ADVERTISEMENT

Curhat Brand Lokal Ingin Go International: Aksesnya Bagaimana?

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 03 Sep 2022 16:05 WIB
Koleksi DOA, Gonegani dan Deenay, brand lokal yang hadir dalam kampanye Tokopedia tahunan Muslim Fash Forward (MFF) hingga 9 September 2022. Foto: Gresnia/Wolipop.
Jakarta -

Pengusaha fashion lokal dari brand hijab Deenay berbagi suka duka dalam berbisnis. Meski brand lokal yang dikenal dengan produk hijab ini laris manis di pasaran, mereka tetap menemui kendala.

Pmilik usaha Deenay, Trini Midiati Yuniar, mengatakan ada banyak hambatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memproduksi barang. Terutama kendala bahan yang akan menjadi ciri khas suatu brand.

"Kita sebagai UMKM itu sebenarnya untuk bahan itu kepengen spesifik dan develope sendiri. Cuma kendalanya, ketika ingin develope bersama factory domestik bahwa produksi itu kan harus dalam jumlah yang besar," kata Trini dalam acara Muslim Fash Forward: Tokopedia Dukung UMKM Lokal Majukan Industri Fesyen Indonesia di Al Jazeerah Signature Restaurant & Lounge, Jakarta Pusat (1/9/2022).

Sebagai pelaku UMKM, ia berharap agar pemilik pabrik bisa memberikan kesempatan untuk bisa memproduksi skala kecil.

"Sementara kita belum mencapai minimum produksi yang diwajibkan. Saya berharap para pemilik tekstil bisa memberikan support kepada UMKM. Kita develop bareng sesuai dengan karakter dari brand tidak dalam jumlah yang tidak terlalu banyak," lanjutnya.

Selain memperoleh bahan, Trini menambahkan jika pelaku usaha ingin berkembang dan memasarkan ke luar negeri harus memiliki akses. Brand lokal juga ingin unjuk gigi di tahap internasional.

"Go international itu kepengen banget tapi kan aksesnya bagaimana? Negara tetangga saja seperti Brunei, Malaysia itu kan potensial. Itu kan kita belum tahu caranya supaya kita bisa masuk ke pasar tersebut. Mungkin Kemenparekraf bisa membantu kami sebagai brand lokal," pungkas Trini.

(gaf/eny)