13 Fakta Kanker Payudara yang Membuat Renita Sukardi Meninggal Dunia

Eny Kartikawati - wolipop Senin, 10 Apr 2017 13:29 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Bintang sinetron Renita Sukardi meninggal dunia setelah beberapa tahun belakangan berjuang melawan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Kanker payudara memang menjadi penyakit nomor satu yang bisa membunuh wanita. Apa saja fakta-fakta mengenai penyakit yang membuat Renita meninggal dunia ini? Berikut 13 fakta mengenai kanker payudara yang para wanita wajib tahu:

1. Faktor risiko terbesar dari kanker payudara adalah dengan menjadi wanita. Ya, faktanya penyakit ini memang lebih umum dialami wanita dibandingkan pria. Riset mengungkapkan, wanita 200 kali lebih besar risikonya terkena kanker payudara

2. Sebagian besar kanker payudara (85 persen), dialami wanita yang di keluarganya tidak ada sejarah menderita penyakit serupa.

3. 1 dari 8 bayi perempuan yang baru lahir berisiko didiagnosa menderita kanker payudara saat dewasa, demikian riset dari National Cancer Institute.

4. Kemampuan seseorang sembuh atau bertahan saat menderita kanker payudara tergantung dari tipe kanker yang dialaminya, berapa lama dia sudah menderita kanker tersebut dan usia dari penderita. Berdasarkan data dari World Cancer Report, kemampuan bertahan penderita kanker yang tinggal di negara maji lebih besar ketimbang mereka yang hidup di negara berkembang. Penderita kanker di negara maju bisa hidup hingga setidaknya lima tahun setelah mereka didiagnosa kanker payudara.

5. Faktor risiko lain dari penyakit kanker adalah pertambahan usia. Menurut American Cancer Society, 79% kasus baru dan 88% kematian akibat kanker muncul pada wanita berusia di atas 50 tahun.

6. Menurut penelitian menyusui selama setahun bisa mengurangi risiko wanita terkena kanker payudara. Sekitar 4,3% risiko tersebut menurun setiap wanita menyusui selama 12 bulan. Kenapa? Karena menyusui biasanya menghambat datangnya haid, sehingga semakin sedikit siklus menstruasi dan berkurangnya hormon estrogen. Penyebab lainnya, risikon menurun karena adanya perubahan struktur pada payudara setelah wanita menyusui dan menyapih anak.

7. Wanita bertubuh gemuk 1,5 kali lebih besar berisiko terkena kanker payudara setelah mereka menopause dibandingkan wanita bertubuh langsing.

8. Berdasarkan riset dari Leslie Bernstein, Ph.D., direktur dari cancer etiology di City of Hope, olahraga bisa menurunkan risiko kanker payudara pada semua wanita dengan berbagai bentuk tubuh. Risiko ini juga menurun pada wanita yang tubuhnya sudah langsing. Tak hanya itu, olahraga juga sangat membantu para survivor kanker payudara. Riset mengungkapkan hanya satu dari tiga survivor kanker payudara yang penyakitnya bertambah parah setelah mereka rutin olahraga.

9. Berhenti merokok bisa mengurangi risiko terkena banyak penyakit, termasuk kanker payudara. Dan wanita muda yang merokok memiliki lebih besar terkena kanker payudara ketimbang remaja lainnya yang tidak merokok.

10. Ketika seorang wanita didiagnosa menderita kanker payudara, dia empat kali lebih berisiko terkena kanker baru di payudara yang sama atau payudara yang satunya.

11. Secara rata-rata, setiap dua menit seorang wanita didiagnosa menderita kanker payudara dan satu wanita akan meninggal karena penyakit tersebut setiap 13 menit.

12. Meskipun jarang terjadi, kanker payudara juga bisa dialami pria. Diperkirakan 2.600 pria didiagnosa kanker payudara dan sekitar 440 dari mereka meninggal setiap tahunnya.

13. Pada 2017, diperkirakan ada 255.180 kasus kanker payudara invasive (berbahaya) yang ditemukan pada pria dan wanita. Dan ada 63.410 kasus kanker payudara non-invasive. Diperkirakan juga 40.610 wanita meninggal dunia karena kanker payudara pada 2017, meskipun saat ini tingkat kematian karena kanker payudara sudah menurun sejak 1989.

(eny/eny)