Mengenal Frida Deguise, Satu-satunya Komedian Berhijab di Australia
Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 27 Sep 2017 12:21 WIB
Jakarta
-
Banyak wanita berhijab yang tak ragu untuk mengikuti passion-nya. Seperti Frida Deguise yang memilih menjadi komedian dengan tetap berhijab. Dilansir dari ABC Australia, Frida disebut-sebut sebagai satu-satunya komedian berhijab di Australia.
Frida mengatakan menjadi komedian di Australia memiliki ragam tantangan terutama omongan orang lain. Banyak yang masih memandang pemakaian hijabnya sebagai salah satu hal negatif.
"Tidak ada yang mengharapkanku lucu. Mereka hanya mengharapkanku untuk membuat bom," ujar Frida.
Sebelum menjadi komedian seperti sekarang, wanita berdarah Amerika itu penah berbisnis fashion. Meski demikian, ia tak bisa menutupi minat dan kesenangannya akan komedi. Setiap siang dan malam ia selalu menonton stand up komedi.
Minatnya semakin hari semakin besar dan Frida pun tertarik masuk ke dunia stand up comedy. Ketika mulai menceburkan diri ke dunia stand up comedy, ia merasa lebih bebas mengutarakan pendapatnya. Ia pun merasa semakin yakin kalau komedi adalah passion-nya.
"Di atas panggung aku bisa mengatakan apa pun yang aku inginkan dan Anda di sana hanya mendengarkan. Aku pikir ini cara yang bagus untuk menjadi vokal tentang kepercayaan. Ini cara yang bagus untuk menunjukkan kalau kita berbeda," jelas Frida.
Meski bisa vokal di atas panggung, Frida tetap merasa canggung saat ada penonton yang mulai menyinggung soal teroris. Ia mengaku tidak nyaman dengan situasi tersebut. Akan tetapi ia tak langsung menyerah. Wanita berkulit putih itu berusaha untuk menampilkan yang terbaik.
"Anda bisa merasakan betapa tidak nyamannya Anda saat berada di atas panggung ketika disebut teroris. Jadi aku harus bekerja lebih keras untuk bisa mengubah pikiran penonton, kata Frida lagi.
Tantangan tak hanya dihadapinya dari orang-orang yang tidak mengerti tentang Islam tapi juga dari masyarakat muslim sendiri. Frida menuturkan bahwa ia beberapakali ditatap sinis oleh wanita muslim lain karena melihat sosok Frida yang berhijab dan berada di atas panggung mencuri perhatian orang-orang di sekitarnya.
"Aku pikir komedi tidak begitu normal untuk masyarakat Arab. Mereka jadi tidak tahu bagaimana cara menerimaku. Bagiku, dia bekerja, aku juga bekerja. Aku melakukan pekerjaanku dan pulang ke rumah. Walaupun aku komedian, aku tidak bisa menyenangkan semua orang. Selalu ada orang lain yang punya pendapat berbeda," tandasnya. (aln/hst)
Frida mengatakan menjadi komedian di Australia memiliki ragam tantangan terutama omongan orang lain. Banyak yang masih memandang pemakaian hijabnya sebagai salah satu hal negatif.
"Tidak ada yang mengharapkanku lucu. Mereka hanya mengharapkanku untuk membuat bom," ujar Frida.
Foto: ist. |
Sebelum menjadi komedian seperti sekarang, wanita berdarah Amerika itu penah berbisnis fashion. Meski demikian, ia tak bisa menutupi minat dan kesenangannya akan komedi. Setiap siang dan malam ia selalu menonton stand up komedi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di atas panggung aku bisa mengatakan apa pun yang aku inginkan dan Anda di sana hanya mendengarkan. Aku pikir ini cara yang bagus untuk menjadi vokal tentang kepercayaan. Ini cara yang bagus untuk menunjukkan kalau kita berbeda," jelas Frida.
Meski bisa vokal di atas panggung, Frida tetap merasa canggung saat ada penonton yang mulai menyinggung soal teroris. Ia mengaku tidak nyaman dengan situasi tersebut. Akan tetapi ia tak langsung menyerah. Wanita berkulit putih itu berusaha untuk menampilkan yang terbaik.
Foto: ist. |
"Anda bisa merasakan betapa tidak nyamannya Anda saat berada di atas panggung ketika disebut teroris. Jadi aku harus bekerja lebih keras untuk bisa mengubah pikiran penonton, kata Frida lagi.
Tantangan tak hanya dihadapinya dari orang-orang yang tidak mengerti tentang Islam tapi juga dari masyarakat muslim sendiri. Frida menuturkan bahwa ia beberapakali ditatap sinis oleh wanita muslim lain karena melihat sosok Frida yang berhijab dan berada di atas panggung mencuri perhatian orang-orang di sekitarnya.
"Aku pikir komedi tidak begitu normal untuk masyarakat Arab. Mereka jadi tidak tahu bagaimana cara menerimaku. Bagiku, dia bekerja, aku juga bekerja. Aku melakukan pekerjaanku dan pulang ke rumah. Walaupun aku komedian, aku tidak bisa menyenangkan semua orang. Selalu ada orang lain yang punya pendapat berbeda," tandasnya. (aln/hst)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Kisah Wanita Dulu Kelaparan, Kini Pemilik 36 Agensi Model di Indonesia
Intimate Interview
Kisah Wanita Sarjana Peternakan Sukses Bangun Brand Busana dan Hijab Anak
Miss Universe Indonesia 2025
Profil Mahasiswi Kedokteran UI, Finalis Berhijab di Miss Universe Indonesia
Intimate Interview
Hijabers Ini Raup Omzet Ratusan Juta dari Bisnis Daster, Awalnya Jual Pulsa
Hijab Hunt
Kisah Inspiratif Nabila, Alumni Hijab Hunt Kini Jadi Desainer Modest Fashion
Most Popular
1
7 Potret Aurelie Moeremans Tetap Cantik Pamer Baby Bump yang Makin Besar
2
Alasan David Beckham Diblokir Anaknya, Disebut Melanggar Surat Peringatan
3
Ramalan Shio 2026
Hoki! 5 Shio Ini Diprediksi Sukses di Tahun Kuda Api 2026, Cek Peruntunganmu
4
Foto Vidi Aldiano Tampil Berkumis Jadi Groomsman Pernikahan Sahabat di Maroko
5
Sinopsis SAS: Red Notice di Bioskop Trans TV Hari Ini
MOST COMMENTED












































Foto: ist.
Foto: ist.