Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Senang di LV, Marc Jacobs Tak Pindah ke Dior

wolipop
Senin, 19 Des 2011 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Getty Images
Jakarta - Setelah cukup lama diam perihal rencana kepindahannya ke Dior, Marc Jacobs akhirnya angkat bicara. Ia pun menyatakan tidak akan menggantikan posisi mantan desainer Dior, John Galliano.

Beberapa bulan lalu, nama Marc Jacobs diklaim oleh seorang sumber sebagai kandidat paling kuat pilihan Bernard Arnault, pemimpin grup LVMH, perusahaan induk Dior, sebagai pengganti Galliano. Bahkan desainer berusia 48 tahun itu, dikabarkan akan mendapat gaji minimal sebesar US$ 10 juta atau sekitar Rp 86 miliar dan juga beberapa bonus, jika akhirnya menjabat sebagai desainer Dior.

Namun semua kabar itu tampaknya terbantahkan. Melalui wawancara yang dilakukan oleh majalah Vogue, Marc menjelaskan bahwa dirinya merasa senang dengan menjadi desainer untuk Louis Vuitton dan belum akan meninggalkan rumah mode itu untuk Dior.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berada di Vuitton, dan saya sangat bahagia berada di sana. Saya telah mengatakan hal itu dalam waktu yang lama. Ada percakapan 'on-and-off' mengenai Dior. Saya tidak tahu, mungkin suatu hari nanti, di masa yang akan datang, mungkin satu tahun dari sekarang, saya mungkin akan berkerja untuk tempat lain, mungkin Dior. Tapi sekarang saya berada untuk Vuitton dan yang terpenting adalah di mana saya berada dan akan terus melakukan apa yang saya kerjakan," ujar Marc Jacobs, seperti yang dikutip dari Styleit.

Dalam wawancara tersebut Marc menyebutkan bahwa menciptakan karya adibusana (couture) adalah bukan pilihannya. Sedangkan Dior merupakan rumah mode yang identik dengan koleksi busana couture-nya. Mungkinkah ini yang menjadi alasan Marc menolak untuk gantikan John Galliano?

"Tantangan terbesar saya adalah melakukan sesuatu yang lebih baik dari yang sudah kami kerjakan pada musim sebelumnya. Ide untuk melakukan couture bukanlah pilihan saya. Itu kuno, menurut opini saya. Maksudnya, saya sangat tertarik pada keahlian di balik pembuatan busana couture. Tapi saya bisa mengeksplorasinya dalam koleksi siap pakai," jelas desainer asal Amerika tersebut.


(eya/eya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads