Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Aktivis PETA Bajak Catwalk H&M di London Fashion Week, Protes Penggunaan Wol

Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 18 Sep 2026 14:03 WIB
...
Guangzhou, China - May 10, 2016: One HM Store and  one Uniqlo Store in Guangzhou seen from the outside in Zhujiang new town(downtown Guangzhou).Uniqlo is a Japanese maker, and  HM is a Sweden one of mostly casual clothing.
Ilustrasi toko H&M (Foto: Getty Images/wonry)
London -

Aktivis pelindung hak hewan People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menggelar aksi protes di peragaan H&M saat London Fashion Week. Kejadian ini hanya beberapa hari setelah pembajakan serupa di peragaan Cos, bagian dari H&M, yang menyebabkan kehebohan.

Tiga orang aktivis PETA naik ke catwalk sambil membawa poster yang menyuarakan penolakan terhadap penggunaan wol domba dalam industri fashion.

Aksi tersebut terjadi saat H&M menggelar fashion show di Olympia, London, pada Kamis (18/9/2026) malam waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WWD melaporkan, gangguan berlangsung sebanyak tiga kali dan sempat menghentikan jalannya pertunjukan.

ADVERTISEMENT

Para aktivis membawa papan bertuliskan pesan protes yang serupa dengan aksi PETA pada pekan sebelumnya di peragaan busana Cos di New York. Mereka memprotes penggunaan wol domba yang dianggap mengeksploitasi hewan.

Pihak keamanan H&M memilih tidak melakukan tindakan fisik terhadap para demonstran. Petugas menunggu hingga para aktivis menyelesaikan aksinya di atas catwalk sebelum mengawal mereka keluar dari area pertunjukan.

Situasi tersebut berlangsung di hadapan jajaran manajemen senior H&M yang menyaksikan peragaan dari barisan depan.

Penanganan ini berbeda dari insiden di peragaan Cos di New York sebelumnya, ketika aksi demonstran sempat berujung pada kontak fisik dengan Presiden Council of Fashion Designers of America (CFDA) Steve Kolb.

Perhelatan yang turut dihadiri sejumlah selebriti dunia itu menandai debut kolaborasi H&M dengan fotografer dan seniman visual asal Inggris, Nick Knight, serta ShowStudio. Pertunjukan menggabungkan fashion, teknologi, dan visual berbasis akal imitasi (AI).

Salah satu elemen utama pertunjukan adalah instalasi interaktif yang menggunakan teknologi AI untuk mengubah foto menjadi visual menyerupai lukisan fashion bergerak.

Ketika para model berjalan di atas catwalk, dinding di belakang mereka menampilkan visual yang mengikuti gerakan tubuh. Efek tersebut menciptakan pengalaman multisensori yang membuat penonton seolah melihat sketsa hidup yang terus berubah.

"Kami juga bisa menunjukkan apa yang dapat dibuat AI, bahwa AI bukan sesuatu yang menakutkan. AI juga bisa menjadi bagian dari pengalaman imersif dan sesuatu yang baru, yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya," ujar Ann-Sofie Johansson, Global Head of Design H&M, dalam sesi preview.

Di luar teknologi, koleksi yang ditampilkan H&M juga mengusung nuansa romantis dan sinematik.

Referensi dari kisah klasik seperti Wuthering Heights dan Marie Antoinette terlihat melalui jaket satin dengan detail pita serta ornamen tali dan lace-up. Pengaruh gaya Western juga hadir lewat denim berwarna gelap dengan bordiran motif paisley yang dipadukan dengan sepatu bot koboi berhak tinggi.

Sementara itu, koleksi menswear atelier menghadirkan atmosfer yang terinspirasi film-film era 1980-an dan 1990-an. Siluet boxy dan tailoring dengan potongan lebih rileks mendominasi sejumlah tampilan.

Menjelang akhir pertunjukan, model Alex Consani dan aktor Inggris Archie Renaux tampil bersama dalam sebuah adegan romantis. Keduanya berbicara mengenai cinta dan patah hati, sementara visual hasil kreasi AI bergerak di atas mereka menyerupai lukisan Renaissance yang hidup.

(dtg/dtg)
...
Hide Ads