Sunsilk Hijab Hunt 2015
Tangis Hijabers Medan Saat Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2015
Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2015 di Medan baru saja selesai digelar. Ratusan hijabers menyerbu audisi ini, namun hanya 50 orang yang terpilih untuk melakukan penjurian bersama Dian Pelangi.
Penjurian bersama Dian Pelangi dilakukan pada Senin (11/5/2015) setelah sebelumnya juri dari Detikcom melakukan seleksi awal pada ratusan peserta yang sudah datang langsung ke lokasi audisi di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention Center. Saat penjurian bersama desainer busana muslim ini berlangsung, tak sedikit peserta yang menumpahkan air matanya.
Air mata hijabers ini menetes karena berbagai sebab. Peserta bernama Fransiska Afani misalnya, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan motivasinya mengikuti audisi Sunsilk Hijab Hunt 2015 di Medan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta lainnya yang juga tak kuasa menahan air mata di hadapan Dian Pelangi adalah Rusfa Tursina. Wanita cantik asal Aceh ini menangis saat teringat bencana tsunami yang menimpa keluarganya.
Rusfa saat ini hanya hidup bersama ayahnya. Ibu dan adik-adiknya meninggal saat tsunami menerjang rumah mereka. Dia dan sang ayah selamat karena saat itu ayahnya tengah mengantarnya pergi ke sebuah acara.
Penyebab air mata hijabers Medan menetes saat audisi ini bukan hanya karena kisah mengharukan mereka bersama keluarga. Tak sedikit juga peserta yang menangis haru karena bisa bertemu Dian Pelangi yang mereka idolakan karena sosoknya sangat menginspirasi.
"Aku ikut acara ini karena memang mau jumpa Mba Dian. Aku terinspirasi pakai jilbab juga setelah lihat Mba Dian di majalah," ujar peserta bernama Fitriya Arifin yang menangis tersedu-sedu ketika akhirnya bisa bertemu Dian Pelangi, sosok yang diidolakannya sejak SMA.
Mahasiswi 21 tahun sampai tidak bisa mengekspresikan rasa bahagianya karena akhirnya dapat bertatap muka langsung dengan desainer asal Palembang itu. Dia pun merasa bangga karena bisa menunjukkan bakatnya di dunia tarik suara di depan wanita yang diidolakannya sejak lama.
(eny/ami)











































