Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Strategi Iwet Ramadhan Populerkan Batik ke Anak Muda

Ferdy Thaeras - wolipop
Selasa, 27 Nov 2012 12:23 WIB
...
Dok. Wolipop
Jakarta -

Seiring popularitas batik yang terus menanjak, semakin banyak pula pebisnis yang memfokuskan diri mendalaminya. Salah satunya hadir dengan menargetkan pasar yang lebih muda, yakni Iwet Ramadhan dengan lini fashionnya, TikShirt.

TikShirt yang membuka gerai pertamanya di Level One, Grand Indonesia menyajikan busana kasual yang mengaplikasikan detail batik di dalamnya. Salah satu karya khasnya adalah kaos dengan sablon motif batik, kebaya bahan kaos lengkap dengan detail kutubaru hingga kemeja dengan aplikasi kain batik di tampat-tempat yang tak biasa.

Namun bukan hal yang mudah untuk membuat batik diterima oleh pasar yang muda seperti 15 hingga 30 tahun. Kebanyakan mereka menganggap batik selalu berkesan tua dan hanya untuk dipakai ke acara formal. Dari sinilah Iwet Ramadhan memiliki strategi baru dalam memasarkan produknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak Level One yang menjadi wadah kawula muda untuk mengakses produk fashion dan gaya hidup terkini, tantangan yang dihadapinya pun semakin besar. Dibutuhkan wadah yang lebih besar meskipun kini produknya masih bisa didaptkan di Alun-alun Indonesia dan KOI Gallery, Kemang.

Iwetpun menguatkan branding dengan mengenalkan batik secara gencar ke generasi muda. "Mereka (anak muda) enggak kenal batik itu apa. Makanya kita bikin workshop batik sehingga mereka bisa menghargai prosesnya dan bangga memakainya," ujarnya saat ditemui Wolipop di Kemang, Senin (26/11/2012).

Awalnya ia menerapkan batik yang disablon hingga ditempelkan ke baju basic. Iwetpun mengaku banyak menerima tantangan di awal dengan komentar yang tidak sedap seperti ia dianggap jualan kaos yang disablon batik. Padahal itu hanya tahap awal dari rencana jangka panjang branding produk miliknya.

Hingga saat ini, Iwet melakukan beberapa kali workshop seperti kelas membatik hingga seminar tentang edukasi batik kepada anak-anak muda. Kegiatan ini ia akui lebih bagus jika dilakukan terbuka di mal sehingga banyak orang yang lalu-lalang bisa melihat dan tertarik ikut serta. Rencananya ia juga akan membuka online shop mereknya dan di dalam situsnya, ia akan menyajikan info-info tentang batik, mulai dari artikel hingga penjelasan motif.

"Motif batik itu bisa sampai 3,300 lho. Saat ini yang kita terapkan yang basic-basic dulu biar orang pada ngerti, baru terapin ke motif lainnya," jelasnya. Ia pun menambahkan bahwa motif dasar seperti Sekar Jagad, Kawung hingga Parang pun masih banyak yang tidak kenal.

Langkah menggunakan artis untuk di-endorse tidak terlalu mengena bagi Iwet. "Kalau endorse gue enggak terlalu nyaman dengan seleb. Soalnya campaign kita adalah real people, real action, bukan seleb tapi orang yang berpengaruh di lingkungannya," ujar Iwet antusias.

Menggunakan figur yang tidak dikenal luas namun memiliki pengaruh di profesinya seperti arsitek, seniman hingga direktur kreatif menjadi pilihannya untuk membangun pencitraan produknya. Untuk seleb, secara tidak langsung sudah banyak rekan Iwet dari dunia hiburan yang telah mengenakan karyanya.

 

(fer/rma)
...
Hide Ads