Mango Dikecam Setelah Menggunakan Model AI
Perusahaan fashion Mango menghadapi banjir kritikan setelah memperkenalkan penggunaan model yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) untuk kampanye iklan mereka. Langkah ini memicu perdebatan panas di media sosial, terutama terkait isu keaslian iklan, etika industri, hingga kekhawatiran akan hilangnya lapangan kerja di sektor modelling.
Mango, yang baru saja merayakan pendapatan tertinggi dalam 40 tahun terakhir memulai penggunaan model AI pada musim panas lalu. Jordi Alex, Chief Information Technology Officer di Mango meyakini bahwa langkah ini menjadi komitmen Mango yang terbuka dengan inovasi teknologi yang ada.
"Inisiatif ini mencerminkan komitmen berkelanjutan kami terhadap inovasi dan menjadi yang terdepan dalam dunia mode," kata Jordi, seperti dikutip dari Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, langkah ini ternyata tidak sepenuhnya diterima oleh konsumen dan para profesional industri. Seorang kreator konten di TikTok, Marcos Angelides, memicu diskusi mendalam mengenai praktik Mango ini melalui video yang diberi tagar #falseadvertising. Dalam videonya, Angelides mempertanyakan standar etika yang tidak konsisten dalam industri iklan.
"Jika sebuah merek maskara menggunakan bulu mata palsu dalam iklan, mereka bisa terkena masalah. Tapi jika merek pizza menggunakan lem untuk membuat keju terlihat lebih meleleh, itu dianggap sebagai desain kreatif," ujar Angelides, menyoroti standar ganda yang ada.
Angelides juga memperingatkan bahwa teknologi AI generatif seperti ini akan mendefinisikan ulang cara industri menggunakan teknologi dalam iklan.
"Apakah ini hanya alat kreatif, seperti Photoshop, atau bentuk iklan palsu karena model dan pakaian yang ditampilkan sebenarnya tidak ada?" tambahnya.
Di sisi lain, para pembeli menyuarakan kekecewaan mereka terkait dampak model AI terhadap pengalaman belanja online.
"Saat saya memesan pakaian secara online, saya melihat gambar untuk memahami bagaimana pakaian itu sebenarnya terlihat dan pas di tubuh. Gambar AI benar-benar tidak berguna untuk itu," tulis salah satu pengguna di kolom komentar TikTok.
Komentar lain menyebut bahwa langkah ini membuka peluang besar untuk keluhan konsumen. Foto yang ada di katalog bisa jadi berbeda dari produk aslinya.
"Apa yang tiba di rumah bisa sangat berbeda dengan yang ditampilkan di iklan. Ini bisa jadi bumerang besar bagi Mango," ujar netizen.
Kritik terhadap Mango juga meluas ke seruan boikot. Beberapa pengguna TikTok mendesak konsumen untuk berhenti membeli produk Mango hingga mereka menghentikan praktik ini.
"Kami sebagai konsumen punya kekuatan. Jangan beli dari Mango sampai mereka kembali menggunakan model asli," tulis netizen lain.
(kik/kik)
Home & Living
Solusi Cepat Kreasi Berbagai Sajian di Dapur dengan Chopper Bumbu Praktis Ini!
Fashion
Nike Vomero Premium Alabaster, Cocok untuk Lari hingga Aktivitas Santai
Home & Living
Sparkle MAXI Karbol Sereh, Solusi Lantai Bersih dan Wangi
Pakaian Pria
Cari Sepatu Basket Nyaman? Air Jordan Luka 4 PF Layak Dilirik
J-Hope BTS Rilis Sneakers Pink Bareng Louis Vuitton, Playful Tapi Mewah
Gaun Unik Lisa Rinna di Oscars Terbuat dari Rambut Manusia Seberat 5 Kg
Momen 'Dingin' Anna Wintour Cueki Anne Hathaway di Oscars, Malah Bikin Ketawa
Gaun Rusak hingga Jatuh di Tangga, 5 Momen Oscars yang Nyaris Jadi Malapetaka
Penampilan Tyla di Paris Fashion Week Bikin Kaget, Atasannya Bukan Baju
Ramalan Zodiak 21 Maret: Aquarius Masih Ada Beban, Pisces Tetap Sabar
Viral Verificator
Viral Perjuangan Wanita Mudik, Bawa Burung dalam Sangkar dan Dua Kucing
Sophia Latjuba Ikut Tren Viral Unggah Foto Tahun 90an, Wajahnya Bikin Salfok
Lebaran Jadi Momen Maaf-Maafan, Ini Cara Minta Maaf Sesuai Zodiak (Part 1)











































