Sunsilk Hijab Hunt 2015
Dian Pelangi 10 Kali Menangis di Audisi Sunsilk Hijab Hunt, Apa Sebabnya?
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 26 Mei 2015 07:06 WIB
Jakarta
-
Dian Pelangi merupakan salah satu juri Sunsilk Hijab Hunt 2015. Saat audisi di Bandung, desainer 24 tahun itu menangis berkali-kali ketika berhadapan dengan lima puluh besar peserta asal Jawa Barat, apa yang membuat Dian menangis?
Dian mengaku ia merasa sangat tersentuh dengan jawaban para hijabers Bandung. "Iya berkali-kali ditambah berkaca-kacanya, sepuluh kali ada kayaknya," tutur Dian saat diwawancarai Wolipop.
Desainer lulusan sekolah ESMOD itu mengatakan cerita di balik kehidupan serta motivasi para peserta ikut Sunsilk Hijab Hunt 2015 seolah mengiris hatinya. Seperti ketika hijabers cantik berusia 19 tahun yang memiliki bakat bermain gendang lalu menceritakan latar belakang keluarga serta kerja kerasnya selama ini. Dian terlihat menitikkan air mata.
Kemudian ada pula momen di mana desainer yang baru saja pamer karya di New York itu bertanya kepada peserta mengenai motivasinya ikut Sunsilk Hijab Hunt 2015. Ketika peserta menjawab motivasinya adalah demi ibu sambil menangis, Dian pun ikut terharu. Ia mengatakan perasaannya sensitif bila sudah berkaitan dengan orangtua.
"Aku gampang nangis kalau sudah menyangkut orangtua apalagi ibu," tambahnya kemudian.
Saat audisi di Bandung, Dian pun telah mengeluarkan golden ticket miliknya untuk hijabers asal Cirebon, Reginia R. Jeni. Mahasiswi Universitas Padjajaran itu berhasil merebut hati Dian lewat tutur kata serta bakat yang ia miliki. Selain itu, alasannya mengikuti ajang garapan Detikcom dan Trans7 ini hanya karena ibu membuat Dian tak sanggup menahan air matanya.
Dian pun menghampiri Reginia secara langsung dan memeluknya sambil menangis. Ia bukan menangis karena sedih tapi lebih terhadap perasaan haru dengan jawaban peserta berusia 20 tahun itu.
"Menurutku orang yang memuliakan orangtua itu hebat. Bahkan dia sampai tulis di kaca dia harus bisa umrahin mama di 2015. Di situ aku berasa perjuangan dia, dulu aku juga berjuang demi orangtua," pungkas wanita kelahiran 14 Januari 1991 itu.
(Arina Yulistara/Ferdy Thaeras)
Dian mengaku ia merasa sangat tersentuh dengan jawaban para hijabers Bandung. "Iya berkali-kali ditambah berkaca-kacanya, sepuluh kali ada kayaknya," tutur Dian saat diwawancarai Wolipop.
Desainer lulusan sekolah ESMOD itu mengatakan cerita di balik kehidupan serta motivasi para peserta ikut Sunsilk Hijab Hunt 2015 seolah mengiris hatinya. Seperti ketika hijabers cantik berusia 19 tahun yang memiliki bakat bermain gendang lalu menceritakan latar belakang keluarga serta kerja kerasnya selama ini. Dian terlihat menitikkan air mata.
Kemudian ada pula momen di mana desainer yang baru saja pamer karya di New York itu bertanya kepada peserta mengenai motivasinya ikut Sunsilk Hijab Hunt 2015. Ketika peserta menjawab motivasinya adalah demi ibu sambil menangis, Dian pun ikut terharu. Ia mengatakan perasaannya sensitif bila sudah berkaitan dengan orangtua.
"Aku gampang nangis kalau sudah menyangkut orangtua apalagi ibu," tambahnya kemudian.
Saat audisi di Bandung, Dian pun telah mengeluarkan golden ticket miliknya untuk hijabers asal Cirebon, Reginia R. Jeni. Mahasiswi Universitas Padjajaran itu berhasil merebut hati Dian lewat tutur kata serta bakat yang ia miliki. Selain itu, alasannya mengikuti ajang garapan Detikcom dan Trans7 ini hanya karena ibu membuat Dian tak sanggup menahan air matanya.
Dian pun menghampiri Reginia secara langsung dan memeluknya sambil menangis. Ia bukan menangis karena sedih tapi lebih terhadap perasaan haru dengan jawaban peserta berusia 20 tahun itu.
"Menurutku orang yang memuliakan orangtua itu hebat. Bahkan dia sampai tulis di kaca dia harus bisa umrahin mama di 2015. Di situ aku berasa perjuangan dia, dulu aku juga berjuang demi orangtua," pungkas wanita kelahiran 14 Januari 1991 itu.
(Arina Yulistara/Ferdy Thaeras)










































