Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Minum Jus untuk Detoks, Benar Efektif atau Hanya Mitos?

Hestianingsih - wolipop
Rabu, 20 Mei 2015 08:00 WIB
...
dok. Thinkstock
Jakarta - Detoksifikasi dengan minum jus buah dan sayuran segar, atau istilah populernya juice cleanse menjadi pilihan sebagian orang untuk 'membersihkan' tubuh dari racun-racun. Juice cleanse biasanya dilakukan di awal-awal minggu, misalnya Senin atau Selasa setelah di akhir pekan mengonsumsi makanan tidak kurang sehat seperti junk food.

Detoks dengan metode juice cleanse mengharuskan pelakunya hanya mengonsumsi jus buah dan sayuran seharian, bahkan bisa sampai dua hingga tiga hari. Dikutip dari Health, banyak orang mengonsumsi jus detoks karena merasa tubuhnya menggemuk dan lesu akibat konsumsi kafein dan junk food berlebihan. Minum jus buah dan sayuran segar, dipercaya bisa meluruhkan lemak, kalori serta racun-racun salam tubuh hanya dalam waktu singkat.

"Ketika Anda menyingkirkan racun-racun itu dari sistem, seluruh tubuh akan terasa lebih baik secara internal maupun eksternal," ujar pakar diet asal New York, Stephanie Middleberg.

Namun berbeda dengan Stephanie, detoksifikasi tubuh dengan hanya minum jus tidak diperlukan. Ahli diet Andy Bellatti yang berbasis di Las Vegas mengatakan, ketimbang minum jus, detoks akan lebih efektif justru dengan memakan buah dan sayur dalam bentuk utuh.

"(Juice cleanse) tidak penting, tidak memberikan (manfaat) apa pun," tutur Andy, dikutip dari Huffington Post.

Bahkan tidak ada yang perlu dilakukan untuk detoks karena tubuh sebenarnya dirancang agar bisa mengeluarkan racun-racun dengan sendirinya, melalui pengeluaran faeces, keringat, bernapas dan urin. Selama sistem pencernaan baik dan buang air besar lancar, maka tidak ada istilah juice cleanse atau liquid detox.

"Tidak perlu melakukan usaha ekstra. Jika memang benar racun ada di dalam tubuh selama berminggu-minggu, Anda pasti akan sakit atau (bahkan) mati," tukasnya.

Lalu mengapa kebanyakan orang yang melakukan diet detoks merasa tubuhnya lebih segar dan ringan? Menurut Andy, itu disebabkan karena ketika diet detoks mereka mengurangi asupan makanan dan konsumsi cairan. Selain itu cairan di dalam tubuh mereka juga berkurang. Tapi begitu kembali ke pola makan normal, tubuhnya akan segera kembali ke kondisi semula sebelum diet detoks.

Andy juga menambahkan bahwa mengubah pola makan hanya dalam waktu seminggu tidak akan berpengaruh banyak terhadap pada tubuh, terlebih lagi jika mengharapkan hasil jangka panjang. Secara tegas, ia mengatakan bahwa mengharapkan tubuh kembali 'bersih' hanya dalam tiga atau tujuh hari adalah hal yang mustahil.

"Itu hanya angan-angan. Jika selama 350 hari dalam setahun yang Anda makan lebih banyak junk food maka melakukan 'pembersihan' selama dua minggu tidak akan berpengaruh apa-apa," ungkapnya.

Bagi yang tetap yakin dengan manfaat diet detoks, ada cara lebih efektif yang bisa dilakukan yaitu dengan mengomsumsi sayur dan buah segar secara utuh. Makanan mentah segar masih memiliki enzim yang berkhasiat melancarkan sistem pencernaan, serta masih kaya akan serat utuh, vitamin serta mineral yang benar-benar diperlukan tubuh.

Makan sebutir apel beserta kulitnya misalnya, akan lebih baik ketimbang minum jus apel karena serat larutnya membantu mencegah lonjakan kadar gula darah. Serat pada buah dan sayur sifatnya mengikat air sehingga membuat perut terasa kenyang lebih lama, dan hasilnya, Anda tidak akan berlebihan menyantap makanan. Selain itu serat juga berperan sebagai spons yang menyerap lemak dan mengeluarkannya lewat faeces.

Minum jus, bukan sepenuhnya tidak berguna. Minum jus asalkan tidak dengan tambahan gula, krim dan bahan-bahan berkalori tinggi lainnya baik untuk kesehatan. Namun alangkah bijaknya jika jus tidak dianggap sebagai 'minuman super' penghilang racun dari tubuh. Minumlah jus untuk menjaga kesehatan secara berkesinambungan, bersamaan dengan makanan sehat lainnya dalam bentuk padat. Bukan untuk 'pembersihan' atau detoksifikasi.

Jika tetap ingin menggunakan kata 'detoksifikasi' dalam pola makan harian Anda, jadikan itu sebagai mindset, yang menghindarkan Anda dari pola makan buruk. Misalnya berhenti atau mengurangi konsumsi kopi, alkohol dan makanan berlemak tinggi. Biasakan untuk beralih ke makanan sehat bernutrisi tinggi dengan kalori, lemak serta gula rendah. Cara itu akan membuat tubuh 'bersih' dari racun dengan sendirinya.

(Hestianingsih/Eny Kartikawati)
...
Hide Ads