Diet Vegan Vs Diet Mayo
Waspadai Penyakit yang Bisa Timbul Saat Jalani Diet Vegan dan Mayo
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 22 Mei 2015 17:54 WIB
Jakarta
-
Diet vegan dan diet mayo menjadi dua jenis diet yang masih populer diterapkan oleh para pelaku kesehatan. Kedua diet ini memang terbukti mampu memangkas berat badan. Tetapi sebaiknya, Anda juga harus waspada terhadap penyakit yang mungkin bisa timbul saat menjalani kedua diet tersebut. Apa saja?
Diterangkan oleh ahli gizi Dessy Aryanti Utami S.Gz, untuk diet vegan, seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu bisa mengalami komplikasi saat membatasi konsumsi asupan makanannya. Kondisi ini diperparah dengan ketidaktahuan seseorang mengenai pola makan yang diterapkannya, apakah sudah benar atau justru keliru.
"Komplikasi yang paling sering terjadi untuk diet vegan adalah anemia, karena zat besi yang dikonsumsi sangat rendah," ujar Dessy saat berbincang dengan Wolipop di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2015).
Wanita yang menjabat sebagai Managing Director LAGIZI Health & Nutrition Services ini menjelaskan, masih banyak orang-orang yang belum paham jika zat besi sangat diperlukan tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang diproduksi di tulang. Apabila tulang tidak cukup mendapatkan zat besi, dampaknya adalah pengeroposan tulang.
"Setelah anemia karena kekurangan zat besi, sesudah itu bisa berdampak pada tulang. Tulang jadi keropos atau osteoporosis karena kekurangan magnesium dan kalsium," lanjut wanila lulusan ilmu gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.
Jansen Ongko, Msc, RD, selalu ahli gizi menambahkan, pelaku diet vegan yang tidak mengonsumsi daging-dagingan bisa mendapatkan sumber makanan nabati juga, namun membutuhkan wawasan luas mengenai asupan makanan yang dikonsumsinya. Pria 34 tahun ini mengatakan tidak bisa sembarangan untuk menjadi vegetarian.
"Jadi misalnya dia tidak makan daging-dagingan terus makannya ngaco. Makanya saya sarankan untuk konsultasi dulu ke ahli gizi terlebih dahulu supaya dapat wawasan. Semakin ketat dietnya, semakin susah dijalankan," tutur Jansen.
Lalu, apakah pelaku diet mayo juga bisa terkena komplikasi penyakit? Dessy menjelaskan, pelaku diet mayo 'asli' versi Mayo Clinic, kemungkinan untuk terkena penyakit lebih kecil atau cenderung tidak ada. Karena diet mayo itu sebenarnya adalah suatu kebiasaan baik yang sudah menjadi suatu gaya hidup.
Seperti yang dikutip dari situs Mayo Clinic, para pakar kesehatan di klinik asal Amerika tersebut memang tidak membatasi jumlah asupan buah dan sayur. Namun bagi Anda yang tidak terbiasa mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah banyak, sebaiknya harus lebih waspada terhadap risiko yang bisa saja terjadi, salah satunya adalah peningkatan gula darah.
Mengonsumsi buah yang terlalu banyak dapat membuat gula darah meningkat sementara. Jadi jika Anda memiliki diabetes atau masalah kesehatan lainnya, sebaiknya konsultasi dengan dokter gizi sebelum menjalankan diet mayo.
(Intan Kemala Sari/Intan Kemala Sari)
Diterangkan oleh ahli gizi Dessy Aryanti Utami S.Gz, untuk diet vegan, seseorang yang memiliki riwayat penyakit tertentu bisa mengalami komplikasi saat membatasi konsumsi asupan makanannya. Kondisi ini diperparah dengan ketidaktahuan seseorang mengenai pola makan yang diterapkannya, apakah sudah benar atau justru keliru.
"Komplikasi yang paling sering terjadi untuk diet vegan adalah anemia, karena zat besi yang dikonsumsi sangat rendah," ujar Dessy saat berbincang dengan Wolipop di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2015).
Wanita yang menjabat sebagai Managing Director LAGIZI Health & Nutrition Services ini menjelaskan, masih banyak orang-orang yang belum paham jika zat besi sangat diperlukan tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang diproduksi di tulang. Apabila tulang tidak cukup mendapatkan zat besi, dampaknya adalah pengeroposan tulang.
"Setelah anemia karena kekurangan zat besi, sesudah itu bisa berdampak pada tulang. Tulang jadi keropos atau osteoporosis karena kekurangan magnesium dan kalsium," lanjut wanila lulusan ilmu gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.
Jansen Ongko, Msc, RD, selalu ahli gizi menambahkan, pelaku diet vegan yang tidak mengonsumsi daging-dagingan bisa mendapatkan sumber makanan nabati juga, namun membutuhkan wawasan luas mengenai asupan makanan yang dikonsumsinya. Pria 34 tahun ini mengatakan tidak bisa sembarangan untuk menjadi vegetarian.
"Jadi misalnya dia tidak makan daging-dagingan terus makannya ngaco. Makanya saya sarankan untuk konsultasi dulu ke ahli gizi terlebih dahulu supaya dapat wawasan. Semakin ketat dietnya, semakin susah dijalankan," tutur Jansen.
Lalu, apakah pelaku diet mayo juga bisa terkena komplikasi penyakit? Dessy menjelaskan, pelaku diet mayo 'asli' versi Mayo Clinic, kemungkinan untuk terkena penyakit lebih kecil atau cenderung tidak ada. Karena diet mayo itu sebenarnya adalah suatu kebiasaan baik yang sudah menjadi suatu gaya hidup.
Seperti yang dikutip dari situs Mayo Clinic, para pakar kesehatan di klinik asal Amerika tersebut memang tidak membatasi jumlah asupan buah dan sayur. Namun bagi Anda yang tidak terbiasa mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah banyak, sebaiknya harus lebih waspada terhadap risiko yang bisa saja terjadi, salah satunya adalah peningkatan gula darah.
Mengonsumsi buah yang terlalu banyak dapat membuat gula darah meningkat sementara. Jadi jika Anda memiliki diabetes atau masalah kesehatan lainnya, sebaiknya konsultasi dengan dokter gizi sebelum menjalankan diet mayo.
(Intan Kemala Sari/Intan Kemala Sari)










































