Kenali Hasrat Makan Anda untuk Cegah Kegemukan
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Kamis, 27 Sep 2012 10:12 WIB
Jakarta
-
Badan yang gemuk umumnya disebabkan karena konsumsi makanan yang mengandung gula dan kalori tinggi. Menahan untuk tidak mengonsumsi makanan berkalori tinggi seperti es krim, permen, keripik dan latte memang tidak mudah dan penyebabnya seringkali bukan hanya karena lapar tapi juga kondisi psikologis.
Jadi sebelum kalap memasukkan makanan tidak sehat ke dalam mulut, sebaiknya telaah kembali apa yang sesungguhnya memicu Anda untuk makan banyak. Hasrat makan terhadap makanan tertentu, bisa menjelaskan keadaan emosional Anda yang sebenarnya sehingga bisa menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah tanpa harus 'lari' ke makanan.
1. Makanan Manis
Ketika hasrat untuk makan makanan manis seperti permen atau cokelat muncul, diam sejenak dan ingat-ingat kembali bagaimana kualitas tidur Anda belakangan ini. Apakah kurang tidur sehingga tubuh selalu mengantuk dan terasa lelah? Karena rasa lelah bisa memicu orang untuk banyak mengonsumsi makanan manis.
"Ketika lelah, banyak orang ingin makan karbohidrat untuk meningkatkan energi dengan cepat, karena karbohidrat merupakan sumber penghasil tenaga," jelas Elizabeth DeRobertis, R.D., dari Westchester, New York, seperti dikutip dari Huffington Post.
Karbohidrat sederhana seperti gula dan roti putih lebih cepat dicerna tubuh ketimbang karbohidrat kompleks (gandum utuh dan kacang-kacangan), sehingga energi juga lebih cepat naik. Namun makanan yang tinggi gula hanya menyediakan energi dalam waktu singkat. Seiring turunnya gula darah, energi pun berkurang drastis dan Anda akan lebih cepat lelah kembali.
Untuk menghindari keinginan melahap makanan manis berlebihan, pastikan kualitas tidur Anda cukup, yaitu tujuh atau delapan jam. Jika masih juga merasa lelah dan lemas, lakukan jalan santai atau jogging ringan. Hasil survei yang dilakukan University of Georgia menunjukkan, orang yang berolahraga dengan intensitas sedang selama 20 menit, rasa lelahnya berkurang hingga 65%.
2. Sesuatu yang Renyah
Anda tak bisa berhenti mengunyah keripik kentang, kacang goreng atau gorengan kering? Hati-hati, mungkin secara tidak sadar Anda mengalami stres atau frustasi.
"Hasrat untuk mengunyah dan memecah makanan di dalam mulut bisa meredakan rasa gelisah, tapi sifatnya hanya sementara. Begitu makanan habis, frustasi akan muncul kembali --dan banyak orang akan mengatasi rasa stres itu dengan makan dan makan lagi hingga menghabiskan satu bungkus besar keripik," ujar Sophie Skover, penulis 'The Continuous Apetite'.
Ada cara yang lebih baik untuk mengatasi rasa frustasi daripada sekantung keripik kentang yang tinggi kalori dan garam. Luapkan rasa kesal Anda lewat olahraga yang banyak membutuhkan gerakan menendang dan memukul seperti Muay Thai, Wing Chun atau Kick-boxing. Ketika menendang dan memukul, tubuh akan melepaskan hormon endorphin yang berfungsi meningkatkan mood. Stres juga bisa diredakan dengan mendengarkan musik. Sejumlah studi menunjukkan bahwa musik berirama pelan bisa membantu menurunkan tingkat stres.
"Selalu sediakan wortel atau apel dalam tempat makan untuk solusi camilan renyah yang lebih sehat," tambah Elizabeth.
3. Kafein
Tak bisa menahan hasrat ingin minum kopi atau soda? Kemungkinan Anda bukan sekadar merasakan haus, tapi ada masalah lain yang lebih serius. Ini juga bisa berarti Anda sedang dehidrasi.
"Anda mungkin sedang patah semangat atau tidak puas dengan pekerjaan dan akhirnya mengandalkan cara instan untuk membantu Anda lebih berenergi untuk menjalani hari," ungkap Skover.
Elizabeth menambahkan, "Kurang minum air putih bisa membuat Anda tak berenergi. Jadi daripada latte, mungkin Anda lebih memerlukan air putih."
4. Makanan Creamy
Makanan seperti es krim, mashed potatoe, macaroni dengan keju akan menimbulkan perasaan senang dan tenang begitu meleleh di mulut Anda. Jika menginginkan makanan ini, kemungkinan besar Anda punya kekhawatiran pada sesuatu.
"Keinginan makan makanan bertekstur creamy bisa menjadi tanda kalau ada yang sedang Anda cemaskan, dan yang Anda butuhkan adalah sesuatu yang menenangkan," ujar Skover.
Seperti diketahui, makanan creamy mengandung banyak lemak dan karbohidrat sederhana yang tinggi kalori. Skover menyarankan, lebih baik hilangkan rasa cemas dengan mandi air hangat, pijat kaki atau tiduran di atas kasur empuk dengan sprei berbahan halus ketimbang makan makanan yang bisa menggemukkan badan.
(hst/kik)
Jadi sebelum kalap memasukkan makanan tidak sehat ke dalam mulut, sebaiknya telaah kembali apa yang sesungguhnya memicu Anda untuk makan banyak. Hasrat makan terhadap makanan tertentu, bisa menjelaskan keadaan emosional Anda yang sebenarnya sehingga bisa menemukan solusi untuk menyelesaikan masalah tanpa harus 'lari' ke makanan.
1. Makanan Manis
Ketika hasrat untuk makan makanan manis seperti permen atau cokelat muncul, diam sejenak dan ingat-ingat kembali bagaimana kualitas tidur Anda belakangan ini. Apakah kurang tidur sehingga tubuh selalu mengantuk dan terasa lelah? Karena rasa lelah bisa memicu orang untuk banyak mengonsumsi makanan manis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karbohidrat sederhana seperti gula dan roti putih lebih cepat dicerna tubuh ketimbang karbohidrat kompleks (gandum utuh dan kacang-kacangan), sehingga energi juga lebih cepat naik. Namun makanan yang tinggi gula hanya menyediakan energi dalam waktu singkat. Seiring turunnya gula darah, energi pun berkurang drastis dan Anda akan lebih cepat lelah kembali.
Untuk menghindari keinginan melahap makanan manis berlebihan, pastikan kualitas tidur Anda cukup, yaitu tujuh atau delapan jam. Jika masih juga merasa lelah dan lemas, lakukan jalan santai atau jogging ringan. Hasil survei yang dilakukan University of Georgia menunjukkan, orang yang berolahraga dengan intensitas sedang selama 20 menit, rasa lelahnya berkurang hingga 65%.
2. Sesuatu yang Renyah
Anda tak bisa berhenti mengunyah keripik kentang, kacang goreng atau gorengan kering? Hati-hati, mungkin secara tidak sadar Anda mengalami stres atau frustasi.
"Hasrat untuk mengunyah dan memecah makanan di dalam mulut bisa meredakan rasa gelisah, tapi sifatnya hanya sementara. Begitu makanan habis, frustasi akan muncul kembali --dan banyak orang akan mengatasi rasa stres itu dengan makan dan makan lagi hingga menghabiskan satu bungkus besar keripik," ujar Sophie Skover, penulis 'The Continuous Apetite'.
Ada cara yang lebih baik untuk mengatasi rasa frustasi daripada sekantung keripik kentang yang tinggi kalori dan garam. Luapkan rasa kesal Anda lewat olahraga yang banyak membutuhkan gerakan menendang dan memukul seperti Muay Thai, Wing Chun atau Kick-boxing. Ketika menendang dan memukul, tubuh akan melepaskan hormon endorphin yang berfungsi meningkatkan mood. Stres juga bisa diredakan dengan mendengarkan musik. Sejumlah studi menunjukkan bahwa musik berirama pelan bisa membantu menurunkan tingkat stres.
"Selalu sediakan wortel atau apel dalam tempat makan untuk solusi camilan renyah yang lebih sehat," tambah Elizabeth.
3. Kafein
Tak bisa menahan hasrat ingin minum kopi atau soda? Kemungkinan Anda bukan sekadar merasakan haus, tapi ada masalah lain yang lebih serius. Ini juga bisa berarti Anda sedang dehidrasi.
"Anda mungkin sedang patah semangat atau tidak puas dengan pekerjaan dan akhirnya mengandalkan cara instan untuk membantu Anda lebih berenergi untuk menjalani hari," ungkap Skover.
Elizabeth menambahkan, "Kurang minum air putih bisa membuat Anda tak berenergi. Jadi daripada latte, mungkin Anda lebih memerlukan air putih."
4. Makanan Creamy
Makanan seperti es krim, mashed potatoe, macaroni dengan keju akan menimbulkan perasaan senang dan tenang begitu meleleh di mulut Anda. Jika menginginkan makanan ini, kemungkinan besar Anda punya kekhawatiran pada sesuatu.
"Keinginan makan makanan bertekstur creamy bisa menjadi tanda kalau ada yang sedang Anda cemaskan, dan yang Anda butuhkan adalah sesuatu yang menenangkan," ujar Skover.
Seperti diketahui, makanan creamy mengandung banyak lemak dan karbohidrat sederhana yang tinggi kalori. Skover menyarankan, lebih baik hilangkan rasa cemas dengan mandi air hangat, pijat kaki atau tiduran di atas kasur empuk dengan sprei berbahan halus ketimbang makan makanan yang bisa menggemukkan badan.
(hst/kik)











































