Intimate Interview

Cerita Inspiratif Diandra Gautama, Pembalap Cantik yang Putuskan Berhijab

Silmia Putri - wolipop Jumat, 08 Feb 2019 11:25 WIB
Cerita hijab pembalap cantik Diandra Gautama. Foto: Dok. Instagram @diandragautama Cerita hijab pembalap cantik Diandra Gautama. Foto: Dok. Instagram @diandragautama

Jakarta - Pembalap cantik Diandra Gautama menarik perhatian di akhir tahun 2017 setelah memutuskan untuk berhijab. Hal ini cukup unik, mengingat dunia otomotif biasanya didominasi oleh pria tapi Diandra Gautama menepis stigma tersebut. Tak hanya karena dirinya seorang wanita, tapi juga wanita berhijab.

Ditemui di acara Media Gathering Lino & Sons, Diandra Gautama menceritakan keputusannya berhijab. Ia mengaku sebenarnya sudah terbiasa memakai hijab dari TK sampai SMA karena menimba ilmu di sekolah Islam Al Azhar.

Cerita Inspiratif Diandra Gautama, Pembalap Cantik yang Putuskan BerhijabDiandra Gautama, pembalap berhijab. Foto: Dok. Instagram @diandragautama

"Kalau ditanya kenapa berhijab? Itu pasti karena udah jadi kewajiban kita sebagai muslimah. Aku juga udah kepikiran untuk berhijab sejak lama, tapi masih ketahan karena aku mikir profesi aku menghalangi aku untuk berhijab which is kaya balap atau review mobil," ungkap Diandra kepada Wolipop di Seribu Rasa, Gandaria City, Kamis (07/02/2019).

Awalnya, Diandra ragu untuk berhijab mengingat profesinya sebagai pembalap. Seiring berjalannya waktu, Diandra mulai rutin mengikuti kajian bersama ibunya. Ia pun memantapkan diri untuk berhijab.

"Tapi ternyata setelah berhijab masih bisa balapan, masih bisa review mobil. Malah semakin banyak orang yang meng-appreciate aku sebagai seorang pembalap tapi berhijab. Aku juga sering diundang ke acara," terang pembalap yang pernah meraih juara umum di ISSOM (Indonesian Sentul series of Motorsport) tahun 2013 ini.

Cerita Inspiratif Diandra Gautama, Pembalap Cantik yang Putuskan BerhijabDiandra Gautama pada acara peluncuran koleksi perhiasan untuk hijabers. Foto: Silmia Putri/Wolipop


Keunikan sosok pembalap berhijab ini justru menarik perhatian banyak orang. Nama Diandra justru makin dikenal. Ia pun tak berhenti melakukan aktivitasnya seperti me-review mobil. Hijab sama sekali tidak menghalangi wanita yang terjun di dunia balap mobil sejak tahun 2009 ini.

"Hijab nggak ganggu sama sekali. Apalagi kalau balapan itu kan kita pakai balaclava ya, jadi seperti masker menutupi kepala untuk keselamatan. Balaclava itu sendiri juga sudah meng-cover rambut kita jadi sama aja dengan hijab, jadi nggak sama sekali menghalangi sih," tuturnya.

Di kesehariannya, Diandra mengaku sangat mengutamakan kenyamanan dalam berhijab. Ia senang memakai hijab berbahan katun paris yang simple dan kasual. Wanita yang pernah menjadi mentor tim Indonesia di Nissan GT Academy 2016 ini pun mengaku jadi lebih memerhatikan penampilan usai berhijab.

Sebagai cara untuk konsisten berhijab, Diandra aktif mengelola komunitas dakwah bernama Nasr. Komunitas ini dikelola oleh muslimah berhijab dan rutin mengadakan kajian.

"Nasr itu komunitas dakwah dikelola oleh perempuan-perempuan. Kita aktivitas bulanannya itu adalah kajian khusus akhwat di masjid Al Ibadah. Insha allah kita akan jalan terus di sana. Kita juga ada Quran Reading Class, dan banyak sih kegiatan lainnya bekerja sama dengan remaja masjid," terang Diandra.

Wanita cantik ini membuktikan bahwa hijab tidak jadi penghalang untuk tetap aktif di dunia otomotif. Dengan berhijab, ia justru lebih diapresiasi. Diandra juga memiliki teman-teman baru yang memiliki satu frekuensi dalam semangat berdakwah.
(sil/sil)