Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Laporan dari Selangor

Siti Khadijah, Brand Mukena Terbesar Malaysia Buatan Pengrajin Indonesia

wolipop
Sabtu, 25 Apr 2015 09:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Siti Khadijah
Jakarta - Pakaian salat wanita atau yang biasa disebut mukena kini tidak lagi tampil konservatif hanya bernuansa putih polos dan dihiasi renda. Sudah banyak produsen yang merilis koleksi mukena bernuansa colorful. Meski demikian, beberapa brand masih bertahan konsisten mengeluarkan mukena warna putih.

Salah satunya brand mukena premium asal Malaysia, Siti Khadijah (SK). Label yang didirikan sejak 2009 itu masih mendominasi koleksinya dengan nuansa putih. Hanya saja sedikit ditambahkan aksen bordir yang simpel. Sentuhan renda di bagian pinggir tetap dihadirkannya agar terkesan klasik. SK kini telah berkembang pesat dan menjadi salah satu label mukena terbesar di Malaysia.

Biarpun menjadi brand premium terbesar di Malaysia namun tidak seluruh produksinya diselesaikan di negeri jiran tersebut. Bahkan 80 persen produksi mukena SK dilakukan oleh orang Indonesia.

"Sekitar 80% produksinya made in Indonesia, hanya pengerjaan bagian wajahnya saja di sini. Bahan-bahan juga banyak dari sana, kita juga pakai bordir atau sulam dari Indonesia. Di sini juga banyak pekerjanya dari Indonesia, seperti Jambi, Madura, Riau," ujar Padzilah Enda Sulaiman selaku pemilik brand SK ketika media gathering di butiknya, Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia, Jumat (24/4/2015).

Padzilah kini telah memiliki 70 karyawan. Wanita yang hobi menjahit ini pun menambahkan, 20% mukenanya diproduksi di Malaysia. Yang dibuat di negerinya adalah desain khusus di bagian wajah yang memiliki ukuran dan itulah yang menjadi ciri khas. Ia ingin menggabungkan antara hasil pengerjaan orang Indonesia serta Malaysia. Menurut Padzilah, para pengrajin Indonesia memiliki kemampuan yang hebat dalam mengolah bahan. Sementara di Malaysia, sulit ditemukan SDM yang memiliki skill seperti orang Indonesia.

Material seperti rayon, polyester, satin, katun, dan berbagai kain lain yang dikirimkan juga memiliki kualitas sangat baik sehingga cocok untuk target pasarnya yang merupakan menengah ke atas. Setelah membuka beberapa butik di Malaysia dan meluncurkan toko online, Padzilah saat ini sedang berencana membuka butik di Tanah Air.

Wanita 52 tahun itu menargetkan bulan Ramadan tahun ini sekitar Juni nanti akan membuka butik di Indonesia. Rencananya butik pertama SK dibuka di mal fX Lifestyle, Senayan, Jakarta Pusat. Padzilah melihat bahwa Indonesia menjadi pusat mukena terbesar dari negara lain. Oleh karena itu, ia sangat tertarik membuka butik di Indonesia.

Padzilah pun sudah mempelajari pangsa pasarnya di Indonesia. Ia mengatakan bahwa di Indonesia sudah banyak produsen mukena yang menawarkan desain menarik untuk para muslimah. Meski demikian ia tak takut kalah saing walaupun mukena yang ditawarkan tampak simpel dan didominasi warna putih. Sementara di negeri ini, mukena yang colorful cukup banyak diminati oleh masyarakat terutama yang masih berusia muda.

"Di Malaysia muslimah senang pakai yang simpel kalau di Indonesia lebih beragam dan banyak suka pakai yang ramai (bermotif). Tapi setelah saya pelajari, di Jakarta lebih banyak yang suka simpel beda dengan jual online yang cakupannya luas sehingga banyak yang colorful dan ramai. Desain yang ramai lebih disukai remaja," tambah Padzilah.

Target pasarnya memang bukanlah remaja namun wanita dewasa usia 25 sampai 50 tahun. Padzilah berharap produknya nanti bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Harga yang ditawarkan sama seperti di Malaysia mulai dari Rp 800 ribuan. Setelah membuka butik di Jakarta, di 2016 nanti ia juga berencana mendirikan toko di Bandung, tempat di mana ia pertamakali membuat mukena premium tersebut. (aln/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads