Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sunsilk Hijab Hunt 2015

Kisah Hijabers yang Naik Motor 10 Jam Demi Ikut Sunsilk Hijab Hunt 2015

wolipop
Senin, 04 Mei 2015 08:17 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina/Wolipop
Jakarta -

Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2015 baru saja diselenggarakan di Surabaya. Peserta yang tinggal di Jawa Timur telah berkumpul untuk mengikuti audisinya kemarin, Minggu (3/5/2015). Banyak cerita di balik kedatangan para peserta untuk mengikuti audisi pencarian muslimah berbakat ini.

Salah satunya datang dari seorang mahasiswa berusia 21 tahun, Umi Fadilah, yang memiliki cerita menarik di balik kedatangannya mengikuti Sunsilk Hijab Hunt 2015. Umi menjadi peserta yang melakukan perjalanan jauh dengan jarak tempuh hingga 10 jam. Ia berangkat dari kota asalnya, Jember ke Surabaya yang berjarak kurang lebih 200 kilometer.

Mahasiswi Universitas Jember itu mengatakan berangkat saat dini hari sekitar pukul 03.00 dan baru tiba di lokasi pukul 13.00 menggunakan sepeda motor. Meski menempuh jarak yang jauh namun ia merasa senang dan bersyukur karena belum terlambat untuk melakukan registrasi ulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah tidak telat, saya ikut ini karena nekat sih makanya saya naik motor. Kalau naik bus dari Surabaya ke Jember jauh, nggak sampai jamnya nanti," tutur Umi saat berbincang dengan Wolipop di Gedung Dyandra Convention Center (DCC), Jl. Basuki Rachmat, Surabaya, Minggu (3/5/2015).

Melanjutkan perbincangan, Umi mengaku kalau ia tak pernah mengikuti kontes kecantikan atau pencarian muslimah seperti ini sebelumnya. Namun karena hadiahnya besar berupa uang tunai puluhan juta rupiah dan perjalanan umrah gratis, ia rela menempuh perjalanan jauh untuk ikut audisi.

Mahasiswi asal Mojokerto itu mengatakan ingin membantu ekonomi kedua orangtuanya. Maka bila ia bisa menang, hadiah tentu akan diberikan oleh kedua orangtua. Ia pun tak malu menceritakan bahwa dirinya saat ini kuliah karena bantuan beasiswa sekolah dan setiap hari bekerja untuk mengajar les pendidikan mulai dari Biologi, Fisika, Kimia, dan hampir semua pelajaran akademis yang ia kuasai.

Tidak hanya itu, Umi yang merasa menjadi tulang punggung keluarga demi membantu ayahnya yang merupakan seorang pedagang cilok keliling, ia juga mencari uang dari menyanyi. Ia tak pernah patah semangat untuk membantu keluarga.

"Ayah saya idola saya. Saya ingin seperti beliau yang nggak pernah menyerah dalam kondisi apa pun, saya yakin kalau ayah punya uang lebih banyak pasti bisa sukses karena ayah saya kreatif makanya saya ikut audisi ini," tandasnya sambil tersenyum.

Mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Jember itu menambahkan, meski tak pernah mengikuti ajang kecantikan namun ia memiliki prestasi di bidang lain yaitu menulis. Umi mengatakan karya tulisannya sudah sering dibukukan oleh penerbit lokal. Beberapa cerpen yang dibuatnya juga sering diterbitkan di majalah. Dari situ, Umi mengatakan juga mendapatkan cukup rezeki untuk diri dan keluarganya.

(aln/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads