Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kenapa Stres Bikin Berat Badan Naik? Ini Penyebab dan Solusinya

Adinda Salma - wolipop
Senin, 19 Okt 2026 09:30 WIB
...
ukur timbangan
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Banyak orang tidak menyadari bahwa timbangan yang terus bergeser ke kanan bukan sekadar karena porsi makan harian, melainkan beban pikiran yang menumpuk.

Kondisi tekanan emosional sering kali menjadi faktor tersembunyi yang membuat lingkar pinggang membengkak. Memahami hubungan antara tekanan mental dan ukuran tubuh adalah langkah awal untuk mengembalikan kontrol penuh atas kesehatan Anda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Stres Menyebabkan Berat Badan Naik?

Hubungan antara kondisi pikiran dan perubahan berat badan bukanlah ilusi. Reaksi alami tubuh terhadap tekanan hidup dapat memicu perubahan fisik dan perilaku yang berujung pada penumpukan lemak.

"Ada beberapa cara stres menyebabkan kenaikan berat badan. Orang-orang mungkin makan sebagai bentuk coping mechanism (strategi-red) untuk membuat diri mereka merasa lebih baik," ujar Dr. Ariana M. Chao, PhD, RN, asisten profesor di Fakultas Keperawatan Universitas Pennsylvania seperti dikutip dari everydayhealth.

ADVERTISEMENT

Secara biologis, saat seseorang berada di bawah tekanan mental jangka panjang, tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebihan. Menurut Dr. Shawn Talbott, ahli biokimia nutrisi asal AS, pelepasan kortisol memicu tubuh menyimpan lebih banyak lemak di area perut. Dr. Ariana menambahkan bahwa kondisi ini turut memicu dorongan mengonsumsi makanan tinggi kalori (comfort food).

Tak hanya itu, tekanan mental kronis juga memengaruhi area otak seperti amigdala dan hipokampus. "Stres kronis memengaruhi sistem imbalan (reward system) di otak, yang pada akhirnya memicu keinginan untuk terus makan," jelas Dr. Ariana.

Perbedaan Stres Akut dan Stres Kronis

Dampak tekanan emosional terhadap nafsu makan sangat bergantung pada durasinya. Pada kondisi stres akut (singkat), tubuh biasanya justru kehilangan nafsu makan karena sistem saraf mengalihkan fokus pada mekanisme bertahan hidup.

Namun, situasinya berbalik ketika tekanan berlangsung terus-menerus. "Stres meningkatkan kebutuhan akan imbalan, sehingga seseorang membutuhkan lebih banyak makanan untuk mendapatkan rasa puas yang sama," ungkap Dr. Femke Rutters, profesor madya di VU University Medical Center, Belanda.

Selain meningkatkan nafsu makan, paparan hormon stres berlebih juga dapat menurunkan massa otot. "Jaringan otot adalah pembakar kalori terbesar di dalam tubuh. Jika massa otot berkurang, metabolisme keseluruhan akan melambat," tambah Dr. Shawn.

Langkah Efektif Mengatasi Kenaikan Berat Badan Akibat Stres

Shot of a young woman weighing herself on a scale

Foto: iStock

Untuk memutus rantai ini, diperlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup perbaikan pola hidup dan manajemen emosi:

Memperbaiki Kualitas Tidur

Kurang tidur dan stres membentuk siklus yang saling memperburuk. Kurang istirahat memicu ketidakseimbangan hormon ghrelin (pemicu lapar) dan leptin, sehingga Anda lebih mudah tergiur makanan manis. Usahakan tidur berkualitas 7 jam atau lebih setiap malam untuk menstabilkan hormon.

Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik membakar kalori, mempertahankan massa otot, dan merangsang pelepasan endorfin untuk meningkatkan suasana hati. Olahraga teratur membangun ketahanan fisiologis agar tubuh lebih siap menghadapi tekanan emosional.

Menentukan Prioritas Harian

Catat aktivitas harian dan kelompokkan tugas berdasarkan skala prioritas. Selalu sediakan slot waktu khusus untuk olahraga dan istirahat sebagai bentuk perawatan diri.

Menyederhanakan Pola Hidup

Permudah persiapan makanan sehat, seperti memotong sayuran untuk stok seminggu atau menyiapkan bekal di akhir pekan. Simpan juga pakaian olahraga di area yang mudah dijangkau agar tidak ada alasan untuk menunda latihan.

Belajar Mencintai Diri Sendiri

Rasa malu atas bentuk tubuh (body shaming) merupakan sumber tekanan emosional yang merusak mental. Fokuslah pada kesehatan dengan memperbanyak porsi buah dan sayur, serta lakukan mindfulness untuk meningkatkan penerimaan diri.

Mencatat Hal-Hal yang Disyukuri

Mencatat hal positif harian membantu meredam tekanan emosional. Melihat sisi baik dari suatu keadaan terbukti ampuh meringankan beban pikiran di area kehidupan lainnya.

Pikirkan Sebelum Ngemil (Mindful Eating)

Sebelum mengambil camilan saat cemas atau lelah, berhentilah sejenak dan tanyakan pada diri sendiri: apakah ini rasa lapar fisik atau sekadar lapar emosional? Makanan hanya meredakan stres sesaat, bukan solusi utama.

Lakukan Jalan Jalan Singkat

Alih-alih melampiaskan stres pada makanan ringan, luangkan waktu berjalan kaki di luar rumah. Jalan santai selama 10 menit sudah cukup untuk memberikan efek menenangkan bagi tubuh dan pikiran.

(eny/eny)
...
Hide Ads