Moshaict by Itang Yunaz Rilis Busana Muslim Tabrak Motif dan Warna
Rahmi Anjani - wolipop
Senin, 08 Jun 2015 07:35 WIB
Jakarta
-
Berbagai pilihan busana ditawarkan para desainer Tanah Air untuk melengkapi gaya muslimah di bulan Ramadan. Jika ingin tampil menarik atensi, Anda bisa melirik koleksi dari merek Moshaict. Berkolaborasi dengan desainer Itang Yunaz, brand busana muslimah itu menawarkan busana penuh warna dan motif yang saling bertabrakan namun tetap harmonis.
Itang ternyata memang ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dan tak lazim untuk lebaran kali ini. Ia pun menerapkan tema Digital Fusion yang menggabungkan motif floral dan grafis. Koleksi ini memiliki nuansa etnik karena beberapa corak diambil dari kain-kain tradisional Indonesia, seperti dari Toraja, Borneo, dan Bali.
Agar unik, corak-corak tersebut dipecah dan digabungkan dalam satu tampilan. Tak heran, jika busana Itang cukup ramai motif penuh warna pelangi. "Kita coba memasukkan yang nggak lazim saja, bahkan ada beberapa print yang keluarnya salah tapi hasilnya sesuatu yang baru," kata Itang seusai fashion show di Pesona Ramadhan Fashion Delight di Atrium Senayan, Senayan City, Jakarta Selatan, Minggu (6/6/2015).
Sebanyak 24 tampilan pun disuguhkan. Umumnya busana yang dihadirkan merupakan perpaduan outer dengan celana pipa atau rok maksi. Luaran berstuktur cocoon ternyata sengaja dikeluarkan Itang agar para pelanggan yang memiliki tubuh besar bisa menyamarkan bentuk badannya. Ia pun menawarkan sejumlah alternatif item fashion, seperti sepatu legging bermotif floral. Sementara untuk mempermanis tampilan dihadirkan pula aksen obi.
Beberapa tampilan menariknya seperti, jubah yang dipadukan dengan celana high waisted. Dua item yang memiliki motif floral serupa ini dipasangkan dengan kaus berwarna hijau sehingga tampak segar. Adapun gamis bermotif garis di atas dan floral di bawah dengan aksen ikat di bagian samping. Untuk opsi yang lebih sederhana, tersedia gamis bercorak bunga A-line berlipit.
Jika melihat begitu ramainya warna dan motif dalam koleksi Digital Fushion, rasanya tidak semua orang berani menerapkan seutuhnya. Namun menurut Itang, itu semua kembali pada selera masing-masing orang. Ia pun mengatakan jika tampilan seperti ini kerap digemari para muslimah di Indonesia bagian Timur.
"Setiap negeri, setiap daerah ada perbedaan yang cukup signifikan. Kalau di Padang lebih suka one piece tidak banyak mote-mote. Kalau di Banjarmasin harus full batu-batu dan warna. Tapi saya bilang hati-hati kalau terlalu banyak warna bisa membuat kita tampak pendek." saran pria yang fokus dalam busana muslimah sejak tahun 2000 itu.
Untuk material, Itang banyak menggunakan scuba foam, duchess, chiffon, organdi, serta satin. Rangkaian busana ini pun ditawarkan dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 2 jutaan. (ami/kik)
Itang ternyata memang ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dan tak lazim untuk lebaran kali ini. Ia pun menerapkan tema Digital Fusion yang menggabungkan motif floral dan grafis. Koleksi ini memiliki nuansa etnik karena beberapa corak diambil dari kain-kain tradisional Indonesia, seperti dari Toraja, Borneo, dan Bali.
Agar unik, corak-corak tersebut dipecah dan digabungkan dalam satu tampilan. Tak heran, jika busana Itang cukup ramai motif penuh warna pelangi. "Kita coba memasukkan yang nggak lazim saja, bahkan ada beberapa print yang keluarnya salah tapi hasilnya sesuatu yang baru," kata Itang seusai fashion show di Pesona Ramadhan Fashion Delight di Atrium Senayan, Senayan City, Jakarta Selatan, Minggu (6/6/2015).
Sebanyak 24 tampilan pun disuguhkan. Umumnya busana yang dihadirkan merupakan perpaduan outer dengan celana pipa atau rok maksi. Luaran berstuktur cocoon ternyata sengaja dikeluarkan Itang agar para pelanggan yang memiliki tubuh besar bisa menyamarkan bentuk badannya. Ia pun menawarkan sejumlah alternatif item fashion, seperti sepatu legging bermotif floral. Sementara untuk mempermanis tampilan dihadirkan pula aksen obi.
Beberapa tampilan menariknya seperti, jubah yang dipadukan dengan celana high waisted. Dua item yang memiliki motif floral serupa ini dipasangkan dengan kaus berwarna hijau sehingga tampak segar. Adapun gamis bermotif garis di atas dan floral di bawah dengan aksen ikat di bagian samping. Untuk opsi yang lebih sederhana, tersedia gamis bercorak bunga A-line berlipit.
Jika melihat begitu ramainya warna dan motif dalam koleksi Digital Fushion, rasanya tidak semua orang berani menerapkan seutuhnya. Namun menurut Itang, itu semua kembali pada selera masing-masing orang. Ia pun mengatakan jika tampilan seperti ini kerap digemari para muslimah di Indonesia bagian Timur.
"Setiap negeri, setiap daerah ada perbedaan yang cukup signifikan. Kalau di Padang lebih suka one piece tidak banyak mote-mote. Kalau di Banjarmasin harus full batu-batu dan warna. Tapi saya bilang hati-hati kalau terlalu banyak warna bisa membuat kita tampak pendek." saran pria yang fokus dalam busana muslimah sejak tahun 2000 itu.
Untuk material, Itang banyak menggunakan scuba foam, duchess, chiffon, organdi, serta satin. Rangkaian busana ini pun ditawarkan dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 2 jutaan. (ami/kik)











































