Kartini Masa Kini: Kisah Pemilik Mayoutfit Sukses Bisnis dari Usia 19 Tahun

Silmia Putri - wolipop Selasa, 23 Apr 2019 09:50 WIB
Intan Fazria. Foto: Instagram/IntanFazriak Intan Fazria. Foto: Instagram/IntanFazriak

Jakarta - Apa yang kamu lakukan di usia 19 tahun? Sibuk mengerjakan tugas kuliah atau nongkrong bersama teman? Di usia itu, ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Namun kala energi masih banyak, tak banyak orang memiliki kemauan untuk melakukan sesuatu yang berbeda.

Intan Fazria Kusumah adalah satu dari sedikit orang itu. Ia merintis label busana Mayoutfit sejak usia 19 tahun. Kala itu, ia masih menjadi mahasiswi di Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Manajemen Bisnis.

"Yang jadi dorongan untuk mulai usaha adalah kebutuhan. Udah nggak mau lagi minta ke orang tua. Udah umur sekian, udah nggak mau nyusahin orang tua," tutur Intan kepada Wolipop dihubungi via telepon pada Senin, (22/04/2019).



Kartini Masa Kini: Pemilik Mayoutfit Sukses Bisnis Sejak Usia 19 TahunIntan Fazria pemilik Mayoutfit. Foto: Instagram/IntanFazriak


Tekad itu membawa Intan dan teman sekelasnya Sinthya Audi merintis Mayouftit pada tahun 2013. Kala itu, mereka menjual produk dari suplier dengan modal nol rupiah.

Intan dan rekannya cukup lihai membaca pasar. Mereka berprinsip untuk menjual busana dengan harga murah. Untung sedikit tak apa, asal bisnis bisa terus bergerak. Harga untuk produk daily dibandrol mulai dari Rp 50.000 saja.

"Kita ngelihat teman-teman kita saat itu kalau ke kampus suka ganti-ganti pakaian. Tapi, kalau mahasiswi kan belum sanggup beli baju mahal-mahal, makanya kita menjual baju dengan harga murah tapi beragam," tambah wanita asal Bandung ini.

Selain jeli, Intan juga cukup beruntung karena memulai bisnis di awal kejayaan Instagram. Tahun 2013 Intan mengaku belum banyak orang berjualan di Instagram sehingga mudah baginya untuk menarik perhatian audiens.
Kartini Masa Kini: Pemilik Mayoutfit Sukses Bisnis Sejak Usia 19 TahunKoleksi Mayoutfit signature, harganya di bawah Rp 300.000. Foto: Instagram/IntanFazriak



Kini, Mayoutfit sudah membuka delapan cabang toko di berbagai daerah seperti Bandung, Depok, Yogyakarta, dan Sukabumi. Instagram-nya pun sudah memperoleh satu juta followers.

Mayoutfit juga sudah memiliki sekitar 100 karyawan dan menaungi 150 penjahit di Bandung. Setiap bulannya, ada sekitar belasan hingga puluhan ribu produk yang dirlis. Angka yang tidak sedikit untuk kerja keras dua wanita kelahiran tahun 1994 ini.

Memulai usaha di usia muda, tentu tak tak berjalan mulus. Tantangan awalnya, ia harus mengatur waktu antara kuliah dan bisnis. Tantangan berikutnya adalah mengatur karyawan yang notabene masih muda.

"Kalau masalah gender, Alhamdulillah tidak ada masalah. Kita beruntung hidup di era, di mana perempuan bebas berkarya. Tantangannya sekarang adalah mengelola manajemen. Kadang karena masih muda, ada saja yang menyepelekan," tambahnya.

Sebagai perempuan, tak jarang Intan merasa 'down' hingga menangis. Tapi, ia tak pernah larut dalam kesedihan dan selalu menghabiskan waktu sedih satu hari saja sehingg di keesokan harinya, ia bisa bersemangat lagi.

"Aku nggak mau berlarut-larut dalam kesedihan. Aku lihat lagi, ada banyak karyawan yang bergantung pada Mayoutfit," tutup Intan.
(sil/sil)