Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan dari Solo

Melihat Langsung Proses Pembuatan Batik di Pabrik Danar Hadi

Alissa Safiera - wolipop
Senin, 22 Sep 2014 15:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa Safiera/ Wolipop
Jakarta - Batik sebagai warisan budaya tak hanya sekadar kain dengan gambar di atasnya. Motif batik lebih kepada filosofi dan dikerjakan dalam proses rumit yang tidak sebentar. Beberapa waktu lalu, Wolipop pun berkesempatan untuk menyusuri langsung proses pembuatan batik di pabrik milik PT Danar Hadi. Setelah melihat prosesnya yang begitu kompleks dan detail, rasanya membuat kita tersadar betapa tingginya nilai sehelai batik.

1. Batik Tulis

Memasuki ruangan pertama, para wanita terlihat begitu teliti dalam menciptakan motif batik pada kain. Mereka menggunakan canting dan malam untuk berkreasi. Prosesnya pun begitu rumit dan tak hanya semalam untuk menciptakan selembar kain, bisa sampai 3 minggu atau 1 bulan. Ruangan ini pun hanya berisi karyawan wanita untuk membuat batik tulis. Menurut pihak Danar Hadi, pembuatan batik memang tak bisa sembarangan dan memiliki filosofi tersendiri.

"Batik itu budaya, ada kaidah tertentu dalam membuat polanya. Membatik itu dari Keraton, hanya wanita saja yang boleh membatik. Hanya putri raja atau selir-selir, selain raja tidak boleh masuk. Itulah kenapa semua pekerjanya wanita di sini," jelas Asti dari pihak Danar Hadi saat berbincang dengan Wolipop di Pabrik Pembuatan Batik Danar Hadi, Solo, Sabtu (20/09/2014).

2. Batik Cap

Memasuki ruangan lainnya, kini dominasi pria yang ada di sana. Mereka sibuk mengerjakan batik dengan teknik cap. Masing-masing pegawai telah memiliki pola tersendiri. Pengerjaan pun harus hati-hati dan simetris agar motif tidak berantakan.

"Cap baru berkembang setelah abad 20 untuk mempercepat produksi, makanya dikerjakan oleh laki-laki. Ruangan sengaja dibuat agak panas, supaya lilin tidak cepat kering," tambah Asti lagi.

3. Pembuatan Motif

Tiap motif memiliki filosofi tersendiri dan ciri khas yang tak boleh hilang. Di salah satu ruangan, tampak beberapa pegawai tengah menggambar motif batik di atas meja dengan lampu di dalamnya. Mereka menggambar pola yang sudah ada dengan menggunakan pensil, sebelum akhirnya pola dihias malam oleh para seniman batik tulis.

4. Pewarnaan

Batik yang telah diberi motif kemudian masuk dalam proses pewarnaan. Ternyata, PH air dapat memengaruhi terangnya warna batik. Itulah alasan mengapa tiap daerah memiliki kontras warna berbeda. Sebagai contoh adalah pada Batik Tiga Negeri. Tak sembarangan untuk membuatnya dan diperlukan proses panjang. Untuk memberi warna merah atau warna cerah lain misalnya, batik harus diwarnai di daerah Pekalongan. Kemudian dikirim ke Lasem untuk gradasi warna yang lebih muda, seperti cream atau off white. Kemudian ke Solo yang dikenal dengan warna coklatnya yang klasik.

Semakin banyak warna pada batik, prosesnya pun makin kompleks. Agar warna tak merusak motif lainnya, para seniman batik menempelkan lilin sehingga warna tak tercampur. Setelahnya, kain-kain batik yang telah diwarnai akan masuk dalam kuali tembaga yang sangat besar dengan air panas di dalamnya. Ini dimaksudkan untuk mempermudah melepaskan lilin dari kain.

5. Penjemuran

Kain-kain dengan warna yang indah kemudian dijemur di atas tiang bambu di bagian belakang pabrik.

6. Quality Control

Prosesnya belum selesai sampai penjemuran. Batik-batik ini kemudian harus lolos uji kualitas. Di sini para pegawai yang didominasi kaum wanita menyimak dengan detail segala kecacatan yang mungkin terjadi pada proses pewarnaan atau pembuatan motifnya. Detail jadi perhatian utama di sini. Bahkan aksen titik pada batik diperhatikan dan harus sama untuk keseluruhan kain.

7. Sample

Batik-batik yang telah jadi akhirnya masuk dalam ruang penyimpanan dan dibuat menjadi sample, yang nantinya akan dijadikan busana jadi oleh tim desain.

8. Siap Jual

Kain-kain batik yang telah jadi dipisahkan berdasarkan motifnya di ruang penyimpanan. Ruangan dengan kain-kain batik yang begitu cantik dan mewah.
(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads