10 Tahun Berkarya, Hian Tjen Hadirkan Koleksi Gaun Bertema Amish

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 29 Agu 2019 08:29 WIB
Fashion show PERFECT10N persembahan desainer Hian Tjen. (Foto: Moh. Abduh/Wolipop) Fashion show 'PERFECT10N' persembahan desainer Hian Tjen. (Foto: Moh. Abduh/Wolipop)

Jakarta -

Kehidupan kaum Amish yang kuno dan kolot menjadi sumber inspirasi desainer Hian Tjen untuk koleksi gaun couture terbarunya. Karya tersebut disajikan dalam peragaan bertajuk 'PERFECT10N' sebagai selebrasi 10 tahun Hian berkarya.

Fashion show yang berlangsung di Dian Ballroom Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (28/8/2019) malam, sungguh berbeda dari presentasi biasanya. Panggung catwalk Hian kali ini adalah sebuah bukit penuh alang-alang kering. Atmosfer yang terasa seolah seperti sedang berada di desa tapi dalam nuansa yang modern.


10 Tahun Berkarya, Hian Tjen Hadirikan Koleksi Gaun Bertema AmishFoto: Moh. Abduh/Wolipop

Para model lalu lalang dan menelusuri jalan setapak yang membelah semak alang-alang tersebut. Para tamu yang di antaranya sejumlah selebritis seperti Bunga Citra Lestari, Titi DJ, Nikita Willy dan Olivia Jansen menyaksikan dari tempat duduk kayu bersusun di balik alang-alang.

Suasana pedesaan yang diangkat ini setidaknya cukup untuk menggambarkan kehidupan kaum Amish. Ketik kata kunci 'Amish' di Google, maka akan muncul potret kehidupan mereka yang sangat konservatif.


Pertama kali terbentuk pada abad ke-16 di Swiss, komunitas Kristen ini masih eksis dengan mempertahankan cara hidup yang lama. Tidak ada listrik, telepon ataupun kendaraan bermotor.

10 Tahun Berkarya, Hian Tjen Hadirikan Koleksi Gaun Bertema Amish(Foto: Moh. Abduh/Wolipop)

Kehidupan mereka benar-benar tak terkontaminasi oleh perkembangan zaman yang kian modern. Peradaban kaum Amish ini dapat ditemui di beberapa wilayah Amerika Serikat, seperti Pennsylvania dan Ohio.

Kesederhanaan serta nilai-nilai tradisional yang dipegang teguh oleh kamu Amish itu memukau Hian sehingga menjadikannya ilham untuk koleksi ini. "Akan terasa menarik ketika mengangkatnya menjadi sebuah koleksi dengan twist yang lebih modern dan kekinian," ujar Hian saat Wolipop berkunjung ke studionya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, pekan lalu untuk melihat persiapan jelang peragaan.

Hian menjelaskan, pengerjaan koleksi adi busana ini terbilang rumit karena banyak macam detail yang diaplikasikan. Mulai dari bordir hingga embellishment berupa kristal dan mote-motean. "Bahkan, ada satu gaun yang baru selesai dalam waktu 3-4 bulan," tambah pria 34 tahun itu.


10 Tahun Berkarya, Hian Tjen Hadirikan Koleksi Gaun Bertema AmishHian Tjen saat mempersiapkan koleksi bertema Amish di studionya di Pluit, Jakarta, Utara, sepekan menjelang peragaan. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Detail tersebut menghiasi deretan busana yang siluetnya menyerupai terusan yang biasa dipakai para perempuan Amish. Gaya mereka yang identik dengan gaun bercelemek juga muncul di koleksi ini.

Namun di tangan Hian, celemek dibuat lebih stylish. Misal, celemek hadir dengan bentuk rumbai yang dihiasi detail bordir sebagai pemanis pada bagian rok gaun. Ada juga celemek yang menjelma dalam bentuk mungil sebagai aksesori di leher.

Selain siluet dan volume pakaian, desainer lulusan ESMOD Jakarta ini terilhami pula oleh flora dan fauna di sekitaran kaum Amish. Terdapat motif bergambar ayam dan kuda yang ikut mempercantik koleksi gaun couture terbaru Hian. "Saya sketsa dulu motifnya, setelah itu dikirim ke Italia untuk dicetak di atas kain jacquard. Baru kain dikirim ke Indonesia," kata Hian.

10 Tahun Berkarya, Hian Tjen Hadirikan Koleksi Gaun Bertema AmishMotif ayam yang dibuat di Italia. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Dengan dukungan timnya yang terdiri hampir 60 orang, Hian akhirnya merampungkan koleksi tersebut dalam waktu delapan bulan. Sekitar 50-an busana yang Hian sajikan.

Koleksi tersebut sekaligus menjadi pembuktian kiprah Hian setelah 10 tahun berkarya sebagai desainer. Berasal dari Pemangkat, sebuah kota kecil di Kalimantan Barat, Hian hijrah ke Ibu Kota selulus SMA untuk mengejar cita-citanya sebagai seorang desainer busana.

Tuntas kuliah di ESMOD, Hian mengawali kariernya dengan bekerja di sebuah perusahaan garmen. Merasa tidak cocok, ia lalu keluar dan memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan menerima pesanan gaun pengantin atau bridal.

Sorotan tertuju pada Hian ketika Chelsea Olivia memakai karyanya saat menikah pada 2015. Sejak itu, namanya kian diperhitungkan sebagai desainer muda. Tak cuma gaun pengantin, Hian pun merambah ranah adibusana.


Hian Tjen saat finale 'PERFECT10N'.Hian Tjen saat finale 'PERFECT10N'. (Foto: Moh. Abduh/Wolipop)


Eksistensi Hian sebagai desainer lantas juga mendapat pengakuan dari Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI). Di tahun yang sama, ia resmi bergabung dengan IPMI yang turut menaungi sejumlah desainer senior ternama seperti Sebastian Gunawan, Biyan, Chossy Latu dan Itang Yunasz.

"Mungkin orang melihatku sekarang sudah enak, padahal semua dimulai dari nol dan penuh perjuangan. Dari rumah ke rumah bikin busana pesanan, sampai akhirnya bisa menggelar fashion show sendiri. Tapi itu semua prosesnya. Sekarang saya juga masih belajar," kata Hian.



Simak Video "Eksklusif! Di Balik Koleksi Gaun ''Amish'', Selebrasi 10 Tahun Hian Tjen Berkarya"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)