Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Langston Hues, Fotografer Amerika Bukukan Gaya Hijabers di Seluruh Dunia

wolipop
Sabtu, 21 Mar 2015 09:09 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta - Kini semakin banyak hijabers yang kreatif memadupadankan busananya. Meskipun mengenakan jilbab, mereka tetap ingin tampil stylish sesuai gaya personal masing-masing. Wanita berhijab pun tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat dunia seperti puluhan tahun lalu.

Di Indonesia sendiri, perkembangan fashion hijab semakin maju. Berbeda dengan delapan atau tujuh tahun lalu yang masih terkesan tua atau monoton. Hal tersebut terlihat dari cara mereka berpakaian. Perkembangannya mulai terasa sejak 2010 lalu, ketika banyak wanita muda yang memakai jilbab lalu terjun menjadi desainer.

Tren fashion hijab pun kemudian berevolusi, yang tadi tampak kaku, lalu heboh dan bertumpuk, dan kini lebih simpel serta elegan. Tren tersebut memengaruhi banyak wanita muslim untuk bisa merepresentasikan diri secara modern dan modis. Tak dipungkiri, perkembangannya juga dipengaruhi oleh media sosial dan internet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan para pelaku fashion serta beberapa hijabers dunia banyak yang tertarik dengan keragaman busana muslim di Indonesia. Salah satunya fotografer asal Amerika, Langston Hues yang mengabadikan gaya hijabers Indonesia dalam bidikan kameranya. Tidak hanya dalam potrait kamera, Langston juga baru saja merilis buku yang merekam gaya hijabers Indonesia dan berbagai negara di dunia seperti Malaysia, Jepang, Singapura, Turki, Filipina, Australia, Kanada, Amerika, hingga Afrika.

"Saya hanya ingin mendokumentasikan fenomena antara Islam dan gaya hidup yang menarik perhatian masyarakat lainnya dari berbagai latar budaya juga agama," tutur Langston saat press conference di Locanda, Gedung Panin Bank, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2015).

Fotografer asal Detroit ini mengaku awal mula ide mengumpulkan foto-foto hijabers di dunia karena terinspirasi dari sebuah blog dengan nama 'Seeking Nearness' yang menunjukkan keseimbangan antara gaya hidup serta Islam di Amerika Utara. Sejak saat itu ia mulai memotret gaya hijabers dari berbagai negara yang dikunjunginya.

Buku berjudul 'Modest Street Fashion' itu berisi semua kumpulan foto Langston yang memperlihatkan perbedaan gaya hijabers dari masing-masing negara. Foto hijabers terbanyak berasal dari Indonesia. Menurut Langston, gaya hijabers di Indonesia lebih beragam, menarik, unik, dan menginspirasi. Bahkan cover bukunya menggunakan foto Dian Pelangi sebagai desainer sukses sekaligus ikon hijabers Indonesia.

"Dian Pelangi sangat menginspirasi wanita lainnya, karena dia juga saya bisa datang ke Indonesia dan bertemu banyak hijabers fashionable lainnya, saya sangat berterima kasih dengan Dian," ujar Langston saat berbincang dengan Wolipop.

Di acara peluncuran buku dengan tebal 403 halaman itu, Dian Pelangi juga hadir sebagai pembicara. Desainer 24 tahun itu pun menuturkan bahwa pertemuannya dengan Langston berawal karena Instagram. Saat Langston tertarik datang ke Indonesia di awal 2014 lalu, Dian mengaku sangat senang dan antusias.

"Langston termasuk fotografer yang fenomenal. Saat dia bilang mau datang ke Indonesia, aku pun sangat antusias, aku kumpulin teman-temanku dan blogger untuk mengenalkan Langston," tambah desainer lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta itu.

Dian pun berharap buku Langston dapat menginspirasi wanita terutama dalam dunia fashion hijab. Buku perdananya tersebut bekerja sama dengan brand kecantikan favorit muslimah, Wardah Cosmetics. Sosok inspiratif Langston terutama di kalangan hijabers menarik perhatian label di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation itu untuk berkolaborasi menciptakan suatu projek yang bisa menginspirasi.

"Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi para wanita tidak hanya di Indonesia tapi juga masyarakat dunia," tutur Elsa Maharani selaku Public Relations dari Wardah.

Buku tersebut kini sudah bisa dibeli di seluruh toko buku Gramedia. Rencananya buku juga akan dipasarkan di Amerika dan beberapa negara lainnya. Harganya Rp 110 ribu.

(aln/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads