Terungkap! Ada Jasa Para Lansia di Balik Kostum Keren BTS, Ini Kisahnya

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 06 Feb 2020 18:00 WIB
SEOUL, SOUTH KOREA - JANUARY 23: Jennie of Girl group BlackPink performs on stage during the 8th Gaon Chart K-Pop Awards on January 23, 2019 in Seoul, South Korea. (Photo by Chung Sung-Jun/Getty Images) Ilustrasi Blackpink Mengenakan Kostum Panggung. Foto: Getty Images
Jakarta -

Penampilan menawan para idol di panggung semakin bersinar karena didukung dengan kostum-kostum stylish. Umumnya, girlband dan boyband akan memakai busana seragam untuk terlihat kompak terutama saat 'perform'. Kostum-kostum grup KPop kenamaan seperti BTS, Blackpink, hingga Big Bang ternyata sering kali dibuat di sebuah workshop bernama 'Shine'. Tak disangka, jika baju-baju tersebut dikerjakan oleh para lansia.

Tampil dengan busana keren sekaligus unik di panggung tentu menjadi sesuatu yang wajib untuk para idol. Karena itu, para agensi akan membuat sendiri baju-baju manggung mereka. Salah satu 'pabrik' kostum yang terkenal di kalangan agensi hiburan Korea adalah 'Shine', sebuah workshop yang didirikan oleh Jung Yu Bong. Menariknya para pekerja di 'Shine' bukanlah desainer-desainer muda lulusan sekolah desain melainkan lansia di atas usia 60 tahun.

Cerita Para Lansia di Balik Kostum-kostum Keren BTS Hingga BlackpinkIlustrasi BTS Ketika Manggung. Foto: Getty Images.



"Biasanya, kami membuat lebih dari 50 seragam per minggu," ungkap Jung Yubong kepada Vice yang bertugas membuat pola dan blueprint sebelum sebuah busana dikerjakan, termasuk untuk Jennie Blackpink.

Bisnis kostum panggung artis KPop ini pun dimulai sejak tahun 90an. Mereka bahkan menciptakan untuk busana Seo Taiji and Boys yang merupakan grup idol pertama Korea. Dan meskipun pabrik atau workshop kostum semakin menjamur, bisnis ini masih menjadi salah satu yang masih dipercaya.

Cara kerja pembuatan kostum panggung artis KPop ini pun selayaknya tempat jasa penjahitan. Dikatakan jika workshop hanya bertugas untuk membuat tapi tidak menyediakan desain atau bahannya. Satu outfit kostum KPop harganya bisa mencapai $400 (Rp 5,4 jutaan) hingga $900 (Rp 12 jutaan) tergantung desain. Selain untuk manggung, baju-baju pesanan itu juga sering digunakan untuk iklan.

Bagi banyak penggemar, hal ini mungkin menjadi sesuatu yang fantastis. Apalagi untuk fans yang tertarik menjadi desainer dan bermimpi bisa membuatkan para idola kostum. Namun tidak selalu begitu dengan para pekerjanya yang kebanyakan kurang peduli dengan KPop.

Cerita Para Lansia di Balik Kostum-kostum Keren BTS Hingga BlackpinkContoh Kostum Panggung yang Dibuat 'Shine'. Foto: YouTube
"Orang muda sekarang tidak mau mengerjakan ini Ini bukan sesuatu yang glamour atau sangat terhormat," kata Jung Yu Bong.
Hal serupa juga disampaikan Son Gyung Ja yang merupakan satu-satunya pekerja wanita di sana. "Kami harus bekerja semalaman kadang dan tidak tidur. Kadang ketika ada agensi yang memburu-buru karena ada jadwal penting, kami harus menyelesaikan baju satu grup dalam satu hari. Kami membuat banyak baju sampai aku tidak tahu itu untuk grup yang mana," tuturnya.


"Aku tidak peduli dengan KPop. Aku hanya memulai pekerjaan ini karena aku lapar," kata pekerja Hwa Sik Jung.



Simak Video "Gaya BTS hingga Ariana Grande di Red Carpet Grammy Awards 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)
DRoofTalk
×
Gaduh Kerajaan Galuh
Gaduh Kerajaan Galuh Selengkapnya