Hingga Muntah dan Pingsan, Perjuangan Atlet Berhijab Raih Emas di Asian Games

Anggi Mayasari - wolipop Sabtu, 29 Sep 2018 13:05 WIB
Foto: Anggi Mayasari/Wolipop Foto: Anggi Mayasari/Wolipop

Jakarta - Defia Rosmaniar berhasil mengharumkan nama Indonesia lewat prestasinya di Asian Games 2018. Atlet berhijab ini sukses menyumbangkan emas pertama di Asian Games 2018 untuk cabang olahraga taekwondo.

Kesuksesan Defia di dunia taekwondo tentu tak diraihnya dengan cara mudah. Hijabers asal Bogor ini sudah menggeluti taekwondo sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

"SMP itu kan wajib ikut ekstrakurikuler dan aku ikut taekwondo. Disitu cuma ya masih asal ikut, dan aku ada ujian kenaikan tingkat, dari situ pelatih lihat aku dan diajak ke pertandingan, karena katanya aku berpotensi untuk berprestasi," cerita Defia saat ditemui Wolipop di acara Noore Hijab for The Champion Series di Ala RITUS, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Defia kemudian berhasil meraih medali perak untuk kejuaraan tingkat kota, hingga akhirnya masuk ke tim Pelatihan Nasional Indonesia cabang olahraga taekwondo sejak 2012. Anak ketiga dari lima bersaudara ini juga berhasil menyumbangkan medali perunggu di SEA Games 2017 yang berlangsung di Malaysia, dan mengharumkan nama bangsa di Asian Games 2018 dengan meraih medali emas.

Banyak tantangan yang dihadapi oleh Defia demi meraih impiannya menjadi atlet taekwondo. Defia bahkan beberapa kali pernah jatuh sakit dan sempat ditentang oleh orangtuanya.

"Pertama jarak dari rumah ke tempat latihan itu jauh banget terus waktu sama sekolah juga harus dikorbanin. Orangtua suruh aku fokus sama sekolah. Terus beberapa kali pingsan dan muntah waktu latihan," tutur Defia.

"Awalnya mama nggak ngedukung karena takut khawatir akunya sakit, karena aku kan cewek, tapi ya akunya keras kepala juga akhirnya orangtua mendukung," imbuhnya.

Hingga Muntah dan Pingsan, Perjuangan Atlet Berhijab Raih Emas di Asian GamesFoto: instagram
Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta ini kemudian memutuskan untuk mengenakan hijab sejak setahun yang lalu. Keputusan Defia untuk berhijab awalnya dilatarbelakangi oleh nazar apabila mendapatkan medali di SEA GAMES 2017.

"Aku punya nazar kalau dapat medali apapun, aku bakal pakai hijab ingin lebih baik lagi. Tapi ya aku mikir masa harus dapat medali aja sih, yaudah lah jadi setelah SEA Games bakal berhijab," ucap Defia.

Setelah mengenakan hijab, Defia pun merasa rezeki dan prestasinya terus mengalir. Ia juga bisa membahagiakan keluarganya berkat kemenangan di Asian Games 2018.

"Ya menurut aku pakai hijab berkah banget, ternyata Allah itu tau umatnya mau bener jadi dia kasih jalan kemudahan," terang Defia.

Meskipun merasa lebih panas karena berhijab, namun Defia tak merasa terganggu dan tetap nyaman. Bahkan pakaian berhijab yang ia kenakan saat latihan bisa melindungi dirinya dari sinar matahari.

"Malah untungnya kalau kita latihan di outdoor jadi ketutupan, kalau yang lain kan pakai sunblock terus luntur gitu nah kalau aku ngerasa dilindungi, alhamdulilah untungnya pakai hijab juga gitu," kata Defia.

Defia juga mengungkapkan sempat diejek oleh teman-temannya karena memutuskan berhijab. Namun, ia tak pernah mendengarkan ejekan teman-temannya dan tetap beristiqomah dalam mengenakan hijab.

Hingga Muntah dan Pingsan, Perjuangan Atlet Berhijab Raih Emas di Asian GamesFoto: ANTARA FOTO/INASGOC/Sunyoto
"Awalnya si sempet diledek-ledekin yah Def hijab, kayak tukang ini lah, tukang itu lah, ya tutup kuping aja toh ini kan buat kebaikan diri aku. Kalau misalnya aku ikutin apa kata orang ya nggak akan maju-maju akunya, dan nggak akan kayak sekarang," ujarnya.

Setelah berhasil meraih medali emas di Asian Games 2018, Defia mengaku tengah mempersiapkan kejuaraan lainnya, dan terus berlatih taekwondo.

(agm/ami)