Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Dina Tokio Bicara Soal Perbedaan Berhijab di Indonesia dan Inggris

wolipop
Rabu, 18 Mar 2015 18:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Instagram Dina Toki-O
Jakarta -

Wanita muda berjilbab masih belum terlalu banyak jumlahnya di beberapa negara. Sebagian hijabers di luar negeri pun masih merasa 'kesulitan' ketika menggunakan jilbab ke luar rumah. Berbeda dengan wanita di Indonesia yang sudah banyak berhijab di tempat umum. Hal itu rupanya menjadi perhatian dari fashion blogger populer asal Inggris, Dina Tokio.

Wanita yang kini mencoba terjun menjadi desainer kerudung itu pernah mengikuti ajang kecantikan muslimah tingkat dunia 'World Muslimah Awards' yang diadakan di Indonesia. Ajang kecantikan tersebut diikuti oleh berbagai negara termasuk Iran, India, hingga Inggris. Dina merupakan salah satu kontestan asal Inggris yang menjadi peserta di 2014.

Dina sempat menetap di Indonesia kurang lebih satu bulan walaupun sebelumnya ia sering bolak-balik berkunjung ke Tanah Air karena urusan pekerjaan. Wanita dengan followers Instagram lebih dari 392 ribu itu mengatakan Indonesia merupakan negara yang paling nyaman untuk wanita muslim beraktivitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Indonesia wanita berjilbab terlihat normal seperti perempuan lainnya tidak seperti di Inggris yang terkadang masih dilihat sebagai tanda perbedaan," tutur Dina seperti dikutip dari The Guardian.

Karena terlihat berbeda dan memiliki ciri khas dengan gaya turbannya, wanita 25 tahun itu semakin populer terutama di Birmingham dan London. Bahkan ia mengatakan seperti bintang pop yang sering disapa oleh orang-orang tak dikenal ketika sedang berkeliling. Ia merasa awalnya aneh tapi sekarang sudah terbiasa dan menganggap bahwa itu cara perhatian masyarakat London terhadapnya.

Meski demikian, Dina menyatakan keprihatinannya mengenai kebebasan berjilbab. Menurutnya di beberapa negara masih banyak wanita yang takut menggunakan jilbab ke luar rumah. Hal itu terjadi karena faktor ketakukan dan anggapan negatif terhadap hijab dan Islam. Dina ingin menegaskan bahwa hijab bukanlah hal yang menakutkan, namun sebagai identitas seorang muslimah yang mencintai fashion.

"Faktor ketakutan itu terjadi karena mereka melihat berita, tapi ini hanya caraku melakukan styling syal sesuai gaya personalku," tambah wanita yang mulai menjadi blogger sejak 2011 lalu itu.

(aln/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads