Antara Underground dan Glamor, Strategi Demna Selamatkan Gucci
Peragaan perdana Gucci di bawah arahan direktur artistik baru Demna akhirnya digelar di Milan Fashion Week Fall/Winter 2026. Panggung bertaburan bintang, tapi berhasilkah ia mengembalikan era kejayaan rumah mode Italia itu?
Presentasi berlangsung di Palazzo delle Scintille baru-baru ini. Didirikan pada 1923, bangunan yang berfungsi sebagai arena velodrome itu 'disulap' menjadi sebuah museum. Patung bergaya klasik menghiasi beberapa sisi di belakang penonton bak koleksi berharga yang siap dinikmati pengunjung.
Demna bergabung dengan Gucci setelah 10 tahun lebih menangani Balenciaga dan sukses mengubah rumah mode bersejarah besutan desainer Spanyol Cristobal Balenciaga itu menjadi sebuah fenomena budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demna Gvasalia usai mempresentasikan koleksi Gucci Fall/Winter 2026/2027 di Milan Fashion Week. (Foto: REUTERS/Alessandro Garofalo) |
Gucci dan Balenciaga sama-sama berada di bawah naungan Kering. Terlepas dari kesuksesan Balenciaga, hampir 40 persen pemasukan terbesar Kering datang dari Gucci.
Pada 2022, bisnis Gucci mulai terguncang menyusul hengkangnya Alessandro Michelle. Di bawah arahan kreatif Alessandro, rumah mode Italia merebut hati fashionista dengan estetika maksimalis.
Strategi menggantikan Alessandro dengan Sabato de Sarno demi mengikuti tren quiet luxury ternyata berujung 'bencana'. Pada periode 2022-2025, pendapatan Gucci secara global merosot hampir 50 persen, dari 10,5 miliar euro menjadi 6 miliar euro.
Sudah pasti Kering memutasi Demna atas alasan komersial yang kuat. Namun, desainer 44 tahun itu memiliki tujuan lain.
Tampilan pembuka peragaan Gucci Fall 2026 karya Demna. (Foto: Dok. Gucci) |
"Saya ingin membawa Gucci kembali ke marwahnya sebagai sebuah referensi budaya, dan itu tidak bisa terjadi dengan budaya yang mainstream," ujar Demna kepada New York Times (NYT) dalam wawancara khusus jelang peragaan.
Seperti museum yang menyimpan artefak penting dari sebuah peradaban, koleksi 50-an set busana pria dan wanita yang tersaji mengawali era baru Gucci.
Dua koleksi Gucci pertama Demna sebenarnya sudah dirilis tahun lalu. Satu dalam bentuk film yang menampilkan Demi Moore sebagai bintang utama.
Seperti kata Demna, sebuah gebrakan budaya mustahil terjadi bila hanya melibatkan sosok yang telah populer. "Mereka seharusnya sosok yang kurang dikenal, datang dari underground," ujar Demna. 'Underground' dalam bahasa kaum gen-Z berarti 'anak skena'.
Koleksi Gucci Fall 2026 persembahan Demna. (Foto: Dok. Gucci) |
Selain karya seni seperti lukisan buatan Sandro Botticelli, inspirasinya pun datang dari musisi seperti Fakemink dan EsDeeKid.
Fakemink bahkan berlenggang di panggung bersama model ternama Karlie Kloss, Emily Ratajkowski, dan Kate Moss (Demna tak sepenuhnya anti dengan ide selebriti dan popularitas).
Bayangkan Gucci era 1990 yang seksi ketika dirancang oleh Tom Ford, berpadu dengan garis desain Demna yang terkadang bernuansa apokaliptis.
Kate Moss muncul sebagai penutup dalam balutan gaun hitam sequin yang mengikuti lekuk tubuh. Bagian belakang dibiarkan terbuka sehingga mengekspos tali thong yang seksi.
Penampilan Kate Moss di fashion show Gucci Fall/Winter 2026/2027. (Foto: REUTERS/Daniele Mascolo) |
Sentuhan glamor hadir lewat material bulu, baik dalam bentuk mantel, ataupun selop yang merupakan pengembangan dari koleksi Gucci semasa Alessandro memimpin (Alessandro duduk di front row untuk menyaksikan langsung kreasi penerusnya). Kode desain Gucci seperti monogram 'GG' dan dekorasi berbentuk horsebit tetap mendominasi, baik pada pakaian maupun aksesori.
Adapun signature bag juga mendapat tampilan yang lebih segar. Tas Jackie 1961 misalnya kini hadir dengan ukuran yang diperbesar, lalu Bamboo 1947 dengan gagang kulit tapi tapi tetap berbentuk bambu. "That was smart," puji kritikus fashion NYT Vanessa Friedman dalam ulasannya.
Wajah baru tas ikonis Bamboo Bag Gucci. (Foto: REUTERS/Daniele Mascolo) |
Kesuksesan koleksi ini baru akan terbukti setelah semuanya masuk toko pada akhir tahun ini. Bagi Demna, berhasil atau tidak, karyanya telah memberikan kepuasan pribadi yang tak tergantikan.
"Selama 10 tahun, saya mencoba membuktikan diri saya pintar. Di Gucci, saya diberi kebebasan untuk menciptakan pijakan yang emosional, tanpa harus terlihat intelektual," kata Demna kepada The Guardian selepas peragaan.
Donatella Versace dan Alessandro Michele menghadiri fashion show perdana Demna untuk Gucci. (Foto: REUTERS/Alessandro Garofalo) |
Elektronik & Gadget
SanDisk Phone Drive USB, Solusi Tambah Storage HP Android yang Praktis
Olahraga
Performa di Lapangan Lebih Stabil dan Responsif dengan Nike Sabrina 3 EP
Hobi dan Mainan
Review Bagasi LOBO Assistant Kit 3.5L, Organizer Praktis untuk Travel
Olahraga
Nike Precision 7 Pink Blast, Pilihan Sepatu Basket yang Nyaman & Stylish
Penampilan Tyla di Paris Fashion Week Bikin Kaget, Atasannya Bukan Baju
Burberry Rilis Koleksi Spesial Terinspirasi Gaya Ikonik Ratu Elizabeth II
Gwyneth Paltrow Sindir Artis Pakai Kostum Hot Dog di Met Gala
Chloe Kelly Jadi Barbie, Simbol Inspirasi Baru di Dunia Sepak Bola Wanita
Inspirasi Tas Lebaran dari Kate Spade New York, dari Duo hingga Bond Bag
Seo Kang Joon Siap Comeback Usai Jadi Pacar Jisoo BLACKPINK Lewat Drakor Baru
Sinopsis Backtrace, Film Sylvester Stallone di Bioskop Trans TV
Gaya Aurel Hermansyah-Aaliyah Massaid, 2 Menantu saat Bukber Gen Halilintar
Bella Hadid Jadi Global Ambassador Pertama Prada Beauty



















































