Ketika Masker Menjadi Simbol Solidaritas di Era Virus Corona

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 22 Mar 2020 14:16 WIB
WUHAN, CHINA - FEBRUARY 10:  A protective mask is seen on a statue outside a street on February 10, 2020 in Wuhan, China. Flights, trains and public transport including buses, subway and ferry services have been closed for the nineteenth day. The number of those who have died from the Wuhan coronavirus, known as 2019-nCoV, in China climbed to 909.  (Photo by Stringer/Getty Images) Patung memakai masker di Wuhan, China. Sempat langka, masker kini menjadi simbol solidartias di era virus corona.(Foto: Stringer/Getty Images)
Jakarta -

Saat dunia tengah dilanda kepanikan karena wabah virus corona, masker menjadi barang yang sangat berharga dan paling dicari. Kebutuhan akan masker lantas menggugah hati untuk lebih peduli sesama. Masker pun menjelma sebagai simbol solidaritas.

Sejak virus corona mulai mewabah di China akhir tahun lalu, permintaan masker bedah khususnya mengalami peningkatan. Masker tersebut sangat esensial untuk melindungi tubuh dari penularan ataupun menularkan virus tersebut.

Diburu orang-orang, masker sempat menjadi barang yang langka. Bahkan ketika organisasi kesehatan dunia WHO menyatakan status virus corona sebagai pandemi, masker masih sulit ditemukan. Seperti yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Kondisi kian diperparah karena ulah oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan dengan menaikkan harga jual masker.

Ketika Masker Menjadi Simbol Solidaritas di Era Virus CoronaSejak virus corona mewabah, masker bedah ludes terjual hampir di seluruh dunia. (Foto: Linh Pham/Getty Images)



Atas nama solidaritas, berbagai pihak lintas profesi dan generasi bahu-membahu memastikan ketersediaan stok masker di tengah bencana pandemi global ini.

Desainer Amerika Serikat Christian Siriano begitu prihatin dengan krisis masker di hampir seluruh rumah sakit yang menangani pasien virus corona di New York City. Masker habis diborong warga di saat tenaga medis juga sangat membutuhkannya.

Sebuah inisiasi lantas muncul di benak Christian untuk membuat masker dan menyumbangkannya kepada rumah sakit yang membutuhkan. Lewat sebuah cuitan, ia menawarkan bantuan tersebut kepada Gubernur New York Andrew Cuomo.



"Jika @NYGovCuomo bilang masker sangat dibutuhkan saat ini, timku akan bantu membuatnya. Aku punya tim penjahit yang siap bekerja dari rumah untuk membantu," kicau desainer jebolan kompetisi 'Project Runway' itu di Twitter, Jumat (20/3/2020).

Gayung bersambut, cuitan tersebut langsung dibalas Gubernur. Setelah mendapat respons positif, Christian langsung membuat masker di rumahnya di Connecticut. Ia dan tim berupaya bisa mengerjakan 1.000 buah masker sesuai standar FDA (Food and Drug Administration) maksimal dalam dua hari agar bisa segera disumbangkan.

Ia pun berharap, langkah yang sama bisa dilakukan oleh rekan-rekannya sesama desainer. "Menurutku, jika ada desainer lain yang masih punya tim yang bisa menjahit, terutama di New York, kita bisa membuatnya seratus buah per hari. Banyak orang yang sedang berjuang di rumah sakit. Fashion dapat mengubah segalanya dalam sepekan," kata Cristian.

Ketika Masker Menjadi Simbol Solidaritas di Era Virus CoronaButik Zara di Barcelona, Spanyol. (Foto: Sean Gallup/Getty Images)



Sebelumnya, Inditex, raksasa tekstil pemilik Zara yang berbasis di Spanyol, menyatakan telah mendonasikan 10 ribu masker bedah kepada pemerintah setempat dan akan mengirimkannya lagi dalam jumlah yang lebih besar. "Akhir minggu ini, diharapkan 300 ribu masker bedah sudah dalam pengiriman," tulis Inditex dalam keterangan resminya seperti dikutip Vogue, Rabu (18/3/2020).

Inditex juga berencana memproduksi masker dan peralatan medis lain seperti sarung tangan dan baju pelindung di pabrik pakaiannya. Spanyol sendiri menjadi negara kedua di Eropa yang terparah kena dampak wabah virus corona. Menurut data WHO per 20 Maret, tercatat 19.980 kasus COVID-19 terjadi di negara tersebut. Ditambah dengan angka kematian yang telah mencapai 1002 orang.

Di Tanah Air, sumbangan masker pun tak kalah masif. Pada Kamis (19/3/2020), Polda Metro Jaya mengadakan pembagian masker bedah gratis di kawasan Pasar Tanah Abang. Masker pun menjadi rebutan warga.

Ketika Masker Menjadi Simbol Solidaritas di Era Virus CoronaWarga berebut masker gratis yang dibagikan Polda Metro Jaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020). (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)



Selain dari berbagai instansi negara dan perusahaan-perusahaan swasta, ada juga yang datang atas nama pribadi. Dari kalangan selebriti, Nikita Mirzani menyumbang Rp 100 juta untuk mereka yang tak mampu membeli APD alias alat perlindungan diri, termasuk masker.

Selain merogoh kocek sendiri untuk membeli masker, sejumlah figur publik juga memanfaatkan pamornya untuk mengajak masyarakat menyumbang masker. Lewat Instagram, Melanie Subono menyerukan untuk memberi masker kepada pengemis dan anak jalanan yang rentan terpapar atau menularkan virus corona karena tidak memiliki tempat tinggal tetap kala pemerintah menggalakkan social distancing atau pembatasan sosial.

[Gambas:Instagram]


Lain lagi dengan komunitas Sekolah Relawan. Mereka langsung turun ke lapangan untuk membagi-bagikan masker dan hand sanitizer gratis kepada warga di kawasan Depok. Sembari berbagi, mereka juga mengedukasi masyarakat soal pencegahan virus corona dan cara pemakaian masker.

Memang masih banyak orang yang belum memahami peruntukkan masker. Menurut anjuran WHO, masker sebenarnya hanya perlu dipakai oleh mereka yang sedang sakit, tim medis atau orang sehat yang sedang menangani orang sakit.

Maka itu, penting bagi kita untuk menggunakan masker secara bijak agar masker tetap tersedia bagi mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan begitu, kita bisa lebih cepat meraih kemenangan bersama melawan pandemi virus corona.



Simak Video "Kesalahan-kesalahan yang Sering Dilakukan saat Pakai Masker"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)