Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sehat Fisik dan Kaya Raya, Aktris Ini Memohon Izin Suntik Mati

Tim Wolipop - wolipop
Jumat, 08 Mei 2026 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

TORONTO, ON - June 27    Claire Brosseau  has applied for MAID, first under mental health reasons, which is now tied up in the courts, and now for physical reasons.  She is seen in her home in the Yonge and Davisville area.
June 27 2025
PD Richard Lautens/Toronto Star        (Richard Lautens/Toronto Star via Getty Images)
Claire Brosseau Foto: Toronto Star via Getty Images/Richard Lautens
Jakarta -

Aktris asal Kanada, Claire Brosseau, mengajukan permohonan ke pengadilan agar diizinkan menjalani eutanasia atau prosedur suntik mati meski dirinya tidak memiliki penyakit fisik yang mematikan. Wanita 49 tahun itu mengaku sudah tidak sanggup hidup dengan gangguan mental berat yang dialaminya selama bertahun-tahun.

Aktri yang pernah main film bersama James Franco itu mengatakan dirinya mengalami bipolar disorder dan gangguan stres pascatrauma (PTSD) yang sangat parah hingga membuatnya tidak keluar rumah selama berbulan-bulan.

"Ini tidak tertahankan. Setiap pagi saya bangun, saya tidak yakin bisa melewati hari itu," ujar Brosseau di luar Pengadilan Tinggi Ontario, seperti dikutip dari Mirror.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku memilih memperjuangkan hak untuk mengakhiri hidup karena berbagai percobaan bunuh diri yang pernah dilakukannya selalu gagal. Menurut laporan, ia pernah mencoba overdosis obat, melukai pergelangan tangan, hingga sengaja memakan kacang meski memiliki alergi berat.

Dalam pernyataannya, Brosseau mengatakan dirinya sebenarnya memiliki kehidupan bergelimang harta. Ia menyebut memiliki keluarga yang penuh kasih, teman-teman dekat, hingga anjing peliharaan kesayangannya. Namun, semua itu tidak mampu menghilangkan penderitaan mental yang ia rasakan setiap hari.

ADVERTISEMENT
TORONTO, ON - June 27    Claire Brosseau  has applied for MAID, first under mental health reasons, which is now tied up in the courts, and now for physical reasons.  She is seen in her home in the Yonge and Davisville area.June 27 2025PD Richard Lautens/Toronto Star        (Richard Lautens/Toronto Star via Getty Images)Claire Brosseau (Richard Lautens/Toronto Star via Getty Images) Foto: Toronto Star via Getty Images/Richard Lautens

"Saya punya begitu banyak hal baik dalam hidup, tetapi penderitaan ini tidak pernah berhenti," ungkapnya.

Pengacaranya, Michael Fenrick, mengatakan kasus kliennya merupakan situasi yang jarang. Meski begitu, kliennya tidak lagi mampun menanggung beban kehidupan.

"Ini memang langkah hukum yang luar biasa, tetapi kondisi Claire juga luar biasa," katanya.

Keluarga Brosseau sempat menolak keras keinginannya untuk menjalani eutanasia. Sang saudara perempuan, Melissa Morris, mengaku marah ketika pertama kali mendengar keputusan tersebut. Sementara ibunya, Mary Louise Kinahan, mengaku berat melihat kondisi anaknya.

"Tidak ada ibu yang ingin kehilangan anak lebih dulu, tetapi tidak ada ibu yang ingin melihat penderitaan luar biasa seperti ini," kata sang ibu.

Kasus ini juga memunculkan perbedaan pandangan di antara dokter yang menangani Brosseau. Salah satu psikiaternya, Dr. Mark Fefergrad, percaya kondisi sang aktris masih bisa membaik. Namun psikiater lainnya, Dr. Gail Robinson, mengatakan ia tetap akan mendukung keputusan pasiennya meski berharap Brosseau berubah pikiran.

Brosseau mengungkapkan bahwa keinginan untuk mengakhiri hidup sudah muncul sejak kecil. Dalam surat terbuka yang ia tulis tahun lalu, ia mengaku telah mencoba lebih dari dua lusin obat, berbagai terapi perilaku, terapi seni, hingga terapi elektrokonvulsif, tetapi tidak membuahkan hasil.

Sejak 2021, Brosseau memperjuangkan akses eutanasia melalui aturan Medical Aid in Dying (MAID) di Kanada. Pada 2024, ia bersama organisasi Dying with Dignity menggugat pemerintah Kanada karena aturan tersebut belum mengizinkan pasien dengan gangguan mental sebagai satu-satunya kondisi medis untuk mendapatkan akses eutanasia.

Brosseau yang belum menikah dan tidak memiliki anak mengatakan dirinya ingin mendonorkan organ tubuhnya setelah meninggal. Ia juga berharap bisa menjalani momen terakhirnya sendirian agar keluarga tidak perlu menyaksikan proses tersebut.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads