Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Desainer Lokal Go International

Perubahan yang Dirasakan Desainer Indonesia Pasca Go International

Intan Kemala Sari - wolipop
Minggu, 25 Sep 2016 15:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Instagram
Jakarta - Berkesempatan mengenalkan rancangan busananya di kancah internasional menjadi pengalaman tidak terlupakan bagi para desainer Tanah Air. Mereka dengan bangga membawa nama Indonesia di luar negeri dengan mengikuti fashion show atau menghadiri pameran busana. Lantas apa perubahan yang dirasakan oleh para desainer tersebut pas go international?

Dituturkan oleh Istafiana Candarini, desainer sekaligus CEO label busana modest wear Kami Idea, ada beberapa perubahan yang dirasakannya. Salah satunya adalah tawaran untuk memamerkan karyanya di negara lain. Meski demikian ia tidak ingin cepat-cepat mengambil keputusan. Hal tersebut harus dipikirkan matang-matang sekaligus mencari sponsor yang ingin mendukungnya.

Desainer yang baru saja mengikuti pameran di acara Islamic Society of North America (ISNA) Chicago, Amerika Serikat pada awal September lalu itu mengatakan jika ia harus mengikuti acara tersebut beberapa kali agar bisa merasakan perubahan setelah go international. Perubahan itu tidak bisa dirasakan spontan saat menghadiri pameran pertama kali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Seperti aku masuk ke Malaysia, di Kuala Lumpur aku adakan pameran dua atau tiga kali dulu, baru bertemu dengan orang yang tepat dan sekarang kami sudah bagus. Jadi menurutku kalau mau masuk pasar baru, nggak bisa hanya dengan satu kali pameran saja," tutur wanita yang biasa disapa Irin saat dihubungi Wolipop, Rabu (21/9/2016).

Namun beruntungnya saat pameran di Chicago, Ibu dua anak ini banyak bertemu dengan pembeli yang sudah mengenali labelnya. Mereka pernah membeli busananya melalui situs HijUp.

Desainer Restu Anggraini juga merasakan hal yang sama ketika menampilkan karyanya di Virgin Australia Melbourne Festival (VAMFF) Maret Lalu. Banyak pihak yang mendukungnya dan tidak sedikit yang memuji karyanya, termasuk pada blogger hijab dan desainer lokal Australia.

"Para blogger tanya kapan aku buka toko di sini, mereka suka banget sama karya aku dan bilang koleksinya Melbourne banget gayanya," kata Etu saat berbincang dengan Wolipop di Melbourne, Australia beberapa waktu lalu.

Respon positif pun juga berdatangan, terutama dari para tim EO di Australia saat diriny memakaikan koleksi busana yang didominasi oleh bulu-bulu kepada para model. Mereka pun langsung memilih-milih dan ingin membelinya setelah acara usai.

Ditambahkan oleh desainer Ivan Gunawan, dirinya menggelar fashion show di luar negeri bukan semata-mata ingin eksis dan terkenal. Namun baginya yang terpenting adalah bagaimana karyanya bisa diterima di pasar internasional.


Desainer yang akan menampilkan karyanya di Los Angeles Fashion Week (LAFW) Amerika pada Oktober mendatang ini mengatakan jika produk yang dipresentasikan harus bernilai. "Saya tidak cari popularitas, untuk saya yang penting bagiamana karya saya bisa diingat orang kalau itu buatan saya. Dan karyanya juga harus bernilai, siapa tahu nanti show lagi, ada orang yang kenali koleksi saya," ungkap Ivan saat berbincang dengan Wolipop di Lucy In The Sky, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016). (itn/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads