menghangat
3
Ramalan Zodiak Pisces 2026: Kesempatan Emas Terbuka, Jangan Salah Langkah
4
5 Gaya Ariana Grande Bak Peri di Red Carpet Critics Choice Awards 2026
5
Heboh Rumor Park Bo Gum Gay, Foto Lawas dengan Mantan Pacar Jadi Sorotan
MOST COMMENTED











































