Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tren Busana Pengantin Syar'i

Mulai Tren di 2014, Baju Pengantin Syar'i Kini Semakin Dilirik Hijabers

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 08 Mei 2015 09:57 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Semakin banyak wanita Indonesia yang berhijab dan ingin mengindahkan kaidah-kaidah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah dengan mengenakan busana muslimah syar'i yang tidak membentuk lekukan tubuh dan memakai hijab yang menutupi bagian dada.

Tak hanya menerapkannya pada busana sehari-hari saja, rupanya para wanita ini juga ingin mengenakan busana yang syar'i pada momen bahagianya, yakni menikah. Busana yang longgar dan tidak menerawang tersebut kini mulai banyak dipakai oleh para muslimah, termasuk juga beberapa selebriti Oki Setiana Dewi, Risty Tagor, dan Yulia Rachman. Lantas sebenarnya, sejak kapan busana pengantin syar'i ini menjadi tren?

Dua desainer yang piawai dalam mendesain busana pengantin muslimah, Irna Mutiara dan Ayu Dyah Andari sepakat mengatakan perkembangan tren busana pengantin syar'i dimulai sejak 2014. Banyak para wanita yang sudah semakin menyadari akan hakikat busana muslim dan ingin memperbaiki penampilan dengan mengenakan busana syar'i.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Indonesia busana muslim kan juga dipakai untuk beraktivitas, termasuk untuk kegiatan sehari-hari maupun saat menikah. Mereka yang sudah berhijab dan berpenampilan syar'i juga memiliki kebutuhan untuk mengenakan busana pengantin yang juga syar'i saat menikah," ungkap Irna saat dihubungi Wolipop via telepon, Senin (4/5/2015).

Pemilik label Irna La Perle ini mengatakan kehadiran busana pengantin syar'i ini didasari atas kebutuhan wanita berhijab. Menurutnya, semakin banyak wanita yang mantap untuk mengenakan hijab mengakibatkan meningkatnya kebutuhan untuk mengenakan busana pengantin sya'ri saat menikah.

"Kalau seseorang sudah memutuskan untuk mengenakan busana muslim karena ingat akan Tuhan, pasti dia juga akan mencari busana pengantin muslimah saat menikah. Nggak mungkin kan kalau dia sehari-hari pakai busana muslim, saat menikah nggak pakai," lanjut desainer 45 tahun itu.

Menurut Irna, sejak tahun lalu seolah ada permintaan pasar atau demand yang besar akan busana pengantin syar'i. Maka dari itu ia sebagai seorang desainer mengemban tugas untuk mewujudkan keinginan para wanita tersebut dengan menghadirkannya melalui koleksi rancangannya yang didapat dari berbagai ide dan inspirasi.

Sedangkan Ayu merasa, menggunakan busana muslim yang syar'i sejatinya membutuhkan proses terlebih dahulu. Berawal dari mulai mencoba untuk berhijab dan merasa nyaman, kemudian belajar mengenakan pakaian longgar yang tidak membentuk lekuk tubuh, hingga memilih hijab yang menutup dada.

"Kalau saya lihat sekarang busana syar'i, baik daily wear atau busana pengantin sepertinya mulai menjadi suatu tren yang positif. Banyak wanita muslimah yang mau ikut tren itu dan ternyata cocok-cocok saja," kata ibu dua anak ini saat dihubungi Wolipop pada hari yang sama.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads