Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Angel Lelga, Sembilan Tahun Setia pada Tas Hermes

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 13 Mei 2013 13:10 WIB
...
Foto: Ejja Pahlevi
Jakarta -

Kegemaran Angel Lelga terhadap tas Hermes sudah bukan rahasia lagi. Tidak ada kesempatan bagi tas branded lainnya untuk berada di jinjingan tangan artis yang alih profesi jadi pebisnis ini, karena Angel mengaku hanya setia pada Hermes.

"Saya pakai Hermes sudah hampir sembilan tahun. Koleksi kurang lebih ada 50. Tas saya Hermes saja, karena saya suka Hermes," tutur wanita kelahiran Surakarta, 1 Januari 1981 ini saat berbincang dengan wolipop di restoran Birdcage, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Hermes bukan sekadar 'properti' untuk bergaya tapi juga bisa dijadikan investasi. Artinya, tas mewah asal Prancis itu bisa dijual kapan saja dan akan selalu ada pembelinya. Harganya pun bisa meningkat apabila peminatnya benar-benar suka atau merupakan barang langka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain untuk fashion nilai investasinya juga besar. Hampir sama seperti tanah kalau aku bilang, karena pasarannya selalu ada. Kalau peminatnya banyak dan barangnya langka bisa tinggi (nilainya). Daripada saya beli banyak yang murah-murah tapi jadi sampah. Lebih baik saya beli barang yang berkualitas tapi ke depannya ada nilai jual," ujar wanita berdarah campuran Kalimantan dan Tionghoa ini.

Untuk mendapatkan tas Hermes kesukaannya, tak jarang Angel harus merogoh tabungannya hingga lebih dari Rp 1 miliar. Bahkan ada satu tas yang terbilang istimewa karena dibuat secara custom-made dengan tambahan berlian di beberapa bagian. Tas yang diberi nama Birkin Himalaya itu diperolehnya dengan harga Rp 2,5 miliar.

Ia juga menuturkan, tidak mudah untuk mendapatkan tas Hermes karena tidak 'sembarang' orang bisa memilikinya meskipun uang mereka sudah berlimpah. Menurut Angel, pihak Hermes punya kebijakan tersendiri untuk menentukan siapa saja orang yang cukup pantas untuk mengenakan tas yang sudah melegenda di dunia itu.

"Dia bukannya ada di toko terus dipajang-pajang. Nggak seperti itu. Kita harus tunggu di waiting list. Orang Hermes-nya juga lihat, 'saya harus kasih nggak ke orang ini?' Banyak beberapa orang kaya yang ke sana terus beli, belum tentu dikasih juga," ucap wanita yang sekarang sibuk mengelola kampus GICI Business School ini.

Angel sendiri tidak terlalu tahu pembeli dengan kriteria seperti apa yang pantas mendapatkan Hermes. Namun menurutnya itu cukup menjelaskan mengapa Hermes berharga sangat mahal dan elegan karena tidak semua orang bisa membelinya.

Tidak bisa didapatkan dengan mudah, wanita yang khas dengan alis tebalnya ini sebisa mungkin menjaga koleksi tasnya agar tidak rusak atau terkena noda. Bahkan ia rela menerbangkan tas-tas kesayangannya itu ke Singapura hanya untuk di-laundry.

"Perawatan sebenarnya simple, setiap seminggu sekali semua pintu lemari dibuka, diangin-anginkan. Harus selalu dengan kondisi yang full-AC karena leather (tidak boleh lembab). Sampa sekarang sih belum ada yan bermasalah sekali. Kalaupun bermasalah karena sudah terlalu lama saya pakai, kepegang tangan, saya laundry ke Singapore," cerita Angel.

Kecintaannya pada tas ternyata tak membuat Angel tergugah untuk mendirikan bisnis di bidang yang sama. Sebab memakai tas mewah adalah sebuah kesenangan baginya dan cukup menjadi hobi untuk mengoleksinya.

Saksikan video bincang intim wolipop dengan Angel Lelga, di sini.

(hst/hst)
...
Hide Ads