Minta Maaf, Anna Wintour Akui Vogue Pernah Diskriminasi Kulit Hitam

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 12 Jun 2020 13:37 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 20:  Queen Elizabeth II sits next to Anna Wintour (R) and Caroline Rush, chief executive of the British Fashion Council (BFC) (L) as they view Richard Quinns runway show before presenting him with the inaugural Queen Elizabeth II Award for British Design as she visits London Fashion Weeks BFC Show Space on February 20, 2018 in London, United Kingdom. (Photo by Yui Mok - Pool/Getty Images) Anna Wintour minta maaf atas kesalahan Vogue yang mendiskriminasi orang kulit hitam. (Foto: Francois Durand/Getty Images)
New York City -

Gelombang protes kematian George Floyd juga memberi efek domino kepada industri fashion. Satu per satu masalah diskriminasi terhadap warga kulit hitam Afrika-Amerika di komunitas fashion ikut terungkap. Majalah Vogue yang dijuluki kitabnya fashion pun tak luput dari isu tersebut.

Anna Wintour selaku pemimpin redaksi Vogue mengakui kesalahan itu dan meminta maaf dalam sebuah memo internal perusahaan.

"Saya mau berbicara apa adanya bahwa Vogue belum sepenuhnya memotivasi dan memberi wadah kepada para editor, penulis, fotografer, desainer dan kreator berkulit hitam," kata Anna dalam memo tertanggal Kamis (4/6/2020), seperti dikutip New York Post.

LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 20:  Queen Elizabeth II sits next to Anna Wintour (R) and Caroline Rush, chief executive of the British Fashion Council (BFC) (L) as they view Richard Quinn's runway show before presenting him with the inaugural Queen Elizabeth II Award for British Design as she visits London Fashion Week's BFC Show Space on February 20, 2018 in London, United Kingdom. (Photo by Yui Mok - Pool/Getty Images)Pemimpin Redaksi Vogue Anna Wintour (Foto: Getty Images)



Anna Wintour yang juga menjabat sebagai direktur artistik Conde Nast, lalu melanjutkan, "Kami juga telah berbuat kesalahan, dengan menerbitkan foto-foto dan cerita yang mungkin menyinggung dan intoleran. Saya bertanggung jawab penuh atas kesalahan tersebut."

Perempuan kelahiran Inggris, 70 tahun lalu itu, telah memimpin Vogue sejak 1988. Dilansir dari The Guardian, selama 32 tahun kariernya tersebut, Anne baru melibatkan seorang fotografer berkulit hitam untuk sampul majalah Vogue pada 2018.

Namanya Tyler Mitchell yang digandeng untuk memotret Beyonce sebagai bintang cover Vogue edisi spesial September 2018. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi yang pertama dalam sejarah majalah yang sudah berusia 125 tahun itu.

Beyonce di Vogue September 2018Penampilan Beyonce di sampul Vogue September 2018. (Foto: Vogue/ Tyler Mitchell)



Anna Wintour pun berkomitmen untuk memastikan kejadian diskriminasi tak terulang lagi di lingkungan Vogue. Mengaitkan dengan situasi AS yang sedang memanas menyusul kematian warga Afrika-Amerika George Floyd, ia pun turut menyampaikan rasa keprihatinannya.

"Saya ingin mengatakan ini, terutama bagi staf berkulit hitam di tim kami. Saya hanya bisa membayangkan betapa beratnya hari-hari terakhir. Kekerasan dan kejahatan terjadi di mana-mana," ungkap dia.

Belum lama ini, Andre Leon Talley, mantan editor-at-large Vogue, mengkritik Anna dalam buku biografinya, The Chiffon Trenches (2020). Pria kulit hitam yang pernah menjadi tangan kanan Anna itu menyebut sang mantan bos telah meninggalkan "luka emosional dan psikologis" pada dirinya.



PARIS, FRANCE - MARCH 07:  Anna Wintour and Andre Leon Talley attend a cocktail and dinner hosted in honor of designer Michael Kors during Paris Fashion Week Fall/Winter 2012 at the Embassy Of The United States on March 7, 2011 in Paris, France.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)Anna Wintour dan Andre Leon Talley. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)


Simak Video "Viral #VogueChallenge di Medsos, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)