Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sunsilk Hijab Hunt 2015

Tangis Hijabers Medan Saat Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2015

wolipop
Selasa, 12 Mei 2015 14:43 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Eny Kartikawati/Wolipop
Jakarta -

Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2015 ‎di Medan baru saja selesai digelar. Ratusan hijabers menyerbu audisi ini, namun hanya 50 orang yang terpilih untuk melakukan penjurian bersama Dian Pelangi.

Penjurian bersama Dian Pelangi dilakukan pada Senin (11/5/2015) setelah sebelumnya juri dari Detikcom melakukan seleksi awal pada ratusan peserta yang sudah datang langsung ke lokasi audisi di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Center. Saat penjurian bersama desainer busana muslim ini berlangsung, tak sedikit peserta yang menumpahkan air matanya.

Air mata hijabers ini menetes karena berbagai sebab. Peserta bernama Fransiska Af‎ani misalnya, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan motivasinya mengikuti audisi Sunsilk Hijab Hunt 2015 di Medan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hijabers asal Padang itu ingin membahagiakan ibunya yang selama ini sudah membesarkan dirinya dan adik-adiknya setelah sang ayah meninggalkan mereka begitu saja. "Kalau dapat hadiah umrah, aku ingin hadiahnya untuk ibu," kata wanita yang menempuh perjalanan 44 jam dari Padang ke Medan karena bus yang ditumpanginya dua kali mogok di jalan.

Peserta lainnya yang juga tak kuasa menahan air mata di hadapan Dian Pelangi adalah‎ Rusfa Tursina. Wanita cantik asal Aceh ini menangis saat teringat bencana tsunami yang menimpa keluarganya.

Rusfa saat ini hanya hidup bersama ayahnya. Ibu dan adik-adiknya meninggal saat tsunami menerjang rumah mereka. Dia dan sang ayah selamat karena saat itu ayahnya tengah mengantarnya pergi ke sebuah acara.

Penyebab air mata hijabers Medan menetes saat audisi ini bukan hanya karena kisah mengharukan mereka bersama keluarga. Tak sedikit juga peserta yang menangis haru karena bisa bertemu Dian Pelangi yang mereka idolakan karena sosoknya sangat menginspirasi.

‎"Aku ikut acara ini karena memang mau jumpa Mba Dian. Aku terinspirasi pakai jilbab juga setelah lihat Mba Dian di majalah," ujar peserta bernama Fitriya Arifin yang menangis tersedu-sedu ketika akhirnya bisa bertemu Dian Pelangi, sosok yang diidolakannya sejak SMA.

Mahasiswi 21 tahun sampai tidak bisa mengekspresikan rasa bahagianya karena akhirnya dapat bertatap muka langsung dengan desainer asal Palembang itu. Dia pun merasa bangga karena bisa menunjukkan bakatnya di dunia tarik suara di depan wanita yang diidolakannya sejak lama.

(eny/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads