Kontroversi Model Kurus
Karl Lagerfeld Tak Peduli Badan Model Terlalu Kurus
Industri mode dunia kini sedang dihebohkan dengan kontroversi model yang terlalu kurus. Bahkan pemerintah Prancis berencana akan mengeluarkan kebijakan baru kepada petinggi dunia mode. Bila ada yang menggunakan model terlampau kurus dengan berat badan di bawah batas normal, maka ia diharuskan untuk membayar denda hingga 60 ribu poundsterling atau setara Rp 1,1 miliar.
Namun tampaknya hal ini tidak terlalu mengusik desainer Karl Lagerfeld. Ia menyatakan bahwa orang-orang saat ini lebih suka melihat model yang bertubuh kurus ketimbang model yang diibaratkannya seperti 'mumi gemuk'.
Perkataan yang dilontarkannya ini merupakan reaksinya terhadap majalah asal Jerman, Brigitte, yang mengatakan bahwa di masa depan wanita bertubuh normal dan memiliki bentuk tubuh yang realistis yang akan digunakan dalam pemotretan majalah. Menurutnya, hal itu terlihat tidak masuk akal yang disebabkan oleh wanita gemuk yang tidak suka diingatkan tentang masalah berat badannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada tahun 2006 silam, desainer yang sering kali tampil dengan busana hitam-putih ini membuat kehebohan dengan mengatakan bahwa penyebab tubuh model menjadi kurus adalah masalah psikologis, bukan tekanan dari industri mode. "Mereka tidak sengaja kurus karena ingin menjadi model, mungkin ada yang memiliki masalah keluarga atau menderita trauma," lanjutnya.
Karl juga mengatakan ia sama sekali tidak pernah melihat model yang memiliki tubuh seperti mengidap penyakit anoreksia. Yang ada hanyalah model dengan tubuh yang sangat kurus.
Pernyataan lain juga dilontarkan oleh kepala eksekutif salah satu retail pakaian terkemuka di Selandia Baru, Denise L'Estrange-Corbet. Ia berpendapat bahwa orang-orang yang mengkhawatirkan pengaruh manekin atau model bertubuh kurus pada remaja dan anak-anak harus mencari kehidupan baru yang lebih menyenangkan. "Akui saja, suatu busana akan terlihat lebih baik saat dikenakan oleh orang bertubuh kurus," ujarnya dalam sebuah program televisi.
Denis menambahkan, dengan menggunakan manekin atau model bertubuh kurus tidak berarti masyarakat harus terlihat seperti mereka. "Selama para model tidak memiliki anoreksia dan sehat-sehat saja, maka aku pikir tidak ada masalah," katanya.
Hal ini menuai berbagai kontrovesi dan kritikan dari pengguna jejaring sosial yang menggambarkan dirinya sebagai sosok yang tidak perduli, menyakitkan hati, dan suka menghakimi. Namun ia tetap teguh pada ucapannya dan mengatakan bahwa hal tersebut adalah fakta yang tak akan berubah di dalam dunia mode.
(int/aln)










































