Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sunsilk Hijab Hunt 2015

Foto: Ketika Ruang Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2015 Diramaikan Tari Toraja

wolipop
Sabtu, 16 Mei 2015 17:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta - Peserta Sunsilk Hijab Hunt 2015 memang dituntut untuk menunjukkan bakat‎. Cukup banyak dari mereka yang memamerkan keahlian dalam menari. Salah satu yang cukup menarik ditampilkan oleh kontestan bernama Nurfadilah Syamsuddin. Wanita yang sedang menuntut ilmu di Universitas Hasanuddin tersebut memperlihatkan tarian khas daerahnya yaitu Tari Toraja. Penampilannya ini cukup mengundang perhatian karena menghadirkan rombongan pemain perkusi.

1. Menarik Atensi

Sebelum memasuki ruang audisi, rombongan pemain perkusi dari wanita yang akrab disapa Dila itu memang sudah cukup menarik perhatian. ‎Begitu pula ketika mereka masuk. Banyak orang yang penasaran ingin melihat.

2. Persiapan

Sebelum melakukan tarian, Dila bersiap-siap. Jika peserta lain menghadirkan musik melalui rekaman, maka Dila menghadirkan live music dari rombongan perkusinya. Mereka mempersiapkan diri dengan mengambil tempat di bagian belakang. ‎Dila juga siap-siap memasang topi sebagai bagian dari kostum tari.

3. Tari Toraja

Tari Toraja merupakan tarian khas Makassar. Umumnya pertunjukan itu dihadirkan dalam acara-acara besar, misalnya pernikahan. Dila mengaku sudah belajar menari sejak kecil‎. Namun ia baru serius dan mendapat panggilan untuk menari di beberapa acara saat kuliah.

4. Perkusi

Para pria yang didaulat untuk menabuh gendang demi mengiringi tarian Dila ternyata merupakan teman-teman kuliahnya. Dila dan mereka tergabung dalam sebuah sanggar di universitas. Wanita yang sering ikut ajang kompetisi modeling itu mengaku sena‎ng punya teman yang mendukungnya.

5. Topi Sempat Copot

Dila sempat gugup di tengah-tengah menari. Pasalnya topi tinggi yang dia kenakan ‎sempat copot beberapa kali. Namun ia tetap berusaha tenang kemudian meneruskan tarian.

Sebagian orang menilai jika hijabers tidak seharusnya menari atau berlenggak-lenggok di depan umum. Dila menyatakan bahwa ia tidak takut dipandang negatif karena menari dengan berkerudung. "Saya juga tidak menerima yang terlalu gimana. Ini untuk meneruskan tradisi juga," ungkap Dila di Wisma Kalla, Jalan Dr. Samratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/5/2015). ‎
(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads