Jakarta
-
Iklan Benetton yang menampilkan 11 pemimpin dunia berciuman terus menjadi kontroversi. Setelah protes datang dari Vatikan, kini Gedung Putih melayangkan hal serupa.
"Gedung Putih sudah lama memiliki peraturan tidak mengizinkan siapapun menggunakan nama presiden untuk tujuan komersial," ujar juru bicara Gedung Putih Eric Schultz dalam pernyataannya Kamis (18/11/2011), dikutip AFP.
Terlepas dari protes Gedung Putih tersebut, iklan Benetton yang menampilkan Obama berciuman bibir dengan Presiden Venezuela Hugo Chavez dan Perdana Menteri China Hu Jintao tetap direncanakan beredar di sejumlah media. Misalnya saja di Newsweek, New York Magazine dan Economist.
Satu-satunya protes yang sampai saat ini ditanggapi Benetton adalah dari pihak Vatikan. Sebelumnya Vatikan meminta iklan tersebut dihentikan peredaraannya. Gambar Paus sedang mencium al-Tayeb juga dihilangkan.
"Iklan ini tidak menghargai Paus, menyinggung kepercayaan dan contoh nyata bagaimana iklan bisa merusak aturan dasar dalam menghormati orang lain demi mendapatkan perhatian melalui hal yang provokatif," ujar juru bicara Vatican, Pendeta Federico Lombardi.
Pihak Benetton setuju dengan permintaan Vatikan tersebut. Mereka juga meminta maaf karena menyinggung perasaan umat beragama.
"Kami meminta maaf apabila penggunaan foto Paus dan Imam menyinggung perasaan umat seperti ini. Tujuan kampanye iklan ini, semata-mata untuk memerangi budaya kebencian dalam segala bentuknya," jelas juru bicara Benetton.
(eny/eny)
"Gedung Putih sudah lama memiliki peraturan tidak mengizinkan siapapun menggunakan nama presiden untuk tujuan komersial," ujar juru bicara Gedung Putih Eric Schultz dalam pernyataannya Kamis (18/11/2011), dikutip AFP.
Terlepas dari protes Gedung Putih tersebut, iklan Benetton yang menampilkan Obama berciuman bibir dengan Presiden Venezuela Hugo Chavez dan Perdana Menteri China Hu Jintao tetap direncanakan beredar di sejumlah media. Misalnya saja di Newsweek, New York Magazine dan Economist.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iklan ini tidak menghargai Paus, menyinggung kepercayaan dan contoh nyata bagaimana iklan bisa merusak aturan dasar dalam menghormati orang lain demi mendapatkan perhatian melalui hal yang provokatif," ujar juru bicara Vatican, Pendeta Federico Lombardi.
Pihak Benetton setuju dengan permintaan Vatikan tersebut. Mereka juga meminta maaf karena menyinggung perasaan umat beragama.
"Kami meminta maaf apabila penggunaan foto Paus dan Imam menyinggung perasaan umat seperti ini. Tujuan kampanye iklan ini, semata-mata untuk memerangi budaya kebencian dalam segala bentuknya," jelas juru bicara Benetton.
(eny/eny)










































