Terry Putri dan 2 Desainer Indonesia Akan Pamer Karya di Amsterdam
Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 17 Nov 2016 18:45 WIB
Jakarta
-
Peluang untuk ekspansi bisnis mode ke luar negeri bukan lagi hal tak mungkin bagi desainer Indonesia kini. Sejumlah pagelaran mode kelas dunia telah menampilkan nama Indonesia di dalamnya, yang terbaru adalah Anniesa Hasibuan di New York Fashion Week.
Terhitung nama baru di dunia mode lokal, nyatanya tak menutup kemungkinan untuk memamerkan karya di kancah internasional. Begitu pun untuk ketiga nama desainer ini, yaitu Terry Putri, Lily Mriasari dan Rizzaro.
Tiga nama desainer baru ini memamerkan karya mereka di perhelatan bernama Indonesia Cultural Fashion (ICF) yang baru memasukin tahun pertama itu di Amsterdam, Belanda. Tepatnya, mereka akan menampilkan karyanya di Posthoornkerk, Haarlemmerstraat 124-126, Amsterdam pada 18 Desember 2016 nanti.
"Banyak sekali event fashion di Indonesia dan dunia. Kami lihat perkembangan fashion Indonesia juga sangat besar. Kita banyak lihat desainer fashion bermunculan, tapi mereka butuh sahabat untuk memamerkan karyanya sampai ke internasional, itulah kenapa kita buat IFC ini," kata Iwan Kurniawan selaku founder ICF saat ditemui di Beranda Kitchen, Jakarta Selatan, Kamis (17/11/2016).
Masing-masing desainer akan menghadirkan karya bernafas Indonesia di ajang itu. Yang pertama adalah Lily Mariasari dengan labelnya Elemwe. Ia menghadirkan busana hasil eksplorasi batik Betawi. Salah satu yang ditampilkan adalah gaun two pieces dengan batik Betawi nuansa hitam dengan motifnya yang khas.Untuk rok panjang sebagai bawahannya, batik dilapisi tulle hitam demi kesan mewah.
Desainer berikutnya bernama Rizaro dengan label Sun Summit. Kali ini wanita yang akrab disapa Riza itu akan mengenalkan batik Tanah Liek dan sutra Makassar di Belanda. Salah satu yang ditampilkan adalah busana two pieces berbahan jacquard yang kaku, namun diberi aksen dengan potongan batik untuk membuatnya terkesan playful.
Di antara dua nama tadi ada Terry Putri, presenter yang kini telah berhijab sekitar setahun lalu. Labelnya adalah Territory yang disebutnya bergaya edgy dan kasual. Kali ini Terry bekerjasama dengan pengrajin batik asal Kalimantan Selatan.
Karyanya pun menarik atensi dengan banyak outer panjang monokrom yang dihiasi aksen warna-warni dari kain Sasirangan. Lalu untuk menyesuaikan dengan pasar Eropa, Terry juga membuat banyak mantel dan syal bulu sebagai pelengkap busana.
"Saya sampai sekarang dibilang artis juga nggak pernah merasa artis, apalagi sekarang desainer. Teritory ini aku buat waktu pertamakali berhijrah 1,5 tahun lalu karena aku waktu itu susah menemukan baju yang gaya aku. Jadi aku bikin sesuatu yang tidak hanya untuk aku sendiri tapi bisa jadi inspirasi buat orang lain," kata Terry.
Fashion show nanti akan menjadi debut pertama Terry Putri sebagai desainer. Ia akan membawa delapan koleksi busana yang telah dipersiapkan selama tiga bulan terakhir.
"Aku sudah buat lima busana. Yang tiga masih dalam proses pengerjaan karena aku mau lihat dulu tren apa lagi yang keluar nanti," paparnya. (asf/eny)
Terhitung nama baru di dunia mode lokal, nyatanya tak menutup kemungkinan untuk memamerkan karya di kancah internasional. Begitu pun untuk ketiga nama desainer ini, yaitu Terry Putri, Lily Mriasari dan Rizzaro.
Tiga nama desainer baru ini memamerkan karya mereka di perhelatan bernama Indonesia Cultural Fashion (ICF) yang baru memasukin tahun pertama itu di Amsterdam, Belanda. Tepatnya, mereka akan menampilkan karyanya di Posthoornkerk, Haarlemmerstraat 124-126, Amsterdam pada 18 Desember 2016 nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing desainer akan menghadirkan karya bernafas Indonesia di ajang itu. Yang pertama adalah Lily Mariasari dengan labelnya Elemwe. Ia menghadirkan busana hasil eksplorasi batik Betawi. Salah satu yang ditampilkan adalah gaun two pieces dengan batik Betawi nuansa hitam dengan motifnya yang khas.Untuk rok panjang sebagai bawahannya, batik dilapisi tulle hitam demi kesan mewah.
Foto: Alissa Safiera/Wolipop |
Desainer berikutnya bernama Rizaro dengan label Sun Summit. Kali ini wanita yang akrab disapa Riza itu akan mengenalkan batik Tanah Liek dan sutra Makassar di Belanda. Salah satu yang ditampilkan adalah busana two pieces berbahan jacquard yang kaku, namun diberi aksen dengan potongan batik untuk membuatnya terkesan playful.
Di antara dua nama tadi ada Terry Putri, presenter yang kini telah berhijab sekitar setahun lalu. Labelnya adalah Territory yang disebutnya bergaya edgy dan kasual. Kali ini Terry bekerjasama dengan pengrajin batik asal Kalimantan Selatan.
Foto: Alissa Safiera/Wolipop |
Karyanya pun menarik atensi dengan banyak outer panjang monokrom yang dihiasi aksen warna-warni dari kain Sasirangan. Lalu untuk menyesuaikan dengan pasar Eropa, Terry juga membuat banyak mantel dan syal bulu sebagai pelengkap busana.
"Saya sampai sekarang dibilang artis juga nggak pernah merasa artis, apalagi sekarang desainer. Teritory ini aku buat waktu pertamakali berhijrah 1,5 tahun lalu karena aku waktu itu susah menemukan baju yang gaya aku. Jadi aku bikin sesuatu yang tidak hanya untuk aku sendiri tapi bisa jadi inspirasi buat orang lain," kata Terry.
Foto: Alissa Safiera/Wolipop |
Fashion show nanti akan menjadi debut pertama Terry Putri sebagai desainer. Ia akan membawa delapan koleksi busana yang telah dipersiapkan selama tiga bulan terakhir.
"Aku sudah buat lima busana. Yang tiga masih dalam proses pengerjaan karena aku mau lihat dulu tren apa lagi yang keluar nanti," paparnya. (asf/eny)











































Foto: Alissa Safiera/Wolipop
Foto: Alissa Safiera/Wolipop
Foto: Alissa Safiera/Wolipop