×
Ad

Kram Haid Tak Tertahankan? Coba 10 Cara Ini agar Nyeri Cepat Reda

Almira Riva Az Zahra - wolipop
Sabtu, 09 Mei 2026 16:00 WIB
Halaman ke 1 dari 3
Foto: Getty Images/Doucefleur
Jakarta -

Rasa sakit yang menyertai siklus menstruasi bulanan bisa berbeda-beda pada setiap wanita. Menurut American College of Obstetricians & Gynecologists, sebagian orang mengalami nyeri ringan yang berlangsung selama satu atau dua hari, sementara sebagian lainnya mengalami nyeri hebat yang dapat mengganggu aktivitas normal hingga berhari-hari.

Kondisi nyeri haid yang mengganggu ini secara medis disebut dismenore. Terkadang, nyeri atau kram yang parah juga bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan lain yang lebih serius.

Mengapa dismenore bisa terjadi? Dismenore disebabkan oleh tingginya kadar senyawa prostaglandin dalam tubuh. Kadar prostaglandin biasanya paling tinggi pada hari pertama menstruasi, sehingga tidak heran jika gejala kram sering kali terasa lebih parah pada saat itu.

"Seiring berjalannya periode menstruasi dan luruhnya lapisan rahim, kadar prostaglandin juga menurun dan nyeri akan mereda," kata Jian Jenny Tang, asisten profesor kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Icahn School of Medicine sekaligus dokter kandungan di Mount Sinai Hospital, New York City.

Apa yang Bisa Membantu Meredakan Kram Saat Menstruasi?

Pada beberapa kasus yang parah, dismenore perlu dikonsultasikan kepada dokter. Biasanya dokter akan memberikan resep obat pereda nyeri yang lebih efektif dibandingkan obat yang dijual bebas di apotek. Meski begitu, 10 cara berikut bisa membantu mengatasi beberapa kondisi dismenore sendiri di rumah.

1. Olahraga secara teratur

Olahraga yang rutin dan konsisten dapat membantu mengurangi nyeri haid. Seperti dikutip dari Every Day Health, sebuah studi menyatakan bahwa wanita yang rutin berolahraga setidaknya selama delapan minggu mengalami penurunan nyeri haid dibandingkan mereka yang tidak berolahraga.

Wanita yang melakukan latihan kekuatan bahkan merasakan pengurangan nyeri haid hanya dalam waktu empat minggu. Jenis olahraga yang paling signifikan membantu mengurangi nyeri haid adalah latihan relaksasi.

Latihan relaksasi otot progresif dan pijat mandiri juga lebih mudah dilakukan secara konsisten dibandingkan jenis olahraga lainnya. Hal ini turut berkontribusi terhadap pengurangan nyeri.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai jenis olahraga yang paling bermanfaat. Kemungkinan lainnya, olahraga membantu mengatasi nyeri haid karena dapat meningkatkan hormon progesteron dan dopamin yang berfungsi mengurangi rasa sakit.

2. Lakukan pose yoga

Karena yoga bersifat meregangkan otot dan memberikan efek relaksasi, aktivitas ini dapat membantu mengurangi nyeri haid secara signifikan. Dalam sebuah penelitian kecil, wanita yang melakukan yoga setidaknya seminggu sekali selama tiga bulan mengalami nyeri haid yang lebih ringan dibandingkan mereka yang tidak melakukan yoga.

3. Berbaring dengan kompres hangat

"Rahim adalah otot, jadi apa pun yang dapat merilekskan otot juga bisa membantu meringankan nyeri haid," kata Jackie Thielen, dokter spesialis penyakit dalam dan kesehatan wanita di Mayo Clinic, Jacksonville, Florida.

Kompres hangat terbukti mengurangi kram dengan cara merelaksasi otot perut dan membuat otot tidak tegang. Selain itu, kompres hangat juga membantu meningkatkan sirkulasi darah ke area panggul.

Efek kompres hangat bahkan dinilai sama efektifnya dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk nyeri haid yang dijual di pasaran. Karena itu, kompres hangat juga dapat membantu mengurangi potensi efek samping dari penggunaan obat tersebut.

4. Minum obat pereda nyeri yang aman

Menurut Dr. Thielen, NSAID dalam jumlah sedang seperti ibuprofen atau naproxen bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi nyeri haid. NSAID bekerja dengan mengurangi jumlah prostaglandin dalam tubuh sehingga sebaiknya diminum sebelum menstruasi agar potensi nyeri berkurang. Jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar penggunaan obat sesuai dengan kondisi tubuhmu.

5. Lakukan akupuntur

Akupuntur dipercaya dapat membantu mengurangi nyeri haid. Efeknya pada sebagian orang mirip dengan mengonsumsi obat NSAID.

Akupuntur terbukti aman dan efektif meredakan nyeri karena memiliki fungsi antiinflamasi, meski efeknya cenderung hanya dalam jangka pendek. Peneliti mencatat bahwa akupuntur belum terbukti memberikan efek jangka panjang untuk mengurangi tingkat keparahan dan frekuensi nyeri haid.

Jika ingin mencoba akupuntur, Tang menyarankan untuk mempertimbangkan tambahan terapi moksibusi, yaitu terapi menggunakan ramuan mugwort khas Tiongkok. Menurutnya, moksibusi efektif mencegah nyeri sejak sebelum menstruasi. Kombinasi ramuan dan suhu panas dalam terapi ini dinilai dapat membantu meredakan nyeri.



Simak Video "Video K-Talk: Ngepoin 'I SPY' Bareng NCT WISH yang Melokal Abis!"

(eny/eny)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork