Dewi Fashion Knight Akan Tutup Jakarta Fashion Week dengan Karya 4 Desainer

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 09 Okt 2019 18:25 WIB
4 Desainer Dewi Fashion Knight. Foto: Daniel Ngantung/Wolipop 4 Desainer Dewi Fashion Knight. Foto: Daniel Ngantung/Wolipop

Jakarta - Sebagai penutup Jakarta Fashion Week (JFW), Dewi Fashion Knight (DFK) yang menyuguhkan karya para desainer ternama Indonesia menjadi gong tersendiri di perhelatan mode terakbar di Tanah Air itu. Untuk JFW 2020, DFK 2019 hadir dengan wajah baru.

Diadakan oleh majalah Dewi sejak 2008, DFK hadir di JFW untuk merayakan para 'kesatria' fashion yang dianggap telah berprestasi dan membawa hawa perubahan di industri mode Indonesia. Kali ini, hanya empat desainer yang terlibat atau lebih sedikit dari DFK di tahun-tahun sebelumnya. Mereka adalah Auguste Soesastro, Mel Ahyar, Jeffry Tan dan Adrian Gan.

Menurut Pemimpin Redaksi Dewi Margaretha Untoro atau Margie, DFK tahun ini ingin mempertegas kualitas dari para desainer yang terpilih. "Kalau desainernya terlalu banyak, karya yang ditampilkan hanya sedikit. Dengan hanya memilih empat desainer, mereka bisa memamerkan karya yang lebih banyak. Selain itu, desainer jadi termotivasi untuk bisa lebih mengeksplor kreativitasnya demi menunjukkan kualitas," ungkap Margie kepada Wolipop saat jumpa pers DFK 2019 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019) siang.

Desainer yang 'manggung' di DFK tahun ini merupakan hasil kurasi dari tim editorial Dewi tanpa melibatkan panelis luar seperti tahun sebelumnya. Proses kurasinya sudah dimulai sejak setahun lalu.



"Setelah DFK 2018, kami sudah mulai mencari nama-nama kesatria untuk DFK tahun ini. Empat nama ini mewakili desainer lintas generasi dengan kekuatan gaya tersendiri," tambah Margie. Beberapa 'alumni' DFK di antaranya Oscar Lawalata, Ghea Panggabean, Sebastian Gunawan, Toton, Sapto Djojokartiko dan label Major Minor.

Tahun ini, DFK mengusung tema 'Borderless' sebagai gambaran dunia masa kini yang sudah tanpa sekat lagi berkat kemajuan teknologi informasi. Tema tersebut, kata Margie, juga merepresentasikan konsep gender yang sekarang menjadi lebih fluid dan sudah tak bisa lagi dikotak-kotakkan antara pria dan wanita.

Tema itu yang kemudian diinterpretasikan oleh para desainer dengan caranya masing-masing. Auguste Soesastro misalnya, menyoroti cara berpakaian para pekerja formal yang saat ini mulai bergeser menjadi lebih kasual. "Sekarang kalau terlalu serius, orang nggak terlalu suka," kata Auguste yang menggali inspirasi dari tren active wears untuk koleksi di DFK 2019.

Sementara itu, Jeffry Tan menerjemahkan tema 'Borderless' dengan memadukan elemen maskulin dan feminin yang kaya akan volume dan teknik spiral. Lalu Mel Ahyar bermain dengan sisi ketidaksempurnaan dan keunikan dalam koleksi bertajuk 'Skins'. "Saya bercerita tentang efek media sosial dan kesehatan mental, bagaiman keduanya saling berhubungan," ungkap Mel.

Mewakili desainer senior, Adrian Gan punya cara tersendiri dalam menghayati tema 'Borderless'. Ia mengangkat keindahan kain ulos Batak yang diolah dalam gaya yang lebih modern. "Di sini saya akan menunjukkan sesuatu yang belum pernah saya lakukan," kata Adrian sembari memberi kisi-kisi koleksinya.

Penasaran dengan karya mereka selengkapnya? Nantikan saat DFK digelar di Jakarta Fashion Week 2020 pada 25 Oktober 2019.



Simak Video "Pede Abis! Aksi Catwalk Anak Down Syndrome di JFW 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(dng/eny)